Jurnas.net – Di tengah lanskap politik yang semakin dinamis dan ekspektasi publik yang terus meningkat, DPD Partai Golkar Jawa Timur memilih mengubah pendekatan. Konsolidasi tak lagi sekadar rutinitas struktural, tetapi diarahkan menjadi strategi untuk merebut kembali kepercayaan publik yang kian kritis terhadap partai politik.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menegaskan bahwa penguatan hingga tingkat paling bawah merupakan fondasi penting agar partai tidak kehilangan daya jangkau sosialnya.
“Target kami jelas, Juni 2026 seluruh struktur hingga tingkat kelurahan dan desa harus tuntas. Ini bukan hanya soal organisasi, tapi bagaimana energi partai bisa difokuskan untuk melayani masyarakat secara nyata,” kata Ali, Sabtu, 2 Mei 2026.
Namun, di balik konsolidasi tersebut, tersimpan agenda yang lebih dalam: mentransformasi mesin politik Golkar agar tidak hanya solid secara struktur, tetapi juga relevan secara sosial. Partai berlambang pohon beringin ini menyadari, tantangan ke depan bukan hanya soal elektoral, melainkan kemampuan membaca perubahan perilaku pemilih terutama generasi muda yang semakin rasional dan kritis.
Sejumlah rapat koordinasi teknis pun telah digelar, mencakup bidang organisasi, kepemudaan, hingga perempuan. Fokusnya adalah menyiapkan kader sejak dini agar mampu menjadi representasi autentik dari kelompok masyarakat yang mereka wakili.
“Pemuda dan perempuan hari ini bukan lagi pelengkap. Mereka adalah penentu arah masa depan politik. Karena itu, kami dorong peningkatan kapasitas mereka, baik dari sisi manajerial maupun kemampuan menyuarakan aspirasi generasinya,” jelasnya.
Golkar Jatim juga menaruh perhatian besar pada Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG). Ali menegaskan, partainya tidak ingin terjebak pada formalitas kuota 30 persen keterwakilan perempuan, melainkan mendorong lahirnya figur-figur perempuan yang benar-benar kuat secara kapasitas dan elektabilitas.
“Kami ingin srikandi Golkar hadir bukan karena kewajiban regulasi, tetapi karena kualitas dan kepercayaan publik. Mereka harus siap bersaing dan memenangkan hati masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, penguatan juga diarahkan pada lini legislatif. Dalam waktu dekat, Golkar Jatim akan menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi anggota fraksi di tingkat kabupaten/kota. Langkah ini dipandang strategis, mengingat fraksi menjadi wajah terdepan partai dalam berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Dengan peningkatan kapasitas tersebut, para legislator diharapkan tidak hanya responsif terhadap dinamika sosial, tetapi juga mampu menghadirkan kebijakan yang solutif dan kontekstual.
“Fraksi adalah etalase partai. Mereka harus benar-benar memahami denyut kebutuhan masyarakat. Prinsip ‘Suara Rakyat adalah Suara Golkar’ tidak boleh berhenti sebagai slogan, tapi harus menjadi arah kerja politik,” pungkas Ali.
Editor : Amal