Prof Sulaiman Bongkar Carut Marut Tiket Kapal Gresik - Bawean: Mahal dan Dikuasai Calo

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Express Bahari merupakan salah satu kapal menuju Bawean. (Insani/Jurnas.net)
Express Bahari merupakan salah satu kapal menuju Bawean. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Persoalan transportasi laut Gresik–Bawean kembali disorot tajam dalam sarasehan rangkaian Halal Bihalal (HBH) Bawean Internasional di Yogyakarta, Sabtu, 11 April 2026. Bukan sekadar keluhan klasik, isu ini menjadi kritik serius terhadap tata kelola layanan penyeberangan yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat.

Salah satu tokoh Bawean, Prof. Dr. Sulaiman R., secara lugas membeberkan fakta lapangan terkait mahalnya harga tiket, dan sulitnya akses pembelian menjadi dua masalah utama yang terus berulang tanpa solusi konkret. Kondisi ini bahkan disebut semakin parah saat momentum krusial seperti arus mudik Lebaran.

“Masalahnya bukan hanya mahal, tapi juga sulit didapat. Ini menunjukkan ada problem sistemik dalam pengelolaan tiket dan distribusinya,” kata Sulaiman.

Harga Mahal, Akses Sulit

Saat ini, terdapat dua moda utama yang melayani rute Gresik - Bawean, yakni Kapal Express Bahari dan KMP Giliiyang. Harga tiket untuk Express Bahari berkisar Rp200.000 per penumpang, sedangkan KMP Giliiyang sekitar Rp80.000. Namun di lapangan, harga tiket kerap melonjak hingga Rp250.000 per penumpang.

Berdasarkan survei yang dipaparkan Prof. Sulaiman, 54 persen warga Bawean menilai harga tiket mahal, 20 persen bahkan menyebut sangat mahal, dan hanya 26 persen yang menganggap normal.

Tak hanya itu, persoalan akses informasi juga memperburuk keadaan. Sebanyak 66 persen masyarakat Bawean tidak mengetahui agen resmi maupun kontaknya (nomor telepon), menunjukkan minimnya transparansi dari operator maupun pihak terkait.

Prof. Dr. Sulaiman saat pemaparan tentang Pulau Bawean. (Insani/Jurnas.net)Prof. Dr. Sulaiman saat pemaparan tentang Pulau Bawean. (Insani/Jurnas.net)

Praktik Calo dan Sistem yang Amburadul

Mirisnya lagi, 75 persen warga Bawean mengaku kesulitan mendapatkan tiket, baik saat berangkat dari Gresik maupun dari Bawean. Ironisnya, kondisi ini justru membuka ruang subur bagi praktik percaloan.

Fenomena yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa tiket online cepat habis dalam hitungan menit, namun tiket yang sama muncul kembali di tangan calo, serta harga dijual lebih tinggi tanpa kontrol. Bahkan terkesan dibiarkan.

“Ini bukan sekadar kelangkaan tiket, tapi indikasi kuat adanya kebocoran distribusi. Sistemnya harus dibenahi total,” sindir Prof. Sulaiman.

Ia menilai lemahnya pengawasan dan tidak adanya sistem distribusi tiket yang transparan membuat masyarakat menjadi korban. Dalam situasi tertentu, warga bahkan harus menunda perjalanan penting hanya karena tidak kebagian tiket.

Usulan Tegas: Pemkab Gresik Jangan Setengah Hati

Sebagai solusi, Prof. Sulaiman mendorong langkah tegas dari Pemerintah Kabupaten Gresik, khususnya saat melakukan perpanjangan kontrak dengan operator kapal. Ia mengusulkan beberapa poin strategis. Yaitu, pengoperasian dua kapal pulang-pergi (PP) mulai H-10 hingga H+10 Lebaran, penjualan tiket hanya melalui jalur resmi aplikasi, loket, dan agen resmi, publikasi terbuka daftar agen resmi beserta kontaknya, penegakan aturan identitas penumpang, serta memastikan nama di tiket sesuai KTP.

