RSUD Blambangan Banyuwangi Resmi Layani Kemoterapi BPJS, Pasien Tak Perlu Dirujuk Keluar Daerah

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
RSUD Blambangan Banyuwangi. (Humas Pemkab Banyuwangi)
RSUD Blambangan Banyuwangi. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan Banyuwangi resmi membuka layanan kemoterapi bagi peserta BPJS Kesehatan mulai 1 Juni 2026. Kehadiran layanan tersebut menjadi angin segar bagi pasien kanker di Banyuwangi karena kini mereka tidak perlu lagi menjalani pengobatan ke luar daerah.

Layanan kemoterapi yang telah terintegrasi dengan BPJS Kesehatan itu diharapkan mampu mendekatkan akses pengobatan kanker sekaligus mengurangi beban biaya dan perjalanan pasien beserta keluarga.

Kerja sama layanan kemoterapi tersebut ditandai dengan penandatanganan Pakta Integritas antara RSUD Blambangan dan BPJS Kesehatan yang dilakukan di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran, Bandung. Penandatanganan dilakukan Direktur RSUD Blambangan, dr. Asiyah, bersama Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan hadirnya layanan kemoterapi BPJS di RSUD Blambangan menjadi langkah penting dalam pemerataan layanan kesehatan bagi masyarakat Banyuwangi.

“Alhamdulillah kerja sama ini bisa terealisasi. Dengan adanya layanan kemoterapi di RSUD Blambangan, pasien kini bisa mendapatkan pengobatan lebih dekat dan mudah sehingga dapat meringankan beban pasien maupun keluarga,” kata Ipuk, Kamis, 21 Mei 2026.

Menurutnya, selama ini pasien kanker peserta BPJS di Banyuwangi masih harus menjalani kemoterapi di luar daerah karena layanan tersebut belum tersedia secara penuh di rumah sakit daerah. Kini, dengan dukungan BPJS Kesehatan, pasien dapat menjalani kemoterapi langsung di Banyuwangi tanpa harus melakukan rujukan jauh ke kota lain.

“Terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah mendukung peningkatan layanan kesehatan di Banyuwangi, khususnya layanan kemoterapi,” tambahnya.

Direktur RSUD Blambangan, Asiyah menjelaskan, layanan kemoterapi BPJS akan mulai beroperasi efektif pada 1 Juni 2026. Namun, pasien yang ingin menjalani terapi tetap harus melalui konsultasi dan rekomendasi dokter penanggung jawab. “Karena kemoterapi merupakan terapi paket, maka pelaksanaannya harus berdasarkan rekomendasi dokter yang menangani pasien,” jelas dr. Asiyah.

Ia memastikan seluruh fasilitas dan sumber daya manusia penunjang layanan kemoterapi di RSUD Blambangan telah siap sepenuhnya. Rumah sakit tersebut kini telah memiliki Ruang Handling Sitotoksik untuk peracikan obat kemoterapi yang dilengkapi BioSafety Cabinet (BSC) sesuai standar keamanan medis.

Selain itu, tersedia pula Ruang One Day Care Kemoterapi yang digunakan untuk pelayanan kemoterapi rawat jalan sehingga pasien tidak harus menjalani rawat inap dalam waktu lama.

Dari sisi tenaga medis, RSUD Blambangan juga telah diperkuat berbagai dokter spesialis dan subspesialis penanganan kanker, mulai dokter subspesialis bedah onkologi, subspesialis onkologi toraks, dokter spesialis penyakit dalam dengan fellowship Internis Fellow Onkologi (IFO), hingga dokter spesialis paru dengan fellowship terapi sistemik onkologi toraks.

Layanan tersebut juga didukung tenaga kefarmasian dan perawat khusus kemoterapi yang telah disiapkan untuk menunjang kualitas pelayanan pasien kanker di Banyuwangi. Dengan hadirnya layanan kemoterapi BPJS di RSUD Blambangan, Pemkab Banyuwangi berharap masyarakat bisa memperoleh layanan kesehatan kanker yang lebih cepat, mudah dijangkau, dan berkualitas tanpa harus keluar daerah.

Berita Terbaru

Kunjungi Bawean, Legislator Golkar Janji Kawal Aspirasi Infrastruktur hingga Wisata

Kunjungi Bawean, Legislator Golkar Janji Kawal Aspirasi Infrastruktur hingga Wisata

Minggu, 05 Jul 2026 08:09 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 08:09 WIB

Jurnas.net - Kunjungan tiga anggota DPR RI dari Partai Golkar ke Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, tidak hanya menjadi agenda konsolidasi organisasi. Lebih dari…

Warga Bawean Sampaikan Aspirasi kepada Legislator Golkar: Transportasi Laut, Pupuk, hingga Rumah Sakit Mendesak Dibenahi

Warga Bawean Sampaikan Aspirasi kepada Legislator Golkar: Transportasi Laut, Pupuk, hingga Rumah Sakit Mendesak Dibenahi

Minggu, 05 Jul 2026 06:18 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 06:18 WIB

Jurnas.net – Di balik panorama Pulau Bawean yang dikenal sebagai destinasi wisata bahari di Kabupaten Gresik, tersimpan persoalan mendasar yang hingga kini b…

Ketika Ketua Golkar Jatim Disambut Pencak Silat Bawean, Warisan Budaya Leluhur yang Tetap Lestari

Ketika Ketua Golkar Jatim Disambut Pencak Silat Bawean, Warisan Budaya Leluhur yang Tetap Lestari

Sabtu, 04 Jul 2026 15:28 WIB

Sabtu, 04 Jul 2026 15:28 WIB

Jurnas.net – Safari politik Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur ke Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Sabtu, 4 Juli 2026, diawali dengan nuansa b…

Golkar Safari Politik ke Bawean, Legislator Pusat hingga Daerah Jemput Aspirasi Warga Kepulauan

Golkar Safari Politik ke Bawean, Legislator Pusat hingga Daerah Jemput Aspirasi Warga Kepulauan

Sabtu, 04 Jul 2026 13:54 WIB

Sabtu, 04 Jul 2026 13:54 WIB

Jurnas.net – Rombongan legislator Partai Golkar mulai dari anggota DPR RI, pimpinan DPRD, hingga anggota DPRD Kabupaten Gresik bertolak ke Pulau Bawean, K…

Golkar Jatim Safari Politik ke Bawean, Ali Mufthi: Konsolidasi Partai Harus Menyentuh Wilayah Kepulauan

Golkar Jatim Safari Politik ke Bawean, Ali Mufthi: Konsolidasi Partai Harus Menyentuh Wilayah Kepulauan

Sabtu, 04 Jul 2026 08:25 WIB

Sabtu, 04 Jul 2026 08:25 WIB

Jurnas.net – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur memulai safari politik ke Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Sabtu, 4 Juli 2026. Kunjungan s…

Pelaku Curanmor Didominasi Anak Sekolah, DPRD Jatim Desak Pemprov Perkuat Ketahanan Keluarga

Pelaku Curanmor Didominasi Anak Sekolah, DPRD Jatim Desak Pemprov Perkuat Ketahanan Keluarga

Sabtu, 04 Jul 2026 07:12 WIB

Sabtu, 04 Jul 2026 07:12 WIB

Jurnas.net – Temuan kepolisian bahwa pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Jawa Timur didominasi anak-anak usia sekolah memunculkan kekhawatiran b…