Sidang Digelar Tertutup: 25 Terdakwa Kasus Pesta Gay Mulai Diadili di PN Surabaya

author Dadang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Puluhan terdakwa peserta pesta gay hendak menajalani sidang perdana di PN Surabaya. (Insani/Jurnas.net)
Puluhan terdakwa peserta pesta gay hendak menajalani sidang perdana di PN Surabaya. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Pengadilan Negeri (PN) Surabaya resmi membuka proses hukum kasus dugaan tindak pidana pornografi yang dikenal sebagai Siwalan Party. Sebanyak 25 terdakwa menjalani sidang perdana pada Senin, 9 Februari 2026, dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sidang digelar secara tertutup di Ruang Sidang Sari 3. Majelis hakim menegaskan persidangan tidak dibuka untuk umum karena materi perkara menyangkut kesusilaan serta dugaan pelanggaran Undang-Undang Pornografi, sehingga membutuhkan kehati-hatian dalam pemeriksaan.

Perkara ini mencuat karena melibatkan jumlah terdakwa yang besar. Secara keseluruhan, terdapat 34 terdakwa yang diproses melalui beberapa berkas perkara. Sebanyak 25 terdakwa yang disidangkan hari ini merupakan peserta kegiatan yang disebut sebagai Siwalan Party, sementara sembilan terdakwa lainnya diproses dalam tiga berkas terpisah dan akan menjalani sidang pada agenda berbeda.

Dalam persidangan, JPU Dedi Arisandi membacakan dakwaan yang menyatakan para terdakwa diduga melanggar Pasal 36 juncto Pasal 10 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Tak hanya itu, jaksa juga menerapkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yakni Pasal 414 ayat (1) huruf a juncto Pasal 20 huruf c.

Penerapan KUHP baru ini menjadi sorotan karena sidang perdana tersebut sekaligus menjadi ujian awal konstruksi hukum jaksa dalam membuktikan unsur pidana terhadap para terdakwa di persidangan.

Usai pembacaan dakwaan, majelis hakim menunda sidang dan menjadwalkan sidang lanjutan pada 18 Februari 2026 dengan agenda pemeriksaan perkara dan tahapan pembuktian.
Kuasa hukum salah satu terdakwa, Junior Aritonang, menyatakan pihaknya telah mencermati surat dakwaan yang dibacakan jaksa. Menurutnya, dakwaan telah memenuhi unsur formil dalam proses peradilan.

“Dakwaan sudah memuat identitas para terdakwa, waktu kejadian, serta uraian peristiwa. Kami akan mencermati bagaimana jaksa membuktikan dakwaan tersebut pada sidang berikutnya,” kata Junior kepada wartawan.

Puluhan terdakwa peserta pesta gay menajalani sidang perdana di PN Surabaya. (Insani/Jurnas.net)Puluhan terdakwa peserta pesta gay menajalani sidang perdana di PN Surabaya. (Insani/Jurnas.net)

Ia menambahkan, tim penasihat hukum akan menyiapkan langkah pembelaan serta menunggu agenda pemeriksaan saksi dan alat bukti yang diajukan penuntut umum.

Kasus ini bermula dari penggerebekan aparat kepolisian setelah adanya laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di sebuah kamar hotel di kawasan Jalan Ngagel, Surabaya. Petugas gabungan dari Satsamapta Polrestabes Surabaya dan Polsek Wonokromo kemudian melakukan penyelidikan di lokasi.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan puluhan pria yang diduga terlibat dan membawa mereka ke Mapolrestabes Surabaya untuk pemeriksaan lanjutan. Berdasarkan pendataan penyidik, para peserta berasal dari berbagai daerah, mulai dari Surabaya, Sidoarjo, Malang, hingga Bandung.

Selain pemeriksaan identitas dan peran masing-masing, penyidik juga menelusuri dugaan penyebaran undangan kegiatan melalui media sosial, guna mengungkap kemungkinan adanya tindak pidana lain yang berkaitan dengan perkara ini.

Kini, seluruh rangkaian peristiwa tersebut bermuara di ruang sidang, dengan pembuktian jaksa di pengadilan menjadi penentu arah dan akhir tanggung jawab pidana para terdakwa.

Berita Terbaru

Polda Jatim Bongkar Sindikat OTP Ilegal, Ribuan SIM Card Pakai Data Pribadi Warga

Polda Jatim Bongkar Sindikat OTP Ilegal, Ribuan SIM Card Pakai Data Pribadi Warga

Selasa, 12 Mei 2026 11:41 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 11:41 WIB

Jurnas.net - Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Timur membongkar praktik penyalahgunaan data pribadi untuk registrasi puluhan ribu SIM card ilegal yang…

Banyuwangi Sambut 56 Biksu Thudong dari 4 Negara, Tebar Pesan Damai Menuju Waisak Borobudur

Banyuwangi Sambut 56 Biksu Thudong dari 4 Negara, Tebar Pesan Damai Menuju Waisak Borobudur

Selasa, 12 Mei 2026 10:24 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 10:24 WIB

Jurnas.net – Sebanyak 56 biksu peserta ritual Thudong tiba di Kelenteng atau Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Tik Liong Tian, Rogojampi, Banyuwangi, Senin, 11 M…

KI Jatim Sebut PT SIER Jadi Satu-satunya BUMD Paling Informatif di Jawa Timur

KI Jatim Sebut PT SIER Jadi Satu-satunya BUMD Paling Informatif di Jawa Timur

Selasa, 12 Mei 2026 09:31 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 09:31 WIB

Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut atau PT SIER kembali mendapat pengakuan sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan kinerja keterbukaan i…

15 IKD Jatim Gagal Tercapai, Pansus Sorot Lemahnya Kinerja Pendidikan dan Kesehatan Era Khofifah-Emil

15 IKD Jatim Gagal Tercapai, Pansus Sorot Lemahnya Kinerja Pendidikan dan Kesehatan Era Khofifah-Emil

Selasa, 12 Mei 2026 08:32 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 08:32 WIB

Jurnas.net – Kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak mendapat s…

Pemkot Surabaya Resmikan 3 PAUD Negeri Baru untuk Perkuat Pendidikan Inklusif dan Sekolah Terintegrasi

Pemkot Surabaya Resmikan 3 PAUD Negeri Baru untuk Perkuat Pendidikan Inklusif dan Sekolah Terintegrasi

Selasa, 12 Mei 2026 07:12 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 07:12 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali memperkuat komitmennya dalam membangun pendidikan yang inklusif, merata, dan dekat dengan masyarakat. W…

Gus Lilur: Transformasi Rokok Ilegal dan KEK Madura Jadi Kunci Selamatkan Industri Tembakau Rakyat

Gus Lilur: Transformasi Rokok Ilegal dan KEK Madura Jadi Kunci Selamatkan Industri Tembakau Rakyat

Selasa, 12 Mei 2026 06:27 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 06:27 WIB

Jurnas.net – Pengusaha rokok sekaligus Owner Bandar Rokok Nusantara Global Grup (BARONG Grup), HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, kembali m…