Selamat Jalan Mas Awi, Politisi Kalem yang Mengabdi dalam Senyap untuk Surabaya

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, semasa hidupnya. (Istimewa)
Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, semasa hidupnya. (Istimewa)

Jurnas.net - Surabaya kehilangan salah satu putra terbaiknya. Adi Sutarwijono, yang akrab disapa Mas Awi, wafat pada Selasa, 10 Februari 2026, pukul 20.36 WIB di Jakarta. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga dan partai, tetapi juga bagi kota yang ia abdikan dengan sepenuh hati.

Mas Awi lahir di Blitar, 4 Agustus 1968. Jalan hidupnya adalah perjalanan panjang pengabdian—berangkat dari dunia jurnalistik hingga mencapai posisi strategis sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya. Sebuah lintasan karier yang tidak instan, dibangun perlahan dengan konsistensi, kesabaran, dan integritas.

Ia mengawali kiprahnya sebagai wartawan. Dari ruang redaksi itulah karakter Mas Awi ditempa: berpikir tenang, bertumpu pada data, serta peka terhadap suara publik. Nilai-nilai jurnalistik tersebut tak pernah ia tinggalkan, bahkan ketika ia memilih jalur politik bersama PDI Perjuangan.

Ia menapaki tangga politik dari bawah, menguatkan struktur partai, hingga dipercaya menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya dan akhirnya memimpin lembaga legislatif kota ini.

Sebagai Ketua DPRD, Mas Awi dikenal sebagai figur yang kalem, dingin, dan tidak reaktif. Dalam dunia politik yang kerap gaduh, ia memilih jalan dialog ketimbang polemik. Ia lebih banyak mendengar, merangkum persoalan dengan jernih, lalu mengambil keputusan secara matang. Ia bekerja dalam senyap tanpa hiruk-pikuk, tanpa ambisi sorotan.

Bagi banyak orang, Mas Awi adalah penolong yang tidak ribut. Mudah dihubungi, ringan tangan membantu, dan tak pernah membesarkan masalah. Ia hadir untuk menyelesaikan, bukan memperpanjang. Karena itu, penghormatan kepadanya datang dari berbagai arah: kawan seperjuangan, lawan politik, jurnalis, aktivis, hingga warga biasa yang pernah merasakan sentuhan kepeduliannya.

Kepergian Mas Awi bukan sekadar kehilangan seorang pejabat publik. Surabaya kehilangan sosok pemimpin yang menjunjung etika, kesantunan, dan akal sehat dalam berpolitik—nilai-nilai yang kian langka di tengah dinamika kekuasaan.

Jenazah almarhum akan diberangkatkan dari Jakarta pada Rabu (11/02) siang dan disemayamkan di Grand Heaven Surabaya. Rencana pemakaman akan dilaksanakan pada Kamis di Taman Makam Keputih, Surabaya.

🌹 Selamat jalan, Mas Awi.
Terima kasih atas persahabatan, keteladanan, dan pengabdianmu.
Jejak langkahmu akan tetap hidup dalam ingatan kami dan dalam perjalanan Kota Surabaya ke depan.

Berita Terbaru

Rais Aam Ternyata Awam: Plagiat dan Salah Pasang Harkat Saat Pidato Penutupan Munas - Konbes NU 

Rais Aam Ternyata Awam: Plagiat dan Salah Pasang Harkat Saat Pidato Penutupan Munas - Konbes NU 

Minggu, 28 Jun 2026 16:03 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 16:03 WIB

Catatan atas Pidato Kiai Miftah di Penutupan Munas-Konbes NU di Bangkalan Saya menyimak pidato berbahasa Arab Kiai Miftahul Akhyar dalam Munas-Konbes NU di…

Sungai Code di Yogyakarta Dinormalisasi untuk Kembalikan Fungsi Alami dan Perbaikan Lingkungan

Sungai Code di Yogyakarta Dinormalisasi untuk Kembalikan Fungsi Alami dan Perbaikan Lingkungan

Sabtu, 27 Jun 2026 20:45 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 20:45 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota Yogyakarta memulai proses normalisasi Sungai Code dengan menurunkan alat berat di kawasan Jembatan Sarjito. Normalisasi tersebut me…

Kolaborasi Desainer dan Seniman di Balik Batik Livable Art Purana dan Puragraph 

Kolaborasi Desainer dan Seniman di Balik Batik Livable Art Purana dan Puragraph 

Sabtu, 27 Jun 2026 18:51 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 18:51 WIB

Jurnas.net – Sejumlah kain batik panjang dipajang di salah satu sudut bangunan Hörbiss di YATS Colony Yogyakarta. Deretan kain batik itu ditelurkan hasil kolabo…

Eri Cahyadi Perintahkan Inspektorat Periksa Tiga Camat yang Abai Layani Warga, Terancam Dicopot

Eri Cahyadi Perintahkan Inspektorat Periksa Tiga Camat yang Abai Layani Warga, Terancam Dicopot

Sabtu, 27 Jun 2026 15:31 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 15:31 WIB

Jurnas.net – Sidak yang dilakukan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membuka tabir lemahnya respons sebagian aparatur wilayah terhadap persoalan warga. Temuan itu b…

Kelangkaan Pertalite dan Bio Solar Dinilai Gagalnya Distribusi, DPRD Jatim Desak Pertamina Bertanggung Jawab

Kelangkaan Pertalite dan Bio Solar Dinilai Gagalnya Distribusi, DPRD Jatim Desak Pertamina Bertanggung Jawab

Sabtu, 27 Jun 2026 14:19 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 14:19 WIB

Jurnas.net – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Bio Solar di berbagai daerah di Jawa Timur mendapat sorotan tajam dari Anggota K…

Perjalanan Tengkar KH Miftahul Akhyar

Perjalanan Tengkar KH Miftahul Akhyar

Sabtu, 27 Jun 2026 13:12 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 13:12 WIB

Jurnas.net – Dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang terus menjadi sorotan publik memunculkan keprihatinan dari kalangan warga Nahdlatul U…