PBNU Kecam Penahanan Relawan dan Jurnalis Indonesia oleh Israel, Desak RI Bergerak Cepat

author Firman

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Katib Syuriyah PBNU, Ahmad Tajul Mafakhir atau yang akrab disapa Gus Tajul. (Istimewa)
Katib Syuriyah PBNU, Ahmad Tajul Mafakhir atau yang akrab disapa Gus Tajul. (Istimewa)

Jurnas.net – Katib Syuriyah PBNU, Ahmad Tajul Mafakhir atau yang akrab disapa Gus Tajul, mengecam keras tindakan pasukan Israel yang dilaporkan menyergap, dan menahan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza, Palestina.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul laporan penahanan sejumlah relawan dan jurnalis Indonesia yang ikut dalam rombongan misi kemanusiaan internasional untuk Palestina. Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya menyebut terdapat sembilan WNI yang ikut dalam misi tersebut, dan lima di antaranya dilaporkan ditahan pasukan Israel. 

Kesembilan WNI tersebut terdiri dari relawan kemanusiaan dan jurnalis dari berbagai lembaga, di antaranya Andi Angga dari Rumah Zakat, Asad Aras dari Spirit of Aqsa, Hendro Prasetyo dari SMART 171, Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa, serta para jurnalis Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo dari Tempo, dan Rahendro Herubowo dari iNews TV.

Gus Tajul menilai tindakan penyergapan terhadap rombongan sipil dalam misi kemanusiaan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan internasional. “Kami mengecam sekeras-kerasnya tindakan brutal pasukan Israel yang menyergap dan menahan relawan kemanusiaan serta jurnalis Indonesia dalam misi Sumud Flotilla. Ini bukan hanya serangan terhadap warga sipil, tetapi juga bentuk pelanggaran terhadap nilai kemanusiaan universal,” kata Gus Tajul, dalam keterangan tertulis, Kamis, 21 Mei 2026.

Ia mendesak Pemerintah Republik Indonesia segera mengambil langkah diplomatik yang cepat, terukur, dan tegas guna memastikan keselamatan serta pembebasan seluruh WNI yang dilaporkan ditahan. “Pemerintah Indonesia harus bergerak cepat melalui jalur diplomatik internasional. Keselamatan warga negara harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Menurut Gus Tajul, posisi Indonesia di berbagai forum internasional dapat menjadi modal diplomatik penting untuk membangun tekanan global terhadap tindakan represif yang dialami para relawan kemanusiaan tersebut. “Kedudukan Indonesia di berbagai forum internasional bisa menjadi daya tawar yang kuat untuk menggalang tekanan dunia internasional terhadap tindakan semacam ini,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa dukungan Nahdlatul Ulama terhadap perjuangan rakyat Palestina merupakan sikap historis yang telah diwariskan sejak masa pendirian organisasi. “Posisi para kiai NU sejak dulu tidak pernah berubah. Sejak era Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari, Nahdlatul Ulama konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina dan menolak segala bentuk penjajahan,” jelasnya.

Menurutnya, tindakan terhadap misi kemanusiaan tersebut tidak hanya melukai para relawan, tetapi juga mencederai rasa kemanusiaan dunia dan ukhuwah insaniyah. “Serangan terhadap misi kemanusiaan jelas melukai ukhuwah insaniyah. Dunia internasional tidak boleh diam menghadapi tindakan seperti ini,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Gus Tajul mengajak masyarakat Indonesia, khususnya warga Nahdliyin, untuk terus mendoakan keselamatan para relawan dan jurnalis Indonesia yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut. “Mari rapatkan barisan dan panjatkan doa terbaik untuk keselamatan saudara-saudara kita,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Kunjungi Bawean, Legislator Golkar Janji Kawal Aspirasi Infrastruktur hingga Wisata

Kunjungi Bawean, Legislator Golkar Janji Kawal Aspirasi Infrastruktur hingga Wisata

Minggu, 05 Jul 2026 08:09 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 08:09 WIB

Jurnas.net - Kunjungan tiga anggota DPR RI dari Partai Golkar ke Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, tidak hanya menjadi agenda konsolidasi organisasi. Lebih dari…

Banyuwangi Ekspor 270 Ton Sarden Senilai Rp10 Miliar, Tembus Eropa hingga Timur Tengah

Banyuwangi Ekspor 270 Ton Sarden Senilai Rp10 Miliar, Tembus Eropa hingga Timur Tengah

Minggu, 05 Jul 2026 07:21 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 07:21 WIB

Jurnas.net – Ketika ketegangan geopolitik dunia memicu lonjakan biaya logistik internasional, industri pengolahan hasil laut di Banyuwangi justru menunjukkan d…

Warga Bawean Sampaikan Aspirasi kepada Legislator Golkar: Transportasi Laut, Pupuk, hingga Rumah Sakit Mendesak Dibenahi

Warga Bawean Sampaikan Aspirasi kepada Legislator Golkar: Transportasi Laut, Pupuk, hingga Rumah Sakit Mendesak Dibenahi

Minggu, 05 Jul 2026 06:18 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 06:18 WIB

Jurnas.net – Di balik panorama Pulau Bawean yang dikenal sebagai destinasi wisata bahari di Kabupaten Gresik, tersimpan persoalan mendasar yang hingga kini b…

Ketika Ketua Golkar Jatim Disambut Pencak Silat Bawean, Warisan Budaya Leluhur yang Tetap Lestari

Ketika Ketua Golkar Jatim Disambut Pencak Silat Bawean, Warisan Budaya Leluhur yang Tetap Lestari

Sabtu, 04 Jul 2026 15:28 WIB

Sabtu, 04 Jul 2026 15:28 WIB

Jurnas.net – Safari politik Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur ke Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Sabtu, 4 Juli 2026, diawali dengan nuansa b…

Golkar Safari Politik ke Bawean, Legislator Pusat hingga Daerah Jemput Aspirasi Warga Kepulauan

Golkar Safari Politik ke Bawean, Legislator Pusat hingga Daerah Jemput Aspirasi Warga Kepulauan

Sabtu, 04 Jul 2026 13:54 WIB

Sabtu, 04 Jul 2026 13:54 WIB

Jurnas.net – Rombongan legislator Partai Golkar mulai dari anggota DPR RI, pimpinan DPRD, hingga anggota DPRD Kabupaten Gresik bertolak ke Pulau Bawean, K…

Golkar Jatim Safari Politik ke Bawean, Ali Mufthi: Konsolidasi Partai Harus Menyentuh Wilayah Kepulauan

Golkar Jatim Safari Politik ke Bawean, Ali Mufthi: Konsolidasi Partai Harus Menyentuh Wilayah Kepulauan

Sabtu, 04 Jul 2026 08:25 WIB

Sabtu, 04 Jul 2026 08:25 WIB

Jurnas.net – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur memulai safari politik ke Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Sabtu, 4 Juli 2026. Kunjungan s…