PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD, Usulkan E-Voting Tekan Biaya Demokrasi Demi Jaga Kedaulatan Rakyat

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto. (Insani/Jurnas.net)
Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - PDI Perjuangan menegaskan sikap politiknya untuk menolak wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD. Alih-alih kembali ke mekanisme elitis, partai berlambang banteng ini justru mendorong reformasi sistem Pilkada langsung melalui pemanfaatan teknologi e-voting sebagai solusi atas tingginya biaya politik dan persoalan integritas demokrasi.

Sikap tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto di sela coffee morning dengan media di Surabaya, Sabtu, 17 Januari 2026. Menurut Hasto, keputusan ini bukan sekadar posisi politik partai, melainkan hasil dari aspirasi masyarakat akar rumput serta rekomendasi resmi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP.

“Setelah PDI Perjuangan mendengarkan aspirasi rakyat, kemudian seluruh struktur partai di Indonesia melalui Rakernas merekomendasikan bahwa Pilkada secara langsung adalah sikap politik PDIP,” tegas Hasto.

PDIP menilai Pilkada langsung merupakan pilar penting reformasi yang menjamin kedaulatan rakyat dalam menentukan pemimpin daerahnya sendiri. Legitimasi yang lahir dari suara langsung rakyat dinilai tidak hanya memperkuat posisi kepala daerah, tetapi juga menutup ruang transaksional politik di parlemen daerah.

Hasto menegaskan, pemimpin yang dipilih langsung memiliki kepastian masa jabatan dan tanggung jawab moral yang lebih kuat terhadap publik, bukan kepada elite politik. "Dengan legitimasi rakyat, kepala daerah tidak mudah dijatuhkan secara politis dan memiliki kewajiban moral untuk memenuhi janji kampanye selama lima tahun,” ujarnya.

Namun demikian, PDIP tidak menutup mata terhadap kritik publik terkait mahalnya biaya Pilkada langsung. Untuk itu, partai ini menawarkan e-voting sebagai terobosan sistemik guna menekan ongkos demokrasi tanpa mengorbankan prinsip kedaulatan rakyat.

Gagasan e-voting, kata Hasto, telah lama diperjuangkan PDIP dan bahkan digagas langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sejak lebih dari satu dekade lalu, dengan belajar dari praktik negara lain seperti India. “E-voting ini bukan gagasan baru. Ibu Megawati sejak 10 tahun lalu sudah mendorong simulasi, karena India bisa, maka Indonesia juga harus bisa dengan mendayagunakan seluruh kemampuan nasional,” jelasnya.

Untuk memastikan sistem e-voting berjalan efisien, aman, dan berbiaya rendah, PDIP mendorong pelibatan perguruan tinggi nasional dalam perancangan sistem teknologi pemilu. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan sistem yang kredibel sekaligus terjangkau.

Selain aspek teknologi, Hasto juga menekankan bahwa integritas penyelenggara pemilu dan netralitas aparat merupakan kunci utama menekan mahalnya biaya politik. Penegakan hukum terhadap praktik money politics, pembatasan biaya kampanye, serta penghapusan mahar politik disebut sebagai prasyarat mutlak bagi demokrasi yang sehat.

“Integritas penyelenggara, netralitas aparat, dan penegakan hukum harus berjalan. Tidak boleh ada politik uang dan mahar politik untuk mendapatkan rekomendasi,” pungkas Hasto.

Berita Terbaru

Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU, Gus Lilur Sebut Ada Pembahasan DP hingga Pelunasan

Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU, Gus Lilur Sebut Ada Pembahasan DP hingga Pelunasan

Rabu, 07 Okt 2026 08:44 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 08:44 WIB

Jurnas.net - Dugaan praktik politik uang dan transaksi jual beli suara dalam Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) kembali menjadi sorotan. Aktivis Nahdliyin, Haji…

Surabaya Larang Diskotek Baru, AMM: Kota Layak Anak Harus Dikawal dengan Pengawasan

Surabaya Larang Diskotek Baru, AMM: Kota Layak Anak Harus Dikawal dengan Pengawasan

Selasa, 06 Okt 2026 20:27 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 20:27 WIB

  AMM Surabaya Dukung Larangan Diskotek Baru: Surabaya Harus Konsisten sebagai Kota Layak Anak SURABAYA — Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Surabaya mendukung …

Cabang Dinas ESDM Jateng Wilayah Kendeng Muria Luncurkan Program Gebrak Bio

Cabang Dinas ESDM Jateng Wilayah Kendeng Muria Luncurkan Program Gebrak Bio

Selasa, 06 Okt 2026 14:33 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 14:33 WIB

Jurnas.net - Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Muria, Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, meluncurkan program Gebrak Bio (Gebrakan Bernilai Ekonomi Produk Biogas)…

Menjaga Keberlanjutan Instalasi Biogas Melalui Bio-Slurry

Menjaga Keberlanjutan Instalasi Biogas Melalui Bio-Slurry

Selasa, 06 Okt 2026 12:54 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 12:54 WIB

Jurnas.net - Upaya meningkatkan pemanfaatan instalasi biogas tidak berhenti pada produksi energi. Melalui kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) progran Gebrakan…

Pemkab Jepara Raih Penghargaan Pengelola JDIH dengan Progres Terbaik

Pemkab Jepara Raih Penghargaan Pengelola JDIH dengan Progres Terbaik

Senin, 05 Okt 2026 16:24 WIB

Senin, 05 Okt 2026 16:24 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Jepara meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah sebagai Pengelola Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) K…

SIER Dorong UMKM Lokal Perluas Pasar melalui Jatim Fest 2026

SIER Dorong UMKM Lokal Perluas Pasar melalui Jatim Fest 2026

Minggu, 04 Okt 2026 10:27 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 10:27 WIB

Jurnas.net - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus mendorong pengembangan dan perluasan akses pasar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah …