PBNU Siapkan Kader Penggerak NU di 16 Negara, Ratusan Santri Bina Insan Mulia Digembleng Lewat PD-PKPNU

author Firman

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana pelaksanaan Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU). (Humas PBNU)
Suasana pelaksanaan Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU). (Humas PBNU)

Jurnas.net – Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon terus mengukuhkan perannya sebagai pusat kaderisasi strategis Nahdlatul Ulama (NU) berbasis pesantren yang berorientasi nasional hingga internasional. Hal itu ditunjukkan melalui pelaksanaan Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan ke-30 bagi santri kelas akhir di lingkungan pesantren tersebut.

Kegiatan kaderisasi yang berlangsung selama tiga hari, 22–24 Mei 2026, itu diikuti sebanyak 320 santri kelas XII tingkat SMA, SMK, dan MA Bina Insan Mulia. Pelaksanaan dipusatkan di Gedung Serba Guna Pesantren Bina Insan Mulia 1 serta Joglo Agung Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2.

Pesantren Bina Insan Mulia menjadi pesantren kedua di Indonesia yang dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan PD-PKPNU setelah Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Program ini merupakan bagian penting dalam memperkuat kader NU agar memiliki kepemimpinan yang matang, visi kebangsaan yang kuat, serta kesetiaan terhadap nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.

Koordinator PD-PKPNU, H. Amir Makruf, menjelaskan bahwa pemilihan Bina Insan Mulia sebagai lokasi kaderisasi didasarkan pada tingginya jumlah lulusan yang melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

“Sesuai arahan pengasuh pesantren, para santri lulusan Bina Insan Mulia diharapkan dapat langsung berkhidmah di PCINU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama) di negara tujuan masing-masing,” ujar Amir Makruf, Selasa, 26 Mei 2026.

Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, KH Imam Jazuli Lc MA atau yang akrab disapa Kiai Imjaz, menyampaikan bahwa alumni pesantren tersebut kini telah tersebar di 16 negara, di antaranya China, Rusia, Jepang, Mesir, Maroko, Jerman, Tunisia, Taiwan, Australia, Prancis, Singapura, Pakistan, Korea Selatan, Malaysia, Turki, Yordania, hingga Oman. Mereka melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi internasional untuk jenjang S1, S2, hingga S3 di berbagai disiplin ilmu.

"Untuk lulusan tahun ini, sebanyak 70 persen akan meneruskan studi ke luar negeri. Supaya mereka bisa langsung ikut menggerakkan PCINU di berbagai belahan dunia sebagai motor dakwah Islam moderat, maka PD-PKPNU kali ini menjadi sangat penting,” jelas Kiai Imjaz.

Sementara itu, bagi lulusan yang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dalam negeri, kaderisasi tersebut diharapkan mampu memperkuat peran mereka sebagai penjaga nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah di lingkungan kampus. "PD-PKPNU sangat penting untuk membekali mereka menghadapi pengaruh radikalisme dan ideologi transnasional di kampus,” ujarnya.

Dalam agenda penutupan, Kiai Imjaz juga menekankan pentingnya menjaga tradisi dan nilai Aswaja melalui amaliyah, fikrah, harakah, hingga siyasah sesuai prinsip perjuangan NU. PD-PKPNU Angkatan ke-30 menghadirkan sejumlah instruktur tingkat nasional maupun lokal, di antaranya Drs H Amir Makruf, Dr H A Hilman Umar Bashori, Muh Mahmudi Abduh, Muhammad Zimamul Adli, serta Masyhari Lc MHI.

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan materi ideologi ke-NU-an, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, hingga tantangan gerakan Islam global dengan metode interaktif dan partisipatif. Salah satu peserta, Muhammad Imam Hasanudin dari SMK Unggulan Bina Insan Mulia, mengaku kegiatan tersebut membuka wawasan baru tentang organisasi NU dan tantangan ideologi dunia.

“Materinya sangat inspiratif dan membuka banyak hal baru bagi anak muda,” ujarnya.

