Reses Gus Atho di Jombang: Warga Keluhkan Pupuk dan Risiko DBD

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Ahmad Athoillah (Gus Atho) reses di Desa Brangkal, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kab. Jombang. (Insani/Jurnas.net)
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Ahmad Athoillah (Gus Atho) reses di Desa Brangkal, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kab. Jombang. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Agenda Reses Masa Persidangan II Tahun 2025–2026 Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Ahmad Athoillah (Gus Atho) di Desa Brangkal, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Rabu, 11 Februari 2026, berkembang menjadi ruang deteksi dini persoalan desa. Berbagai isu strategis mencuat, mulai dari tekanan sektor pertanian, ancaman kesehatan masyarakat, hingga problem lingkungan yang berkelindan dengan infrastruktur dasar.

Reses ini juga dihadiri Anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Jombang, Nyai Hj. Kholilah. Kehadiran dua legislator lintas tingkatan membuat dialog warga lebih terarah, aspirasi dapat langsung dipetakan berdasarkan kewenangan, mana yang ditangani kabupaten dan mana yang harus diperjuangkan di tingkat provinsi.

Keluhan paling kuat datang dari petani. Memasuki Februari 2026, mereka menghadapi tekanan ganda: luapan sungai saat musim hujan yang mengancam sawah, serta pengurangan jatah pupuk subsidi yang dirasakan signifikan. “Setelah berjibaku menyelamatkan sawah dari genangan, kami justru kesulitan pupuk. Jatahnya dikurangi, barangnya sulit,” ujar salah satu petani.

Menanggapi itu, Gus Atho menegaskan komitmennya membawa persoalan pupuk ke tingkat provinsi. Ia menilai pengurangan pupuk kimia harus diiringi solusi transisi yang adil dan terukur. “Jika subsidi pupuk kimia dikurangi, subsidi pupuk organik cair harus diperluas dan merata. Petani Jombang tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri,” tegas politisi Fraksi PKB tersebut.

Musim Hujan, Risiko DBD dan Lingkungan
Selain pertanian, kesehatan masyarakat menjadi sorotan. Curah hujan tinggi di awal 2026 dinilai meningkatkan risiko Demam Berdarah Dengue (DBD). Gus Atho mengingatkan penguatan gerakan 3M Plus dan berjanji mengoordinasikan bantuan fogging serta penguatan kader kesehatan desa melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Masalah sampah rumah tangga yang kerap dibuang ke sungai juga mencuat. Warga berharap adanya sarana pengangkut sampah (tossa) agar sungai tetap bersih dan tidak memicu pendangkalan serta penyumbatan irigasi.

Nyai Hj. Kholilah merespons aspirasi tersebut dengan menegaskan peran kabupaten. "Persoalan persampahan dan jalan lingkungan desa akan kami kawal di tingkat Kabupaten Jombang. Sinkronisasi anggaran 2026 sedang berjalan, dan Bandar Kedungmulyo kami dorong masuk prioritas,” ujarnya.

Dalam dialog yang berlangsung akrab, Gus Atho merangkum sejumlah agenda prioritas yang akan diperjuangkan di tingkat provinsi, antara lain normalisasi irigasi melalui pengerukan sedimentasi sungai untuk menekan banjir tahunan.

Kemudian bantuan benih padi bagi petani terdampak gagal panen (puso), serta pemberdayaan ekonomi keluarga, khususnya keberlanjutan bantuan modal usaha bagi ibu rumah tangga pada 2026.

“Reses ini bukan sekadar kumpul-kumpul. Ini proses ‘belanja masalah’ yang akan kami kawal masuk pembahasan APBD. Sinergi dengan DPRD kabupaten memastikan aspirasi warga tidak berhenti sebagai catatan,” pungkas Gus Atho.

Berita Terbaru

Minat Saham AS Tertokenisasi di PINTU Melonjak 68 Persen pada Kuartal III-2026

Minat Saham AS Tertokenisasi di PINTU Melonjak 68 Persen pada Kuartal III-2026

Kamis, 22 Okt 2026 19:22 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 19:22 WIB

Jurnas.net – Minat investor terhadap saham dan exchange-traded fund (ETF) Amerika Serikat (AS) tertokenisasi di platform investasi PINTU meningkat sepanjang k…

Kadindik Jatim Aries Agung Paewai Diperiksa Kasus Korupsi Hibah Pokir 2020-2023, Ini Penjelasannya

Kadindik Jatim Aries Agung Paewai Diperiksa Kasus Korupsi Hibah Pokir 2020-2023, Ini Penjelasannya

Kamis, 22 Okt 2026 15:09 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 15:09 WIB

Jurnas.net — Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, membantah terlibat dalam kegiatan yang menjadi pokok perkara dugaan korupsi d…

Jelang Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Perkuat Layanan untuk Industri di Kediri

Jelang Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Perkuat Layanan untuk Industri di Kediri

Kamis, 22 Okt 2026 13:12 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 13:12 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat koordinasi dengan pelanggan industri untuk menjaga keandalan …

Yayaya Fest, Festival Musik Bentuk Kepedulian Sosial-Lingkungan

Yayaya Fest, Festival Musik Bentuk Kepedulian Sosial-Lingkungan

Kamis, 22 Okt 2026 10:06 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 10:06 WIB

Jurnas.net - Sejumlah kalangan berkolaborasi menghadirkan Yayaya Fest 2026, sebuah festival musik yang memadukan hiburan dengan kepedulian terhadap isu sosial…

Banyuwangi Latih Ratusan Takmir Masjid Jadi Affiliate, Bantu UMKM Lepas dari Jeratan Pinjol

Banyuwangi Latih Ratusan Takmir Masjid Jadi Affiliate, Bantu UMKM Lepas dari Jeratan Pinjol

Kamis, 22 Okt 2026 08:37 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 08:37 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mendorong masjid tidak hanya menjadi pusat kegiatan ibadah, tetapi juga berperan dalam pemberdayaan e…

Pemkab Gresik Perketat Pengawasan LPG 3 Kg, Harga Pangkalan Ditetapkan Rp 18.000

Pemkab Gresik Perketat Pengawasan LPG 3 Kg, Harga Pangkalan Ditetapkan Rp 18.000

Kamis, 22 Okt 2026 07:46 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 07:46 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperkuat pengawasan penyaluran gas elpiji atau LPG bersubsidi tabung 3 kilogram (kg) untuk memastikan harga …