Daycare Little Aresha Diduga Telah Beroperasi Bertahun-tahun

author A. Mustaqim

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bangunan Daycare Little Aresha. (Jurnas.net/A. Mustaqim)
Bangunan Daycare Little Aresha. (Jurnas.net/A. Mustaqim)

Jurnas.net - Daycare Little Aresha yang berlokasi di Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta diduga beroperasi sebelum terjadi pandemi covid-19. Pandemi covid-19 ditetapkan di Indonesia terjadi per Maret 2020.

Seorang warga Yogyakarta, Solihan mengatakan sudah menemui spanduk daycare tersebut sebelum pandemi korona. Ia mengaku tak ingat pasti peristiwa saat ia melintas. "Kayaknya saya pernah lihatnya itu 2015 atau 2016 itu," kata Solihan di Yogyakarta pada Kamis, 16 Juli 2026.

Meski demikian, ia mengatakan setiap kali melewati daycare yang berdekatan dengan pasar sepeda itu tak pernah mendengar teriakan nyaring anak-anak dari dalam. Menurut dia, daycare tersebut cenderung sepi. Aktivitasnya lebih tampak saat pagi atau jam pulang sekolah.

"Pas lewat ya biasa, maksudnya gak ramai suara anak-anak. Tapi kalau pagi kadang papasan orang tua (mungkin) mengantar atau menjemput anaknya," kata dia.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta, Komisaris Riski Adrian mengatakan dugaan tindak kekerasan yang terjadi, seperti mengikat tangan-kaki, menidurkan di lantai, hingga menutup mulut anak-anak di daycare tersebut. Ia mengatakan orang tua hanya diberikan hal-hal positif saat 'jeda' dalam melakukan perbuatan tidak manusiawi tersebut.

"Setelah mau makan, (anak-anak di Daycare Little Aresha) baru dipakein baju, difoto, untuk dikirimkan dokumentasi kepada walinya," ujar Riski.

Terdapat ratusan anak diduga jadi korban kekerasan dalam pengasuhan di Daycare Little Aresha. Data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta menyebut 149 anak yang terdata dalam aduan via hotline yang masuk ke lembaga tersebut.

Sebanyak 13 tersangka; DK (ketua yayasan); HP (kepala sekolah); FN, NF, LIS, EN, SRN, DR, HP, GA, SHG, DO, serta DM, pengasuh di daycare telah diproses Polresta Yogyakarta. Berkas 13 tersangka telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Yogyakarta.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta, Iptu Apri Sawitri mengatakan pada sesi kedua kepolisian menetapkan 19 tersangka lain yakni AM, 42; DD, 34, DA, 25; TA, 22; SU, 22, SQ, 23; TS, 23; JI, 27 (warga Bantul); FA, 23; RF, 37; AS, 24; SR, 30 (warga Kota Yogyakarta); HD, 24; TU, 25 (warga Gunungkidul).  Berikutnya, inisial CK, 29 (warga Bantul); IN, 24 (warga Klaten); TN, 30 (warga Sleman, guru TK); BU, 29; dan YN, 30 (warga Kota Yogyakarta). Total sudah 32 tersangka dalam kasus itu.  

"Para tersangka dijerat UU Perlindungan Anak dan juga Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP," kata Apri pada Kamis, 30 Juli 2026. 

Kemudian, hasil perkembangan penyelidikan polisi korbannya mencapai 159 orang. Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Yogyakarta, Silvy Dewajani menyebut anak-anak terdampak pada aspek tumbuh kembang dialami yang berusia 1-3 tahun. Mereka berada pada kelas penitipan anak. Adapun pada kelas di Taman Kanak-kanak dan Kelompok Bermain (KB) tidak alami persoalan berarti. 

"Yang banyak mengalami kekerasan itu kan anak usia 1-3 tahun, seperti diikat, tidak dipakaikan baju, tidur tanpa alas. Yang sudah usia tiga tahun lebih kan bisa cerita ke orang dewasa," kata dia.  

Silvy mengatakan pihak pemerintah maupun lembaganya intens berkomunikasi dengan Polresta Yogyakarta dalam hal penanganan kasus hukum para tersangka. Peristiwa di daerah tersebut mencoreng penghargaan Kota Layak Anak yang direngkuh Kota Yogyakarta.

Kota Yogyakarta memperoleh penghargaan Kota Layak Anak Kategori Utama keempat kali berturut-turut pada Agustus 2025 lalu. Artinya, status Kota Layak Anak telah disematkan sejak beberapa tahun lalu.

