Jurnas.net – TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan produksi kedelai sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional. Salah satu langkah yang dilakukan ialah memperluas pengelolaan lahan kedelai hingga 1.200 hektare yang dikelola oleh 55 kelompok tani di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo.
Penanaman perdana secara simbolis dilakukan di Desa Purwoagung, Kecamatan Tegaldlimo, Jumat (31/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Komandan Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) V Brigjen TNI (Mar) Suwandi, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banyuwangi Letkol Laut (P) Wishnu Krestiawan, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Wakil Komandan Kodaeral V Brigjen TNI (Mar) Suwandi mengatakan pengembangan lahan kedelai merupakan bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai. Menurut dia, kedelai merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki peran penting sebagai bahan baku industri pangan nasional sehingga peningkatan produksi dalam negeri harus menjadi perhatian bersama.
"Kedelai merupakan komoditas strategis. Karena itu, peningkatan produksi dalam negeri harus menjadi komitmen bersama melalui sinergi antara pemerintah, TNI AL, dunia usaha, akademisi, dan para petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor," kata Suwandi.
Dalam kegiatan tersebut, TNI AL menyalurkan bantuan 60 ton benih kedelai unggul kepada 55 kelompok tani untuk ditanam di lahan seluas 1.200 hektare. Benih yang diberikan terdiri atas dua varietas, yakni Grobogan sebanyak 44,25 ton dan Baluran sebanyak 15,75 ton.
Selain benih, para petani juga menerima bantuan 10 paket alat dan mesin pertanian (alsintan) guna mendukung peningkatan produktivitas budidaya kedelai. Suwandi berharap dukungan tersebut mampu meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.
"Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kesejahteraan petani, serta memastikan ketersediaan pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat," katanya.
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengatakan sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Salah satu komoditas yang menunjukkan tren pertumbuhan positif adalah kedelai. Ia menjelaskan, luas tanam kedelai di Banyuwangi pada 2024 mencapai 3.040 hektare dengan produksi 6.153 ton. Pada 2025, luas tanam meningkat menjadi 3.917 hektare dengan produksi mencapai 7.932 ton.
Sementara hingga 29 Juli 2026, luas panen kedelai telah mencapai 793 hektare dengan produksi sementara 1.586 ton, dan diperkirakan masih akan bertambah seiring berlangsungnya musim tanam. Menurut Mujiono, peningkatan produksi tersebut menjadi modal penting bagi Banyuwangi untuk berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
"Dengan kolaborasi dan gotong royong antara pemerintah, TNI AL, petani, serta seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis produktivitas kedelai di Banyuwangi akan terus meningkat sehingga mampu mendukung program swasembada pangan nasional," ujarnya.
Selain mendorong peningkatan produksi di tingkat petani, Pemkab Banyuwangi bersama Lanal Banyuwangi juga berkomitmen memperkuat tata niaga pascapanen agar petani memperoleh harga yang lebih menguntungkan. Pemerintah daerah akan melakukan intervensi terhadap rantai pemasaran hasil panen guna mencegah praktik ijon maupun ketergantungan petani terhadap tengkulak.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga kedelai di tingkat petani sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan bakti sosial berupa penyaluran paket sembako dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Kodaeral Tahun 2026 sekaligus memperkuat sinergi antara TNI AL, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.
Editor : Andi Setiawan