Yahya Zaini Dorong HBH Bawean Internasional Jadi Motor Perjuangan Pembangunan dan Investasi Masa Depan

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tokoh Bawean sekaligus Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Golkar, Yahya Zaini. (Istimewa)
Tokoh Bawean sekaligus Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Golkar, Yahya Zaini. (Istimewa)

Jurnas.net - Penyelenggaraan Halal Bihalal (HBH) Bawean Internasional di Yogyakarta dinilai bukan sekadar ajang silaturahmi tahunan, tetapi memiliki dimensi strategis dalam mendorong pembangunan daerah serta memperkuat posisi Bawean di tingkat nasional.

Hal ini disampaikan oleh salah satu Tokoh Bawean sekaligus Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, yang melihat forum tersebut sebagai momentum konsolidasi besar masyarakat Bawean, termasuk diaspora.

Menurutnya, dari sudut pandang politik dan pembangunan, HBH Bawean Internasional menjadi ruang penting untuk menyatukan kekuatan sosial, ekonomi, dan politik masyarakat Bawean yang tersebar di berbagai wilayah, bahkan hingga mancanegara.

“Ini bukan sekadar temu kangen. HBH Bawean Internasional punya nilai strategis sebagai forum konsolidasi gagasan dan kepentingan pembangunan Bawean. Di sinilah suara masyarakat bisa dirumuskan secara kolektif,” kata Yahya, Jumat, 10 April 2026.

Politisi Golkar itu menilai momentum HBH dapat dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Bawean dalam peta pembangunan daerah maupun nasional. Dengan menghadirkan tokoh-tokoh penting, pengusaha, hingga diaspora, forum ini membuka peluang advokasi kebijakan yang lebih terarah dan berdampak. “Kalau dikelola dengan baik, HBH ini bisa menjadi titik tekan politik yang positif—untuk memastikan Bawean tidak tertinggal dalam arus pembangunan,” tegasnya.

Yahya juga menyebut kegiatan HBH itu berpotensi menjadi ruang strategis untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Bawean di tingkat kebijakan. Bentuk konkretnya, menurut dia, bisa berupa perumusan rekomendasi bersama yang kemudian diperjuangkan melalui jalur legislatif maupun eksekutif. “Harus ada output yang jelas, misalnya rekomendasi terkait infrastruktur, pendidikan, kesehatan, atau ekonomi. Itu yang kemudian kita dorong di DPR maupun ke kementerian terkait,” jelasnya.

Dari sisi ekonomi, lanjut Yahya, HBH Bawean Internasional juga dinilai memiliki dampak signifikan bagi para pengusaha Bawean. Forum ini menjadi ajang memperluas jaringan usaha, membuka peluang investasi, hingga menjajaki kolaborasi lintas sektor. “Pengusaha Bawean bisa bertemu investor, membangun kemitraan, bahkan membuka pasar baru. Ini peluang besar yang tidak boleh dilewatkan,” katanya.

Ia juga melihat peluang konkret untuk mendorong program-program ekonomi melalui forum ini, seperti kemudahan akses permodalan, pelatihan kewirausahaan, serta promosi produk lokal Bawean ke pasar yang lebih luas. “Kalau ada sinergi dengan pemerintah dan lembaga keuangan, program seperti akses kredit UMKM atau pelatihan bisnis bisa langsung ditindaklanjuti,” ucapnya.

Yahya menekankan, dampak HBH harus bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat Bawean secara luas, bukan hanya oleh kalangan elite atau pengusaha besar. Oleh karena itu, diperlukan langkah kebijakan yang konkret agar hasil forum tidak berhenti pada seremoni semata.

“Harus ada tindak lanjut. Misalnya pembentukan tim kecil yang mengawal hasil rekomendasi, atau program nyata yang langsung menyentuh masyarakat,” ujarnya.