Kasus Luar Biasa

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Kota Yogyakarta jadi yang ke lima di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Kasus yang terjadi di Yogyakarta kini menjadi perhatian dan disebut harus ditangani dengan cepat. 

"Kami mendata ini adalah pengaduan yang kelima untuk kasus daycare bermasalah sejak tiga tahun terakhir di seluruh Indonesia. Dan kasus ini, termasuk kasus yang luar biasa," kata Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini di Polresta Yogyakarta pada Senin, 27 April 2026 lalu. 

Sebelum kasus di Yogyakarta, ia menyebut, kasus di empat lokasi lain yakni di Depok, Jawa Barat; Pekanbaru; Tebet, Jakarta Timur; dan Jakarta Selatan. Menurut dia, proses hukum kasus kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha harus dilakukan cepat. Bukan hanya kasus hukumnya, penanganan terhadap korban juga harus demikian. 

"KPAI berharap bahwa sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak pasal 59A ,pertama proses hukum harus cepat. Yang kedua anak-anak harus mendapatkan pendampingan psikososial dengan cepat," kata dia. 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi menyatakan terus mendorong penguatan standardisasi layanan pengasuhan melalui kebijakan Taman Asuh Ramah Anak (TARA). Menurut dia, standar itu menekankan pada keamanan kualitas pengasuhan, kompetensi pengasuh, dan pengawasan yang berkelanjutan.

"Kami juga mengajak seluruh pemerintah daerah untuk melakukan pendataan dan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh layanan daycare, memastikan Pertumbuhan terhadap standar dan perizinan. Serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengasuh melalui pelatihan dan sertifikasi," ujar Arifatul. 

Arifatul menghimbau masyarakat lebih selektif dalam memilih layanan pengasuhan anak. Selain itu, juga tidak ragu melaporkan apabila menemukan indikasi kekerasan.

"Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama, negara harus hadir, masyarakat harus peduli dan semua pihak harus memastikan bahwa setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan dan penuh kasih sayang," ujarnya. 

Penguatan pada Konsep Tripusat Pendidikan

Konsep pendidikan yang dikemukakan Ki Hadjar Dewantara, dengan Tripusat Pendidikannya, yakni keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat (Pendidikan Ketamansiswaan Jilid 3, 2001).  Keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat memiliki peranan penting dalam mendidikan anak. Ketiganya mesti berjalan beriringan, selaras, dan berkesinambungan dalam memberikan pendidikan pada anak. 

Namun, dalam perkembangannya orang tua yang berada dalam lingkup keluarga memiliki tuntutan bekerja. Interaksi orang tua dan anak lebih banyak terjadi saat sore hingga malam hari.

Anak-anak yang masih balita pada umumnya dititipkan di kelompok bermain atau lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) saat para orang tuanya bekerja. Demikian pula yang terjadi pada orang tua anak-anak di Daycare Little Aresha. Dalam kasus di daycare itu, mayoritas korban merupakan anak di bawah lima tahun.  

Berkaca pada hal demikian, perlu adanya penyokong atau pengontrol dalam konteks lingkungan pendidikan anak, khususnya untuk balita. Pemerintah menjadi pihak yang memiliki kewenangan dalam melakukan pengawasan. Tentunya dalam konteks hukum saat ini kepolisian yang memprosesnya.  

Ketua DPRD Kota Yogyakarta, FX Wisnu Sabdono Putro enggan menyalahkan pihak lain dalam kasus itu. Pihaknya mendorong kepada Pemerintah Kota Yogyakarta bekerja maksimal dan Polresta Yogyakarta memproses hukum 13 tersangka yang telah ditahan. Adapun tersangka lain harus diberlakukan hukum serupa. 

"Kami mendorong untuk penanganan kasus ini akan dilakukan secara proporsional dan profesional, sehingga siapapun yang melakukan kejahatan, pasti akan dihukum secara kejahatannya," ujarnya.

Wisnu mengingatkan pemerintah bekerja maksimal agar peristiwa serupa tidak kembali terulang. Ia menegaskan kasus kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha telah mencederai banyak pihak.

"Selain mencederai orang tua, orang tua anak dalam hal ini, kita sebagai orang tua pun akan merasa tercederai. Harapan kami peristiwa ini cukup yang terakhir kalinya, khususnya di Kota Jogja supaya tidak terjadi lagi," ucapnya.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menyatakan jajarannya masih bekerja saat ini. Selain melakukan sidak di sejumlah tempat penitipan anak (TPA), ia menjanjikan akan mendampingi korban daycare tersebut.

"Meskipun mereka (misalnya) korban dari tahun 2019, akan tetap kami damping," katanya.

