Reses di Sumobito Jombang, Gus Atho Fokus Ketahanan Pangan dan Penguatan Ekonomi Digital Desa

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Ahmad Athoillah alias Gus Atho, saat reses di Kecamatan Sumobito, Jombang. (Insani/Jurnas.net)
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Ahmad Athoillah alias Gus Atho, saat reses di Kecamatan Sumobito, Jombang. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Reses bukan sekadar agenda rutin legislator, tetapi menjadi ruang strategis untuk merumuskan solusi nyata berbasis kebutuhan lapangan. Hal inilah yang terlihat dalam Reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Ahmad Athoillah alias Gus Atho, di Aula MWC NU Kecamatan Sumobito, Senin, 9 Februari 2026.

Mengambil lokasi di jantung komunitas Nahdliyin, Gus Atho memanfaatkan momentum reses sebagai forum konsolidasi antara masyarakat, organisasi keagamaan, dan wakil rakyat dalam merespons tantangan pembangunan, khususnya pasca-bencana banjir dan tekanan ekonomi desa.

Kegiatan ini turut dihadiri Abah Mas’ud Zuremi, Anggota Fraksi PKB DPRD Jombang. Kehadiran dua legislator lintas tingkat ini memperkuat dialog substantif bersama pengurus NU, kelompok tani, pelaku UMKM, hingga tokoh masyarakat Sumobito.

Pertanian Pasca-Banjir: Dari Keluhan Menuju Skema Ketahanan Pangan

Cuaca ekstrem yang melanda Jombang pada awal 2026 menjadikan sektor pertanian sebagai isu dominan dalam forum reses. Warga menyampaikan sejumlah persoalan krusial yang dinilai mengancam ketahanan pangan daerah.

Mulai dari buruknya sistem drainase primer yang memicu banjir berulang di lahan persawahan, keterbatasan benih bantuan bagi petani terdampak, hingga kebutuhan mendesak alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk menekan risiko gagal panen.

Distribusi pupuk subsidi yang belum sepenuhnya tepat sasaran juga menjadi sorotan, mengingat posisi strategis Jombang sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Timur. Menanggapi hal tersebut, Gus Atho menegaskan bahwa mitigasi pertanian pasca-banjir harus menjadi prioritas kebijakan provinsi.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Ahmad Athoillah alias Gus Atho, saat reses di Kecamatan Sumobito, Jombang. (Insani/Jurnas.net)Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Ahmad Athoillah alias Gus Atho, saat reses di Kecamatan Sumobito, Jombang. (Insani/Jurnas.net)

Ia berkomitmen mengawal program rehabilitasi irigasi, proteksi usaha tani, serta penguatan sarana produksi pertanian dalam pembahasan anggaran di DPRD Jatim.

Selain sektor pangan, aspirasi masyarakat mengerucut pada ketimpangan infrastruktur dasar, terutama kondisi jalan penghubung desa dan minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU). Warga menilai akses yang layak dan penerangan memadai bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga keamanan dan pergerakan ekonomi desa.

Gus Atho menyatakan akan mendorong sinkronisasi program Pemprov Jatim dengan kebutuhan riil kecamatan, agar pembangunan tidak berhenti di pusat kota, melainkan menyentuh wilayah pinggiran seperti Sumobito.

Menariknya, reses ini tidak hanya membahas persoalan fisik, tetapi juga arah masa depan ekonomi warga NU. Gus Atho menekankan pentingnya penguatan NUConomic melalui transformasi digital UMKM, khususnya bagi generasi muda dan komunitas pesantren.

"Memasuki era digital 2026, pesantren dan desa harus menjadi pelaku utama ekonomi kreatif dan digital. Kita tidak boleh membiarkan warga NU hanya menjadi penonton di tengah arus transformasi ekonomi,” tegas politisi PKB tersebut.

Program pendampingan UMKM berbasis digital, akses permodalan, hingga integrasi produk lokal ke pasar daring menjadi bagian dari visi yang disampaikan dalam forum tersebut.

Seluruh masukan masyarakat, mulai dari bantuan modal usaha, peningkatan kesejahteraan guru ngaji, hingga perbaikan jaringan irigasi, akan dirumuskan dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Jawa Timur.

"Tentu aspirasi masyarakat akan menjadi catatan reses, dan kami akan perjuangkan dalam rapat-rapat resmi di DPRD Jatim, agar masuk dalam skema pendanaan APBD Provinsi Jawa Timur tahun anggaran mendatang," pungkasnya.

Berita Terbaru

Selamat Jalan Mas Awi, Politisi Kalem yang Mengabdi dalam Senyap untuk Surabaya

Selamat Jalan Mas Awi, Politisi Kalem yang Mengabdi dalam Senyap untuk Surabaya

Selasa, 10 Feb 2026 22:27 WIB

Selasa, 10 Feb 2026 22:27 WIB

Jurnas.net - Surabaya kehilangan salah satu putra terbaiknya. Adi Sutarwijono, yang akrab disapa Mas Awi, wafat pada Selasa, 10 Februari 2026, pukul 20.36 WIB…

BPBD Jatim Cetak Siswa Jadi Agen Mitigasi Bencana Lewat SPAB

BPBD Jatim Cetak Siswa Jadi Agen Mitigasi Bencana Lewat SPAB

Selasa, 10 Feb 2026 16:43 WIB

Selasa, 10 Feb 2026 16:43 WIB

Jurnas.net - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mulai menanamkan budaya sadar bencana langsung dari ruang kelas. Langkah ini diwujudkan…

Skandal Dana Hibah Jatim: KPK Jadwalkan Khofifah Diperiksa di Pengadilan Tipikor Pekan Ini

Skandal Dana Hibah Jatim: KPK Jadwalkan Khofifah Diperiksa di Pengadilan Tipikor Pekan Ini

Selasa, 10 Feb 2026 14:31 WIB

Selasa, 10 Feb 2026 14:31 WIB

Jurnas.net - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dijadwalkan kembali menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis, 12…

TKA 2026, Dispendik Surabaya Fokus Adaptasi Soal Literasi dan Kesiapan Sistem

TKA 2026, Dispendik Surabaya Fokus Adaptasi Soal Literasi dan Kesiapan Sistem

Selasa, 10 Feb 2026 13:23 WIB

Selasa, 10 Feb 2026 13:23 WIB

Jurnas.net - Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 yang tinggal hitungan bulan, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya memastikan…

Waspada Virus Nipah: Kenali Gejala dan Cara Antisipasi Penularan

Waspada Virus Nipah: Kenali Gejala dan Cara Antisipasi Penularan

Selasa, 10 Feb 2026 12:46 WIB

Selasa, 10 Feb 2026 12:46 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.7.7.1/3316/436.7.2/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus…

Bank UMKM Jatim Bukukan Laba Rp27,86 Miliar di 2025, 93 Persen Kredit Disalurkan ke Sektor Produktif

Bank UMKM Jatim Bukukan Laba Rp27,86 Miliar di 2025, 93 Persen Kredit Disalurkan ke Sektor Produktif

Selasa, 10 Feb 2026 11:28 WIB

Selasa, 10 Feb 2026 11:28 WIB

Jurnas.net - PT BPR Jatim (Perseroda) atau Bank UMKM Jatim mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025. Bank milik Pemerintah Provinsi…