Jurnas.net – Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Kohir, mendorong penguatan sinergi antara TNI dan pers, untuk memastikan informasi mengenai program strategis pertahanan dan pembangunan dapat dipahami masyarakat secara utuh.
Hal tersebut disampaikan Kohir saat bersilaturahmi ke Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur di Jalan Taman Apsari, Surabaya, Selasa, 11 Agustus 2026. Kedatangan Danrem diterima langsung Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim bersama jajaran pengurus.
Lutfil mengapresiasi kunjungan tersebut. Menurut dia, semestinya jajaran PWI Jatim yang terlebih dahulu melakukan silaturahmi ke Korem 084/Bhaskara Jaya. “Seharusnya kami yang bersilaturahmi lebih dulu. Namun, ternyata beliau mendahului,” kata Lutfil yang akrab disapa Cak Item.
Dalam pertemuan tersebut, Kohir mengatakan komunikasi dengan pers bukan hal baru baginya. Sejak aktif sebagai prajurit TNI, dia mengaku kerap membangun komunikasi dan kolaborasi dengan wartawan. Menurut Kohir, posisi wartawan penting karena berada di lapangan dan bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat.
“Bagi saya, wartawan itu salah satu sumber inspirasi. Banyak ide-ide inovatif yang memang benar-benar bermanfaat untuk rakyat. Karena teman-teman itu kan biasa di lapangan sehingga tahu betul,” ujar jenderal bintang satu tersebut.
Kohir menilai sinergi antara TNI dan pers semakin penting di tengah derasnya arus informasi. Pers, kata dia, memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat sekaligus membantu masyarakat memahami berbagai kebijakan dan program pemerintah.
Salah satu program yang menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). Kohir mengakui pelaksanaan program Yonif TP menimbulkan dinamika di sejumlah daerah. Namun, di wilayah Korem 084/Bhaskara Jaya, pembangunan sejumlah satuan tersebut disebut telah berjalan.
Bahkan, beberapa wilayah telah menyelesaikan proses pembangunannya. Sementara pembangunan Yonif TP di Surabaya dan Sidoarjo masih berproses, salah satunya karena kebutuhan lahan yang cukup luas. “Tinggal di Surabaya dan Sidoarjo dalam proses karena mungkin lahan sekitar 50 hektare kan tidak mudah untuk di perkotaan. Di Madura, alhamdulillah sudah,” ujar alumnus Akademi Militer (Akmil) 1999 tersebut.
Program Yonif TP merupakan bagian dari kebijakan strategis Kementerian Pertahanan dan TNI Angkatan Darat. Konsepnya tidak hanya menempatkan prajurit sebagai kekuatan pertahanan, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pembangunan dan ketahanan masyarakat di daerah.
Dalam pelaksanaannya, Yonif TP memiliki sejumlah fungsi pendukung. Di antaranya bidang pertanian dan peternakan, kesehatan, serta zeni.
Kohir menjelaskan, Kompi Zeni misalnya, dapat mendukung pekerjaan yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur fisik, seperti jalan, jembatan, maupun fasilitas umum.
“Kompi Zeni misalnya dikerahkan untuk membangun infrastruktur fisik, jalan, jembatan, maupun fasilitas umum di kabupaten/kota bersangkutan,” katanya.
Karena program tersebut bersentuhan langsung dengan masyarakat, Kohir berharap pers dapat ikut memberikan informasi yang komprehensif kepada publik. Menurut dia, pemberitaan yang akurat dibutuhkan agar masyarakat memahami tujuan dan fungsi Yonif TP. Dengan demikian, ruang bagi informasi yang keliru atau disinformasi dapat ditekan.
“Jadi, intinya membantu percepatan pembangunan dan pemerintah daerah,” ungkap Kohir.
Ia menilai media memiliki posisi penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat. Informasi yang disampaikan secara berimbang dan berbasis fakta diharapkan dapat membantu publik memahami kebijakan secara lebih proporsional.
Kunjungan Danrem 084/Bhaskara Jaya tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat komunikasi antara Korem 084/Bhaskara Jaya dan PWI Jatim. Kedua pihak berharap komunikasi dan kolaborasi dapat terus terbangun, terutama dalam mengawal berbagai program pembangunan serta menghadirkan informasi yang edukatif dan mencerdaskan masyarakat.
Editor : Amal