Peran pemerintah juga dinilai krusial dalam memastikan pemerataan manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut. Pemerintah, kata dia, harus hadir untuk menjembatani kebutuhan masyarakat, termasuk memastikan akses terhadap program-program pemberdayaan.

“Pemerintah harus memastikan manfaatnya sampai ke akar rumput, baik melalui program UMKM, pelatihan kerja, maupun pembangunan infrastruktur pendukung,” katanya.

Selain itu, HBH Bawean Internasional disebut sebagai titik temu penting untuk membangun kolaborasi lintas sektor. Mulai dari pemerintah, swasta, hingga komunitas diaspora dapat bersinergi dalam mempercepat pembangunan Bawean.

Yahya juga menyoroti pentingnya peran diaspora Bawean yang selama ini tersebar di berbagai daerah dan negara. Menurutnya, HBH menjadi jembatan strategis untuk memperkuat koneksi tersebut. “Diaspora Bawean punya potensi besar, baik dari sisi ekonomi, jaringan, maupun pengalaman. HBH ini bisa menjadi momentum untuk menghubungkan mereka dengan pembangunan di kampung halaman,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Second Language Acquisition di Era Scroll dan Swipe: Ketika Bahasa Dipelajari dari Layar

Second Language Acquisition di Era Scroll dan Swipe: Ketika Bahasa Dipelajari dari Layar

Sabtu, 16 Mei 2026 13:30 WIB

Sabtu, 16 Mei 2026 13:30 WIB

Di tengah derasnya arus digital, cara manusia belajar bahasa mengalami pergeseran yang tidak lagi bisa diabaikan. Jika dahulu ruang kelas menjadi pusat utama…

Kinerja Pemprov Jatim Dikritik DPRD, Khofifah Emosional dan Naik Nada Saat Jawab LKPJ 2025

Kinerja Pemprov Jatim Dikritik DPRD, Khofifah Emosional dan Naik Nada Saat Jawab LKPJ 2025

Rabu, 13 Mei 2026 16:48 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:48 WIB

Jurnas.net – Rapat paripurna pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jawa Timur Tahun Anggaran 2025 di DPRD Jawa Timur berlangsung p…

Siswa Surabaya Tumbang Usai Santap MBG, Evaluasi dan Pengawasan SPPG Dipertanyakan

Siswa Surabaya Tumbang Usai Santap MBG, Evaluasi dan Pengawasan SPPG Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 15:03 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:03 WIB

Jurnas.net - Dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, kembali menjadi tamparan keras bagi pelaksanaan Program…

DPRD Kritik Rapor Kinerja Khofifah: Literasi Rendah, BUMD Loyo dan Ketimpangan Tinggi

DPRD Kritik Rapor Kinerja Khofifah: Literasi Rendah, BUMD Loyo dan Ketimpangan Tinggi

Rabu, 13 Mei 2026 14:23 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 14:23 WIB

Jurnas.net – Kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa kembali mendapat sorotan tajam dari DPRD Jawa Timur dalam p…

Kemenkum RI Resmi Tetapkan 12 Lagu Tradisional Banyuwangi sebagai Kekayaan Intelektual Komunal

Kemenkum RI Resmi Tetapkan 12 Lagu Tradisional Banyuwangi sebagai Kekayaan Intelektual Komunal

Rabu, 13 Mei 2026 13:17 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 13:17 WIB

Jurnas.net – Warisan budaya Banyuwangi kini mendapat perlindungan hukum resmi dari negara. Sebanyak 12 lagu dan musik tradisi asli Kabupaten Banyuwangi resmi t…

Jelang Idul Adha 2026, Pemkot Surabaya Wajibkan Hewan Kurban Bersertifikat Sehat Cegah PMK dan Antraks

Jelang Idul Adha 2026, Pemkot Surabaya Wajibkan Hewan Kurban Bersertifikat Sehat Cegah PMK dan Antraks

Rabu, 13 Mei 2026 12:27 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 12:27 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat pengawasan pelaksanaan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Langkah ini d…