Ramai BPJS PBI Mendadak Nonaktif, DPRD Jatim Desak Pemprov Buka Posko Reaktivasi

author Dadang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. (Insani/Jurnas.net)
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Ramainya keluhan masyarakat terkait status Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) BPJS Kesehatan yang mendadak nonaktif kini menjadi perhatian serius DPRD Jawa Timur. Kebijakan yang sejatinya bertujuan merapikan data penerima bantuan justru dinilai berpotensi mengganggu hak dasar warga miskin atas layanan kesehatan.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dipandang sekadar sebagai masalah administratif. Menurutnya, dampak kebijakan tersebut telah menyentuh langsung aspek kemanusiaan, terutama bagi warga dengan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar soal data atau sistem, tapi menyangkut nyawa dan keberlangsungan hidup masyarakat rentan,” kata Puguh, Jumat, 6 Februari 2026.

Puguh menjelaskan bahwa penonaktifan kepesertaan PBI JK merujuk pada Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 3 Tahun 2026, yang mengatur transformasi basis data penerima bantuan dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) ke Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Secara konsep, kebijakan ini bertujuan memastikan bantuan negara tepat sasaran.

“Secara niat, kebijakan ini baik. Negara ingin memastikan PBI BPJS Kesehatan benar-benar diterima warga tidak mampu, sementara yang sudah mampu diarahkan beralih ke kepesertaan mandiri,” jelas Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim itu.

Namun, ia menilai implementasi kebijakan tersebut di lapangan jauh dari ideal. Banyak warga yang secara ekonomi masih sangat membutuhkan justru baru mengetahui kepesertaan PBI mereka dinonaktifkan saat hendak mengakses layanan kesehatan di rumah sakit.

“Bayangkan pasien gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah rutin, pasien kanker yang sedang kemoterapi, penderita hemofilia, anemia berat, dan penyakit kronis lainnya. Mereka datang berobat, tapi kartu BPJS-nya tiba-tiba tidak aktif. Ini kondisi yang sangat memprihatinkan dan tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia, Jawa Timur disebut memiliki jumlah penerima PBI BPJS Kesehatan yang sangat besar. Tanpa mekanisme penanganan cepat dan terkoordinasi, kondisi ini dikhawatirkan memicu krisis layanan kesehatan sekaligus memperlebar masalah sosial di masyarakat.

Karena itu, Puguh mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk segera mengambil langkah konkret. Ia meminta Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta BPJS Kesehatan Kanwil Jatim membuka posko reaktivasi dan layanan terpadu, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Harus ada posko yang jelas dan mudah diakses masyarakat. Jangan biarkan warga kebingungan ke mana harus mengadu. Jika memang masih layak sebagai penerima PBI, kepesertaan harus bisa segera direaktivasi tanpa prosedur berbelit,” ucapnya.

Puguh menegaskan bahwa transisi sistem data nasional tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan hak masyarakat miskin. Negara, menurutnya, memiliki kewajiban konstitusional untuk memastikan setiap kebijakan reformasi birokrasi tetap berpihak pada kelompok paling rentan.

Puguh berharap Pemprov Jawa Timur segera merespons persoalan ini secara cepat dan responsif agar akses layanan kesehatan tetap terjamin, khususnya bagi masyarakat yang sepenuhnya bergantung pada program PBI BPJS Kesehatan.

"Jangan sampai peralihan dari DTKS ke DTSEN justru menciptakan korban baru. Hak warga miskin atas layanan kesehatan adalah amanat konstitusi yang tidak boleh terputus hanya karena persoalan administratif,” tandasnya.

Berita Terbaru

Golkar Jatim Gelar Salat Id, Khatib Ingatkan Menyakiti Sesama Bisa Menghapus Pahala

Golkar Jatim Gelar Salat Id, Khatib Ingatkan Menyakiti Sesama Bisa Menghapus Pahala

Sabtu, 21 Mar 2026 13:39 WIB

Sabtu, 21 Mar 2026 13:39 WIB

Jurnas.net – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur menggelar Salat Idul Fitri 1447 H/2026 M bersama ratusan jamaah di Masjid Al Mujahidin, k…

Replika Rudal Iran Jadi Ikon Takbiran di Pulau Bawean 2026

Replika Rudal Iran Jadi Ikon Takbiran di Pulau Bawean 2026

Jumat, 20 Mar 2026 21:30 WIB

Jumat, 20 Mar 2026 21:30 WIB

Jurnas.net - Malam takbiran di Desa Kepuh Teluk, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tak sekadar menjadi perayaan menyambut Idulfitri…

Gus Atho’ Soroti Jalan Rusak dan Potensi Macet Wisata di Mojokerto–Jombang Jelang Lebaran

Gus Atho’ Soroti Jalan Rusak dan Potensi Macet Wisata di Mojokerto–Jombang Jelang Lebaran

Kamis, 19 Mar 2026 03:06 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 03:06 WIB

Jurnas.net - Menjelang arus mudik Lebaran, persoalan klasik infrastruktur kembali menjadi sorotan. Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Ahmad Athoillah,…

Antusiasme Tinggi, SIER Tambah Armada Mudik Gratis Jadi 12 Bus Jelang Lebaran 2026

Antusiasme Tinggi, SIER Tambah Armada Mudik Gratis Jadi 12 Bus Jelang Lebaran 2026

Rabu, 18 Mar 2026 11:01 WIB

Rabu, 18 Mar 2026 11:01 WIB

Jurnas.net — PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026 dengan m…

Suramadu dalam Bayang-Bayang Risiko: Antara Kelalaian dan Ancaman Nyata Saat Mudik Lebaran

Suramadu dalam Bayang-Bayang Risiko: Antara Kelalaian dan Ancaman Nyata Saat Mudik Lebaran

Rabu, 18 Mar 2026 09:24 WIB

Rabu, 18 Mar 2026 09:24 WIB

Jurnas.net – Menjelang arus mudik Idulfitri 2026, Jembatan Suramadu justru berada dalam sorotan tajam. Bukan karena kesiapan infrastruktur, melainkan akibat m…

Geopolitik Memanas, Jatim Tetap Optimistis Kejar Target Investasi Rp147,7 Triliun di 2026

Geopolitik Memanas, Jatim Tetap Optimistis Kejar Target Investasi Rp147,7 Triliun di 2026

Rabu, 18 Mar 2026 03:52 WIB

Rabu, 18 Mar 2026 03:52 WIB

Jurnas.net – Memanasnya tensi geopolitik global akibat konflik antara Iran, Israel, serta keterlibatan Amerika Serikat mulai menjadi perhatian terhadap s…