Dalam perkembangan kasus ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Yogyakarta tengah memproses Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Kota Layak Anak. Ketua Pansus Raperda Kota Layak Anak Cahyo Wibowo mengatakan raperda tersebut menitikberatkan pada penguatan aspek pencegahan dibandingkan pengaturan sanksi pidana. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat perlindungan anak sekaligus mendukung upaya Kota Yogyakarta meraih predikat Kota Layak Anak kategori Paripurna.

"Raperda ini tidak diarahkan untuk memuat sanksi pidana, tetapi lebih mengedepankan norma-norma preventif sebagai upaya perlindungan anak secara komprehensif," ujar Cahyo.

"Tripusat pendidikan-nya" Ki Hadjar tersebut mesti dilengkapi dengan peranan penting para pemangku kepentingan. Aturan saat ini maupun yang tengah dibahas harus bisa diimplikasikan dengan baik disertai dengan penguatan peranan pemerintah dalam pengawasan lembaga-lembaga pendidikan, khususnya daycare. 

Berita Terbaru

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau j…

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Jurnas.net - Kekhawatiran aksinya terbongkar diduga menjadi motif Dwi Bagus Martono (40) membunuh anak tirinya, AGM, yang baru berusia empat tahun di Kota…

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Jurnas.net — Kabupaten Gresik membidik posisi tiga besar dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III J…

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Jurnas.net - Penyidik Polda Jawa Timur menjerat Dwi Bagus Martono (DBM), pria berusia 40 tahun asal Kota Madiun, dengan pasal pembunuhan berencana atas dugaan…

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Jurnas.net - Pengusaha Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menjajaki peluang bisnis batu bara dan budi daya benih bening…

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Jurnas.net - Polisi mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial DH (30) dan anaknya yang masih berusia empat tahun, AG, di Kota…

Jelang Hari Sumpah Pemuda, PLN Perkuat Infrastruktur Listrik Kawasan Industri JIIPE

Jelang Hari Sumpah Pemuda, PLN Perkuat Infrastruktur Listrik Kawasan Industri JIIPE

Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB

Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat infrastruktur kelistrikan untuk mendukung kebutuhan industri …

HUT ke-62 Golkar, Golkar Jatim Salurkan 1.000 Paket Sembako dan Gelar Pengobatan Gratis

HUT ke-62 Golkar, Golkar Jatim Salurkan 1.000 Paket Sembako dan Gelar Pengobatan Gratis

Sabtu, 24 Okt 2026 14:17 WIB

Sabtu, 24 Okt 2026 14:17 WIB

Jurnas.net – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur menyalurkan 1.000 paket sembako dan m…

Organisasi Advokat Makin Menjamur, Diusulkan Menjadi Satu Wadah

Organisasi Advokat Makin Menjamur, Diusulkan Menjadi Satu Wadah

Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB

Jurnas.net - Advokat senior Jutek Bongso menyoroti fragmentasi organisasi advokat di Indonesia yang dinilainya berpotensi merugikan masyarakat pencari…

Jutek Bongso Raih Gelar Doktor, Disertasi Soroti Masa Depan Organisasi Advokat

Jutek Bongso Raih Gelar Doktor, Disertasi Soroti Masa Depan Organisasi Advokat

Jumat, 23 Okt 2026 18:03 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 18:03 WIB

Jurnas.net - Advokat Jutek Bongso resmi menyelesaikan studi doktoralnya setelah mengikuti Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Langlangbuana, Bandung…

Minat Saham AS Tertokenisasi di PINTU Melonjak 68 Persen pada Kuartal III-2026

Minat Saham AS Tertokenisasi di PINTU Melonjak 68 Persen pada Kuartal III-2026

Kamis, 22 Okt 2026 19:22 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 19:22 WIB

Jurnas.net – Minat investor terhadap saham dan exchange-traded fund (ETF) Amerika Serikat (AS) tertokenisasi di platform investasi PINTU meningkat sepanjang k…

Kadindik Jatim Aries Agung Paewai Diperiksa Kasus Korupsi Hibah Pokir 2020-2023, Ini Penjelasannya

Kadindik Jatim Aries Agung Paewai Diperiksa Kasus Korupsi Hibah Pokir 2020-2023, Ini Penjelasannya

Kamis, 22 Okt 2026 15:09 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 15:09 WIB

Jurnas.net — Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, membantah terlibat dalam kegiatan yang menjadi pokok perkara dugaan korupsi d…

Jelang Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Perkuat Layanan untuk Industri di Kediri

Jelang Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Perkuat Layanan untuk Industri di Kediri

Kamis, 22 Okt 2026 13:12 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 13:12 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat koordinasi dengan pelanggan industri untuk menjaga keandalan …