Megawati di Usia 79 Tahun, Fuad Benardi: Pemimpin Tangguh yang Setia Menjaga Demokrasi

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Fuad Benardi. (Istimewa)
Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Fuad Benardi. (Istimewa)

Jurnas.net - Di usia ke-79 tahun, Megawati Soekarnoputri bukan sekadar dikenang sebagai Presiden kelima Republik Indonesia atau Ketua Umum PDI Perjuangan. Lebih dari itu, ia adalah simbol keteguhan, pengorbanan, dan konsistensi dalam menjaga demokrasi, bahkan ketika sejarah menempatkannya dalam posisi paling sulit.

Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Fuad Benardi, menilai perjalanan hidup Megawati adalah potret kepemimpinan yang lahir dari penderitaan, bukan kemudahan. Sejak era Orde Baru, Megawati telah merasakan langsung tekanan politik, bahkan dalam ranah paling personal.

Menurut Fuad, pada masa ketika nama “Soekarno” justru menjadi beban, putra-putri Bung Karno mengalami kesulitan untuk mengakses pendidikan sesuai jenjangnya. Dalam kondisi itu, Megawati mengambil peran sebagai penopang keluarga.

“Ibu Mega memilih membantu saudara-saudaranya agar tetap bisa bersekolah, bahkan dengan konsekuensi beliau sendiri tidak melanjutkan kuliah. Ini menunjukkan sejak awal, beliau sudah mengorbankan kepentingan pribadi demi tanggung jawab yang lebih besar,” kata Fuad, Jumat, 23 Januari 2026.

Ujian kepemimpinan Megawati kembali terlihat dalam peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996, salah satu tragedi politik paling kelam dalam sejarah reformasi awal. Saat kader dan simpatisan berada dalam kondisi emosi dan siap melakukan perlawanan fisik, Megawati justru mengambil jalan berbeda.

Fuad menegaskan, Megawati tidak pernah menginstruksikan perlawanan anarkis. Ia memilih jalur hukum dan konstitusional sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan. “Di tengah tekanan dan ketidakadilan, beliau mengajarkan kader untuk melawan dengan kepala dingin, melalui pengadilan dan jalur hukum. Itu adalah pelajaran demokrasi yang mahal,” katanya.

Pada Pemilu 1999, PDI Perjuangan keluar sebagai partai pemenang. Secara moral dan politik, kemenangan itu semestinya mengantarkan Megawati ke kursi Presiden. Namun realitas politik berkata lain. Manuver Poros Tengah mengubah peta kekuasaan, membuat Megawati kembali harus menelan pil pahit.

Meski demikian, Fuad menilai Megawati tetap menunjukkan kedewasaan berpolitik dengan menerima keputusan tersebut demi stabilitas nasional. “Beliau bisa saja menggerakkan massa, tapi yang dipilih adalah menjaga persatuan bangsa. Ini menunjukkan jiwa negarawan sejati,” ucap Fuad.

Ketika akhirnya dipercaya menjadi Presiden pada 2001, meski dalam waktu relatif singkat, Megawati justru meletakkan fondasi penting bagi demokrasi dan penegakan hukum di Indonesia. Dua warisan institusional paling krusial lahir pada masa kepemimpinannya: Mahkamah Konstitusi (MK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Fuad menyebut, kehadiran MK dan KPK adalah bukti bahwa Megawati berpikir jauh melampaui masa jabatan. “MK menjaga konstitusi, KPK menjaga moral kekuasaan. Dua lembaga ini menunjukkan bahwa Ibu Mega membangun sistem, bukan sekadar kekuasaan,” tegasnya.

Di usia 79 tahun, Megawati tetap menjadi rujukan moral dan ideologis bagi kader PDI Perjuangan dan bangsa Indonesia. Bagi Fuad Benardi, keteladanan Megawati terletak pada kesetiaannya pada prinsip, bukan pada ambisi pribadi.

“Selamat ulang tahun ke-79 Ibu Megawati Soekarnoputri. Semoga selalu sehat dan terus memberi kontribusi pemikiran serta keteladanan bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Ambulans Laut Gresik Kembali Beroperasi, Warga Pulau Gili Bawean Kini Lebih Mudah Akses Layanan Kesehatan

Ambulans Laut Gresik Kembali Beroperasi, Warga Pulau Gili Bawean Kini Lebih Mudah Akses Layanan Kesehatan

Rabu, 29 Jul 2026 16:18 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 16:18 WIB

Jurnas.net - Kabar baik datang bagi masyarakat kepulauan di Kabupaten Gresik. Setelah sempat berhenti beroperasi akibat kerusakan kapal, ambulans laut milik…

Ratusan Penumpang Terlantar, Warga Bawean Desak Pemkab Gresik Siapkan Solusi Permanen Krisis Transportasi Laut

Ratusan Penumpang Terlantar, Warga Bawean Desak Pemkab Gresik Siapkan Solusi Permanen Krisis Transportasi Laut

Rabu, 29 Jul 2026 14:23 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 14:23 WIB

Jurnas.net - Ratusan calon penumpang tujuan Pulau Bawean masih tertahan di Pelabuhan Gresik, setelah layanan kapal penyeberangan dihentikan akibat cuaca buruk…

Musda Golkar Sumenep Berlangsung Aklamasi, Ali Mufthi Tekankan Soliditas untuk Menang Pada Pemilu 2029

Musda Golkar Sumenep Berlangsung Aklamasi, Ali Mufthi Tekankan Soliditas untuk Menang Pada Pemilu 2029

Rabu, 29 Jul 2026 12:31 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 12:31 WIB

Jurnas.net – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, mengajak seluruh kader Partai Golkar Kabupaten Sumenep menjadikan Musyawarah Daerah (Musda) XI, s…

Sertijab Polda Jatim, LPKAN Titip Empat Harapan kepada Pejabat Baru untuk Perkuat Pelayanan Publik

Sertijab Polda Jatim, LPKAN Titip Empat Harapan kepada Pejabat Baru untuk Perkuat Pelayanan Publik

Rabu, 29 Jul 2026 09:52 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 09:52 WIB

Jurnas.net - Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (DPD LPKAN) Jawa Timur mengapresiasi pelaksanaan Upacara Serah Terima…

Kasus Pungli Perizinan ESDM Jatim, Anak Buah Khofifah Jadi Tersangka Keempat Dugaan Pungli Rp1,33 Miliar

Kasus Pungli Perizinan ESDM Jatim, Anak Buah Khofifah Jadi Tersangka Keempat Dugaan Pungli Rp1,33 Miliar

Selasa, 28 Jul 2026 19:47 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 19:47 WIB

Jurnas.net – Penyidikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses penerbitan perizinan di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa T…

PSIM Yogyakarta Gaet Striker Asal Spanyol

PSIM Yogyakarta Gaet Striker Asal Spanyol

Selasa, 28 Jul 2026 18:58 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 18:58 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogayakarta secara resmi memperkenalkan penyerang baru asal Spanyol, Adrian Dalmau, untuk memperkuat kedalaman skuad Laskar Mataram dalam meng…