"Jika aturan ini tidak ditegakkan secara konsisten, maka persoalan klasik akan terus berulang setiap tahun," jelasnya.

Sorotan tajam juga diarahkan pada Pemkab Gresik dan instansi terkait yang dinilai belum hadir secara maksimal dalam menjamin layanan transportasi publik yang adil dan terjangkau. “Transportasi laut ini urat nadi masyarakat Bawean. Kalau aksesnya mahal dan sulit, maka yang terdampak bukan hanya mobilitas, tapi juga ekonomi dan pelayanan dasar masyarakat,” pungkasnya.

Sarasehan HBH Bawean Internasional pun menjadi panggung penting untuk menyuarakan keresahan kolektif warga Bawean. Harapannya, suara ini tidak berhenti sebagai wacana, tetapi benar-benar ditindaklanjuti menjadi kebijakan nyata.

Berita Terbaru

Run'n Shine, Lari Berhadiah Umrah dan Trip ke Luar Negeri

Run'n Shine, Lari Berhadiah Umrah dan Trip ke Luar Negeri

Jumat, 10 Jul 2026 19:32 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:32 WIB

Jurnas.net - Even Run and Shine 2026 bakal digelar pada 18-20 September 2026. Agenda olahraga ini bukan sekadar menghadirkan lari secara fun, namun juga menyaji…

Komisi D DPRD Jatim Soroti Kinerja Dinas PU Bina Marga, Serapan Anggaran Rendah dan Banyak Jalan Belum Standar

Komisi D DPRD Jatim Soroti Kinerja Dinas PU Bina Marga, Serapan Anggaran Rendah dan Banyak Jalan Belum Standar

Jumat, 10 Jul 2026 14:36 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 14:36 WIB

Jurnas.net - Komisi D DPRD Jawa Timur memberikan sejumlah catatan kritis terhadap kinerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur dalam…

Eri Cahyadi Serahkan Bantuan Pendidikan bagi 7.380 Siswa, Tegaskan Tak Boleh Ada Pungutan di Sekolah

Eri Cahyadi Serahkan Bantuan Pendidikan bagi 7.380 Siswa, Tegaskan Tak Boleh Ada Pungutan di Sekolah

Jumat, 10 Jul 2026 13:06 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 13:06 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyalurkan bantuan pendidikan kepada 7.380 siswa SMA, SMK, dan MA sederajat pada tahun 2026. Program ini d…

Komisi E DPRD Jatim Dorong APBD Berbasis Dampak, Pendidikan hingga Kemiskinan Jadi Prioritas

Komisi E DPRD Jatim Dorong APBD Berbasis Dampak, Pendidikan hingga Kemiskinan Jadi Prioritas

Jumat, 10 Jul 2026 12:26 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 12:26 WIB

Jurnas.net – Komisi E DPRD Jawa Timur menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak dapat diukur hanya dari t…

AHY Luncurkan Gerakan Nasional Langit Biru dari Pacitan, Ajak Masyarakat Jaga Pantai dan Lingkungan

AHY Luncurkan Gerakan Nasional Langit Biru dari Pacitan, Ajak Masyarakat Jaga Pantai dan Lingkungan

Jumat, 10 Jul 2026 11:39 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 11:39 WIB

Jurnas.net – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meluncurkan Gerakan Nasional Langit Biru Indonesia Asri, sebuah gerakan gotong royong y…

DPRD Jatim Dorong Kurikulum SMK Selaras dengan Kebutuhan Industri agar Lulusan Mudah Terserap Kerja

DPRD Jatim Dorong Kurikulum SMK Selaras dengan Kebutuhan Industri agar Lulusan Mudah Terserap Kerja

Jumat, 10 Jul 2026 10:18 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 10:18 WIB

Jurnas.net - Besarnya jumlah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) setiap tahun, dinilai harus diimbangi dengan kesiapan dunia usaha dan dunia industri…