Gus Atho Reses ke Jombang, Warga Keluhkan Pupuk Langka dan Modal UMKM yang Seret

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Ahmad Athoillah (Gus Atho), reses di Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. (Insani/Jurnas.net)
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Ahmad Athoillah (Gus Atho), reses di Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Agenda Reses Masa Persidangan II Tahun 2025–2026 yang digelar Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Ahmad Athoillah (Gus Atho), di Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Selasa, 10 Februari 2026. Forum ini menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan keluhan yang mereka hadapi, terkait kelangkaan pupuk bagi petani dan keterbatasan modal bagi pelaku UMKM.

Reses tersebut turut dihadiri Ketua Fraksi PKB DPRD Jombang, Subaidi, sebagai wujud sinergi antara legislatif provinsi dan kabupaten. Kehadiran dua wakil rakyat lintas tingkatan ini disambut antusias ratusan warga yang berharap aspirasinya tidak berhenti di forum reses, tetapi benar-benar berujung pada kebijakan dan program nyata.

Dalam dialog terbuka, para petani Plosogeneng menyampaikan keluhan terkait akses pupuk bersubsidi yang semakin sulit, sementara biaya produksi pertanian terus meningkat. Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada penurunan pendapatan petani, terlebih saat harga gabah di tingkat petani belum sepenuhnya stabil.

Keluhan tersebut sejalan dengan persoalan yang masih dihadapi sektor pertanian Jawa Timur, di mana ketergantungan petani pada pupuk bersubsidi masih tinggi, sementara mekanisme distribusi kerap tidak tepat sasaran. Warga berharap adanya pembenahan distribusi pupuk dari hulu ke hilir serta penguatan pengawasan agar pupuk benar-benar diterima petani yang berhak.

“Petani butuh kepastian pupuk dan harga. Kalau pupuk sulit, hasil panen ikut terganggu,” keluh salah satu petani dalam forum tersebut.

Selain pertanian, sektor UMKM juga menjadi sorotan utama. Sejumlah pelaku usaha mikro di Desa Plosogeneng mengaku memiliki semangat berwirausaha yang tinggi, namun terbentur akses permodalan yang terbatas dan minimnya pendampingan usaha.

Padahal, berdasarkan kecenderungan ekonomi daerah, UMKM masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat desa. Warga berharap adanya skema bantuan modal yang lebih mudah diakses, pendampingan berkelanjutan, serta pelatihan pemasaran digital agar produk lokal mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Gus Atho menegaskan bahwa kehadiran Ketua Fraksi PKB DPRD Jombang dalam reses ini bertujuan agar setiap aspirasi dapat langsung dipetakan sesuai kewenangannya.

“Ada persoalan yang menjadi kewenangan kabupaten, ada juga yang menjadi tanggung jawab provinsi. Dengan hadirnya Pak Subaidi, kita bisa langsung membagi peran. Soal pertanian, bantuan alat dan kebijakan pendukung akan saya kawal di tingkat provinsi. Yang bersifat teknis dan kewenangan kabupaten akan dikawal di DPRD Jombang,” ujar Gus Atho.

Senada dengan itu, Subaidi menyatakan komitmennya untuk mengawal ketat aspirasi warga Plosogeneng, khususnya yang berkaitan dengan sektor pertanian dan penguatan UMKM. “Keluhan pupuk dan modal UMKM ini adalah persoalan nyata yang dihadapi warga. Kami di DPRD Jombang akan memastikan usulan ini masuk dalam perencanaan dan pembahasan daerah. Sinergi dengan DPRD Provinsi menjadi kekuatan agar solusi bisa lebih cepat dirasakan masyarakat,” tegas Subaidi.

Agenda reses diutup dengan komitmen bersama untuk mengawal hasil dialog hingga masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Gus Atho menegaskan bahwa reses tahun 2026 harus menghasilkan langkah konkret, bukan sekadar serap aspirasi.

"Reses bukan hanya mendengar keluhan, tapi memastikan ada solusi nyata bagi petani dan pelaku UMKM di tengah tantangan ekonomi dan upaya pemulihan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Polda Jatim Bongkar Sindikat OTP Ilegal, Ribuan SIM Card Pakai Data Pribadi Warga

Polda Jatim Bongkar Sindikat OTP Ilegal, Ribuan SIM Card Pakai Data Pribadi Warga

Selasa, 12 Mei 2026 11:41 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 11:41 WIB

Jurnas.net - Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Timur membongkar praktik penyalahgunaan data pribadi untuk registrasi puluhan ribu SIM card ilegal yang…

Banyuwangi Sambut 56 Biksu Thudong dari 4 Negara, Tebar Pesan Damai Menuju Waisak Borobudur

Banyuwangi Sambut 56 Biksu Thudong dari 4 Negara, Tebar Pesan Damai Menuju Waisak Borobudur

Selasa, 12 Mei 2026 10:24 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 10:24 WIB

Jurnas.net – Sebanyak 56 biksu peserta ritual Thudong tiba di Kelenteng atau Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Tik Liong Tian, Rogojampi, Banyuwangi, Senin, 11 M…

KI Jatim Sebut PT SIER Jadi Satu-satunya BUMD Paling Informatif di Jawa Timur

KI Jatim Sebut PT SIER Jadi Satu-satunya BUMD Paling Informatif di Jawa Timur

Selasa, 12 Mei 2026 09:31 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 09:31 WIB

Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut atau PT SIER kembali mendapat pengakuan sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan kinerja keterbukaan i…

Pemkot Surabaya Resmikan 3 PAUD Negeri Baru untuk Perkuat Pendidikan Inklusif dan Sekolah Terintegrasi

Pemkot Surabaya Resmikan 3 PAUD Negeri Baru untuk Perkuat Pendidikan Inklusif dan Sekolah Terintegrasi

Selasa, 12 Mei 2026 07:12 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 07:12 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali memperkuat komitmennya dalam membangun pendidikan yang inklusif, merata, dan dekat dengan masyarakat. W…

Gus Lilur: Transformasi Rokok Ilegal dan KEK Madura Jadi Kunci Selamatkan Industri Tembakau Rakyat

Gus Lilur: Transformasi Rokok Ilegal dan KEK Madura Jadi Kunci Selamatkan Industri Tembakau Rakyat

Selasa, 12 Mei 2026 06:27 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 06:27 WIB

Jurnas.net – Pengusaha rokok sekaligus Owner Bandar Rokok Nusantara Global Grup (BARONG Grup), HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, kembali m…

Pansus LKPJ 2025 Sentil Pemprov Jatim: SILPA Rp3,3 Triliun Mengendap Saat Kemiskinan Masih Tinggi

Pansus LKPJ 2025 Sentil Pemprov Jatim: SILPA Rp3,3 Triliun Mengendap Saat Kemiskinan Masih Tinggi

Senin, 11 Mei 2026 15:32 WIB

Senin, 11 Mei 2026 15:32 WIB

Jurnas.net – DPRD Jawa Timur melontarkan kritik tajam terhadap pola pembangunan Pemerintah Provinsi Jatim dalam pembahasan Laporan Keterangan P…