Peserta lainnya, Emyr Zurafa Nurkahfi dari MA Unggulan Bertaraf Internasional (MAUBI), menilai materi yang diberikan sangat relevan dengan perkembangan zaman. “Yang paling berkesan adalah semangat persaudaraan antarpeserta dan instruktur,” katanya.

Sementara itu, Freyza Sophia Khoerunbisa dari SMA Unggulan Bertaraf Internasional (SMAUBI) Bina Insan Mulia 2 mengaku kegiatan tersebut semakin memotivasi dirinya untuk aktif dalam gerakan PCINU saat melanjutkan studi ke luar negeri. “Ini bukan hanya menambah ilmu organisasi, tetapi juga menguatkan motivasi saya untuk aktif di PCINU nantinya,” ungkapnya.

Sejumlah tokoh NU turut hadir dalam pembukaan PD-PKPNU Angkatan ke-30, di antaranya Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad, Ketua PCNU Cirebon KH Aziz Hakim Saeroji, serta sejumlah tokoh ulama dan masyarakat Cirebon. Mereka berharap para santri lulusan Bina Insan Mulia dapat menjadi wajah Islam moderat Indonesia di tingkat global dengan membawa nilai toleransi, keadilan, dan kepedulian sosial melalui gerakan Nahdlatul Ulama.

Berita Terbaru

Tembus Rp 23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Tembus Rp 23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Jumat, 09 Okt 2026 18:37 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 18:37 WIB

Jurnas.net – Realisasi investasi di Kota Surabaya, Jawa Timur, mencapai Rp 23,608 triliun hingga semester I 2026. Capaian tersebut setara dengan sekitar 53 p…

Namanya Dikaitkan dengan Dugaan Pengondisian Muktamar NU, Dua Kiai Kalbar Tegaskan Tak Hadir

Namanya Dikaitkan dengan Dugaan Pengondisian Muktamar NU, Dua Kiai Kalbar Tegaskan Tak Hadir

Jumat, 09 Okt 2026 14:03 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 14:03 WIB

Jurnas.net – Dua pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di Kalimantan Barat memberikan klarifikasi setelah nama mereka dikaitkan dengan kegiatan di Jakarta yang disebut …

Surat Ringan "Syarat Pendidikan Pejabat Publik Yang Dipilih"

Surat Ringan "Syarat Pendidikan Pejabat Publik Yang Dipilih"

Kamis, 08 Okt 2026 12:29 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 12:29 WIB

Oleh: Anas Urbaningrum Ini bukan tentang siapanya, tidak terkait dengan orangnya. Jika menyebut nama, sekadar contoh mempermudah mencerna pengertian. Tetapi,…

Putusan Pencalonan Wapres Gibran Jadi Persoalan Serius Ketatanegaraan

Putusan Pencalonan Wapres Gibran Jadi Persoalan Serius Ketatanegaraan

Rabu, 07 Okt 2026 15:09 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 15:09 WIB

Jurnas.net - Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutus perkara terkait persoalan syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka dalam pencalonan Wakil Presiden Tahun…

Dugaan Politik Uang Muktamar NU, PCNU Sekadau Kembalikan Uang dan Serahkan Bukti ke KPK

Dugaan Politik Uang Muktamar NU, PCNU Sekadau Kembalikan Uang dan Serahkan Bukti ke KPK

Rabu, 07 Okt 2026 12:35 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 12:35 WIB

Jurnas.net — Polemik dugaan politik uang dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memasuki babak baru. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten S…

Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU, Gus Lilur Sebut Ada Pembahasan DP hingga Pelunasan

Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU, Gus Lilur Sebut Ada Pembahasan DP hingga Pelunasan

Rabu, 07 Okt 2026 08:44 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 08:44 WIB

Jurnas.net - Dugaan praktik politik uang dan transaksi jual beli suara dalam Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) kembali menjadi sorotan. Aktivis Nahdliyin, Haji…