Status Hukum Belum Berujung Pemberhentian, Pemkot Bandung Tunggu Keputusan Kemendagri

Wakil Wali Kota Bandung Jadi Tersangka Dugaan Kasus Korupsi, Fasilitas Jabatan Masih Melekat

author Roni K

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin. (Istimewa)
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin. (Istimewa)

Jurnas.net - Status tersangka yang disandang Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, belum berdampak pada hak administratifnya. Pemerintah Kota Bandung memastikan seluruh fasilitas dan tunjangan masih diberikan karena belum ada keputusan resmi dari Kementerian Dalam Negeri.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, bahwa pihaknya tidak dapat memberikan komentar lebih jauh mengenai perkara hukum yang menjerat wakilnya tersebut.

Saya tidak bisa berkomentar sama sekali masalah itu karena sudah ranah hukum, dan saya bukan ahli hukum, saya juga bukan pengacara," kata Farhan saat ditemui di Pendopo Kota Bandung Jumat, 24 April 2026.

Farhan menyatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum. Ia berharap perkara tersebut dapat segera memberikan kepastian hukum.

"Saya sangat mengharapkan agar proses tersebut bisa memberikan kepastian hukum, itu saja,” sambungnya.

Terkait aktivitas pemerintahan, Farhan mengungkapkan selama kurang lebih lima bulan terakhir, sejumlah tugas Wakil Wali Kota telah dialihkan. Hal itu dilakukan agar yang bersangkutan dapat fokus menghadapi proses hukum.

“Kami memberikan kesempatan kepada beliau untuk fokus kepada masalah hukumnya, karena saya tahu ini masalahnya berat. Itu sebabnya beberapa tugas saya ambil alih dan dialihkan ke beberapa OPD,” jelasnya.

Meski berstatus tersangka, Farhan memastikan seluruh hak administratif Wakil Wali Kota masih diberikan secara penuh. Hal tersebut, menurutnya, mengacu pada aturan yang berlaku, di mana pencabutan hak baru dapat dilakukan setelah adanya keputusan resmi dari pemerintah pusat.

“Masih dapat full, tunjangan masih. Semua tunjangan yang beliau dapatkan masih diberikan, karena itu baru akan ditarik apabila ada surat pemberhentian dari Kementerian Dalam Negeri,” ungkapnya.

Farhan menegaskan, kewenangan terkait status jabatan kepala daerah dan wakil kepala daerah berada di pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri.

“Kalau Anda bertanya statusnya, tanya Kementerian Dalam Negeri. Kami di daerah hanya mengikuti proses,” tegasnya.

Selain tunjangan, berbagai fasilitas kedinasan juga disebut masih melekat pada Wakil Wali Kota. Mulai dari rumah dinas, kendaraan dinas, hingga pengawalan protokoler.

“Masih menempati rumah dinas, masih punya mobil dinas, masih punya patwal, masih punya KPP, masih mendapatkan bagian dari BOP. Komunikasi juga masih rutin seperti biasa,” pungkas Farhan.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung resmi menetapkan dua pejabat aktif sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait penyalahgunaan kewenangan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung tahun anggaran 2025. 

Kedua pejabat yang ditetapkan sebagai tersangka yakni Wakil Wali Kota Bandung, Erwin berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: 410-M.2.10 FD.2.2012 tanggal 9 Desember 2025 serta Rendiana Awangga yang merupakan Anggota DPRD Kota Bandung aktif, berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: 411-M.2.10 FD.2.2012 tanggal 9 Desember 2025.

Berita Terbaru

KAI Daop 8 Surabaya Catat 6,4 Juta Penumpang pada Semester I 2026, Keluhan Pelanggan Diklaim Menurun

KAI Daop 8 Surabaya Catat 6,4 Juta Penumpang pada Semester I 2026, Keluhan Pelanggan Diklaim Menurun

Kamis, 23 Jul 2026 16:18 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 16:18 WIB

Jurnas.net – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat tren positif pada kinerja pelayanan selama Semester I 2026. Di tengah m…

Kasus HIV di Jatim Tertinggi Nasional Tembus 65.238, PKS Mendesak Pemerintah Perkuat Pencegahan

Kasus HIV di Jatim Tertinggi Nasional Tembus 65.238, PKS Mendesak Pemerintah Perkuat Pencegahan

Kamis, 23 Jul 2026 15:02 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 15:02 WIB

Jurnas.net – Jawa Timur masih menghadapi tantangan besar dalam pengendalian Human Immunodeficiency Virus (HIV). Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan D…

Lenovo Bidik Pasar Premium Lewat Laptop Edisi FIFA World Cup 2026, Andalkan AI dan Produk Koleksi

Lenovo Bidik Pasar Premium Lewat Laptop Edisi FIFA World Cup 2026, Andalkan AI dan Produk Koleksi

Kamis, 23 Jul 2026 14:23 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 14:23 WIB

Jurnas.net – Lenovo semakin agresif memperkuat posisinya di pasar perangkat premium Indonesia dengan menggabungkan inovasi kecerdasan buatan (Artificial I…

Kebun Raya Mangrove Surabaya Disulap Jadi Laboratorium Hidup, Pelajar Bisa Belajar Energi Terbarukan

Kebun Raya Mangrove Surabaya Disulap Jadi Laboratorium Hidup, Pelajar Bisa Belajar Energi Terbarukan

Kamis, 23 Jul 2026 13:16 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:16 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengembangkan Kebun Raya Mangrove (KRM) sebagai kawasan konservasi yang tidak hanya berfungsi sebagai d…

PKS dan Demokrat Jatim Perkuat Komunikasi Politik, Bahas Kolaborasi hingga Sistem Pemilu

PKS dan Demokrat Jatim Perkuat Komunikasi Politik, Bahas Kolaborasi hingga Sistem Pemilu

Kamis, 23 Jul 2026 12:01 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 12:01 WIB

Jurnas.net – Di tengah menghangatnya dinamika politik nasional pascaputusan Mahkamah Konstitusi mengenai sistem kepemiluan serta tantangan fiskal yang dihadapi …

Komunitas Nelayan Jadi Kunci Ekonomi Biru, Delegasi ASEAN-ID Blue Puji Transformasi Bangsring Banyuwangi

Komunitas Nelayan Jadi Kunci Ekonomi Biru, Delegasi ASEAN-ID Blue Puji Transformasi Bangsring Banyuwangi

Kamis, 23 Jul 2026 11:23 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 11:23 WIB

Jurnas.net – Pengelolaan potensi bahari berbasis masyarakat yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali mendapat pengakuan internasional. D…