PDIP Tetapkan Tiga Fokus Politik 2026: Perkuat Basis Rakyat hingga Kerja Ideologis

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. (Dok: PDI Perjuangan)
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. (Dok: PDI Perjuangan)

Jurnas.net - PDI Perjuangan menandai tahun politik 2026 bukan dengan euforia elektoral, melainkan dengan penguatan kerja ideologi dan konsolidasi organisasi dari tingkat paling bawah. Melalui rekomendasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas), partai berlambang banteng ini menetapkan tiga prioritas arah politik yang dirancang untuk memperkuat daya tahan partai sekaligus menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyampaikan bahwa ketiga prioritas tersebut disusun sebagai respons atas tantangan demokrasi yang kian kompleks, mulai dari melemahnya kepercayaan publik hingga menjauhnya politik dari problem keseharian rakyat.

“Kami tidak ingin politik berhenti di elite. Tahun 2026 kami fokus membangun kekuatan dari bawah, memastikan partai hadir dan bekerja nyata di tengah rakyat,” kata Hasto, di sela coffee morning bersama media di Surabaya, Sabtu, 17 Januari 2026.

Prioritas pertama yang ditekankan adalah konsolidasi organisasi di tingkat akar rumput, khususnya penguatan anak ranting. Menurut Hasto, anak ranting bukan sekadar struktur administratif, melainkan simpul penting pendidikan politik dan advokasi rakyat di tingkat paling dekat dengan warga.

“Di situlah denyut kehidupan masyarakat dirasakan langsung. Anak ranting harus menjadi ruang dialog, advokasi, dan pengorganisasian rakyat, bukan hanya alat mobilisasi,” tegasnya.

Prioritas kedua adalah pendidikan politik dan kaderisasi berkelanjutan. Hasto menilai, kualitas kader menjadi kunci agar partai tidak kehilangan arah ideologis di tengah pragmatisme politik. Kader PDIP, kata dia, harus memahami ideologi partai sekaligus memiliki kapasitas manajerial untuk mengelola program dan aspirasi rakyat secara efektif.

“Kaderisasi adalah jantung partai. Tanpa pemahaman ideologis yang kuat dan manajemen yang rapi, kerja politik akan kehilangan makna,” ujarnya.

Sementara itu, prioritas ketiga difokuskan pada praksis ideologi, yakni penerjemahan nilai-nilai perjuangan partai ke dalam program konkret yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat. PDIP, kata Hasto, akan memperkuat pendampingan terhadap kelompok produktif seperti petani, buruh, dan nelayan, sekaligus memperjuangkan hak-hak masyarakat adat, termasuk isu tanah ulayat yang masih kerap terpinggirkan.

“Praksis ideologi berarti keberpihakan yang nyata. Ideologi tidak boleh berhenti sebagai jargon, tetapi harus hadir dalam bentuk kebijakan, program, dan keberanian membela yang lemah,” jelasnya.

Hasto menegaskan, tiga arah politik tersebut bukan sekadar strategi jangka pendek, melainkan bagian dari upaya menjaga PDIP tetap relevan sebagai partai ideologis di tengah perubahan sosial dan politik nasional. “Langkah-langkah internal hingga akhir 2026 sudah kami siapkan. Yang terpenting, rakyat harus merasakan dampaknya,” pungkasnya.

Berita Terbaru

DPRD Jatim Warning Perusahaan Jangan Akali Kuota Disabilitas dengan Dalih Kekurangan Kompetensi

DPRD Jatim Warning Perusahaan Jangan Akali Kuota Disabilitas dengan Dalih Kekurangan Kompetensi

Rabu, 17 Jun 2026 16:27 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 16:27 WIB

Jurnas.net – DPRD Jawa Timur mengingatkan kalangan dunia usaha dan dunia industri agar tidak menjadikan alasan minimnya kompetensi sebagai dalih untuk m…

Pasca Insiden Maut di Margorejo, Eri Cahyadi Hentikan Sementara Pengerukan Proyek Box Culvert

Pasca Insiden Maut di Margorejo, Eri Cahyadi Hentikan Sementara Pengerukan Proyek Box Culvert

Rabu, 17 Jun 2026 14:16 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 14:16 WIB

Jurnas.net – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengambil langkah tegas menyusul kecelakaan maut yang menewaskan seorang warga lanjut usia di lokasi proyek saluran …

Raline Shah Kagumi Digitalisasi Banyuwangi, Sebut Layak Jadi Contoh Nasional

Raline Shah Kagumi Digitalisasi Banyuwangi, Sebut Layak Jadi Contoh Nasional

Rabu, 17 Jun 2026 13:07 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 13:07 WIB

Jurnas.net – Kunjungan artis sekaligus Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital, Raline Shah, ke Banyuwangi m…

Surabaya Marathon 2026 Kembali Digelar, Pemkot Kejar Perputaran Ekonomi dan PAD Daerah

Surabaya Marathon 2026 Kembali Digelar, Pemkot Kejar Perputaran Ekonomi dan PAD Daerah

Rabu, 17 Jun 2026 11:46 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 11:46 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur resmi menggelar kembali ajang sport t…

Hobi Merawat Ternak, Anak Buruh Serabutan Diterima Kuliah Gratis di Peternakan UGM

Hobi Merawat Ternak, Anak Buruh Serabutan Diterima Kuliah Gratis di Peternakan UGM

Rabu, 17 Jun 2026 10:00 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 10:00 WIB

Jurnas.net - Di ujung barat Yogyakarta, Ririn Dwi Nurtyani, 17 tahun, dan keluarganya hidup sederhana dengan kondisi ekonomi terbatas. Ayahnya, Sutiono, 50 tahu…

Warga Lansia Tewas di Proyek Margorejo, Lilik Desak Pemkot Surabaya Evaluasi Total Proyek Konstruksi

Warga Lansia Tewas di Proyek Margorejo, Lilik Desak Pemkot Surabaya Evaluasi Total Proyek Konstruksi

Senin, 15 Jun 2026 17:16 WIB

Senin, 15 Jun 2026 17:16 WIB

Jurnas.net — Peristiwa tragis meninggalnya seorang perempuan lanjut usia setelah kendaraan yang dikendarainya tercebur ke area proyek pembangunan gorong-gorong …