Daycare Little Aresha Diduga Telah Beroperasi Bertahun-tahun

author A. Mustaqim

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bangunan Daycare Little Aresha.
Bangunan Daycare Little Aresha.

Jurnas.net - Daycare Little Aresha yang berlokasi di Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta diduga beroperasi sebelum terjadi pandemi covid-19. Pandemi covid-19 ditetapkan di Indonesia terjadi per Maret 2020.

Seorang warga Yogyakarta, Solihan mengatakan sudah menemui spanduk daycare tersebut sebelum pandemic korona. Ia mengaku tak ingat pasti peristiwa saat ia melintas. "Kayaknya saya pernah lihatnya itu 2015 atau 2016 itu," kata Solihan di Yogyakarta pada Kamis, 30 April 2026.

Meski demikian, ia mengatakan setiap kali melewati daycare yang berdekatan dengan pasar sepeda itu tak pernah mendengar teriakan nyaring anak-anak dari dalam. Menurut dia, daycare tersebut cenderung sepi.

"Pas lewat ya biasa, maksudnya gak ramai suara anak-anak. Tapi kalau pagi kadang papasan orang tua (mungkin) mengantar anaknya," kata dia.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta, Komisaris Riski Adrian mengatakan tindak kekerasan yang terjadi, seperti mengikat tangan-kaki, menidurkan di lantai, hingga menutup mulut anak-anak di daycare tersebut. Ia mengatakan orang tua hanya diberikan hal-hal positif saat 'jeda' dalam melakukan perbuatan tidak manusiawi tersebut.

"Setelah mau makan, (anak-anak di Daycare Little Aresha) baru dipakein baju, difoto, untuk dikirimkan dokumentasi kepada walinya," ujar Riski.

Terdapat ratusan anak diduga jadi korban kekerasan dalam pengasuhan di Daycare Little Aresha. Data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta menyebut 149 anak yang terdata dalam aduan via hotline yang masuk ke Lembaga tersebut.

Dari jumlah itu, sekitar 53 anak telah teridentifikasi dan dalam proses pendampingan, termasuk bersama orang tuanya. Peristiwa di daerah tersebut mencoreng penghargaan Kota Layak Anak yang direngkuh Kota Yogyakarta.

Kota Yogyakarta memperoleh penghargaan Kota Layak Anak Kategori Utama keempat kali berturut-turut pada Agustus 2025 lalu. Artinya, status Kota Layak Anak telah disematkan sejak beberapa tahun lalu.

Ketua DPRD Kota Yogyakarta, FX Wisnu Sabdono Putro enggan menyalahkan pihak lain dalam kasus itu. Pihaknya mendorong kepada Pemerintah Kota Yogyakarta bekerja maksimal dan Polresta Yogyakarta memproses hukum 13 tersangka yang telah ditahan.

"Kami mendorong untuk penanganan kasus ini akan dilakukan secara proporsional dan profesional, sehingga siapapun yang melakukan kejahatan, pasti akan dihukum secara kejahatannya," ujarnya.

Wisnu mengingatkan pemerintah bekerja maksimal agar peristiwa serupa tidak kembali terulang. Ia menegaskan kasus kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha telah mencederai banyak pihak.

"Selain mencederai orang tua, orang tua anak dalam hal ini, kita sebagai orang tua pun akan merasa tercederai. Harapan kami peristiwa ini cukup yang terakhir kalinya, khususnya di Kota Jogja supaya tidak terjadi lagi," ucapnya.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menyatakan jajarannya masih bekerja saat ini. Selain melakukan sidak di sejumlah tempat penitipan anak (TPA), ia menjanjikan akan mendampingi korban daycare tersebut.

"Meskipun mereka (misalnya) korban dari tahun 2019, akan tetap kami damping," katanya.

Berita Terbaru

Ambulans Laut Gresik Kembali Beroperasi, Warga Pulau Gili Bawean Kini Lebih Mudah Akses Layanan Kesehatan

Ambulans Laut Gresik Kembali Beroperasi, Warga Pulau Gili Bawean Kini Lebih Mudah Akses Layanan Kesehatan

Rabu, 29 Jul 2026 16:18 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 16:18 WIB

Jurnas.net - Kabar baik datang bagi masyarakat kepulauan di Kabupaten Gresik. Setelah sempat berhenti beroperasi akibat kerusakan kapal, ambulans laut milik…

Ratusan Penumpang Terlantar, Warga Bawean Desak Pemkab Gresik Siapkan Solusi Permanen Krisis Transportasi Laut

Ratusan Penumpang Terlantar, Warga Bawean Desak Pemkab Gresik Siapkan Solusi Permanen Krisis Transportasi Laut

Rabu, 29 Jul 2026 14:23 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 14:23 WIB

Jurnas.net - Ratusan calon penumpang tujuan Pulau Bawean masih tertahan di Pelabuhan Gresik, setelah layanan kapal penyeberangan dihentikan akibat cuaca buruk…

Musda Golkar Sumenep Berlangsung Aklamasi, Ali Mufthi Tekankan Soliditas untuk Menang Pada Pemilu 2029

Musda Golkar Sumenep Berlangsung Aklamasi, Ali Mufthi Tekankan Soliditas untuk Menang Pada Pemilu 2029

Rabu, 29 Jul 2026 12:31 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 12:31 WIB

Jurnas.net – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, mengajak seluruh kader Partai Golkar Kabupaten Sumenep menjadikan Musyawarah Daerah (Musda) XI, s…

Sertijab Polda Jatim, LPKAN Titip Empat Harapan kepada Pejabat Baru untuk Perkuat Pelayanan Publik

Sertijab Polda Jatim, LPKAN Titip Empat Harapan kepada Pejabat Baru untuk Perkuat Pelayanan Publik

Rabu, 29 Jul 2026 09:52 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 09:52 WIB

Jurnas.net - Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (DPD LPKAN) Jawa Timur mengapresiasi pelaksanaan Upacara Serah Terima…

Kasus Pungli Perizinan ESDM Jatim, Anak Buah Khofifah Jadi Tersangka Keempat Dugaan Pungli Rp1,33 Miliar

Kasus Pungli Perizinan ESDM Jatim, Anak Buah Khofifah Jadi Tersangka Keempat Dugaan Pungli Rp1,33 Miliar

Selasa, 28 Jul 2026 19:47 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 19:47 WIB

Jurnas.net – Penyidikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses penerbitan perizinan di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa T…

PSIM Yogyakarta Gaet Striker Asal Spanyol

PSIM Yogyakarta Gaet Striker Asal Spanyol

Selasa, 28 Jul 2026 18:58 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 18:58 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogayakarta secara resmi memperkenalkan penyerang baru asal Spanyol, Adrian Dalmau, untuk memperkuat kedalaman skuad Laskar Mataram dalam meng…