Al Irsyad Surabaya Tempa Kader Muda dengan Sentuhan Kepemimpinan dan Kewirausahaan

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Calon kader muda Al Irsyad Al Islamiyah Surabaya digembleng dalam program training intensif agar produktif. (Istimewa)
Calon kader muda Al Irsyad Al Islamiyah Surabaya digembleng dalam program training intensif agar produktif. (Istimewa)

Jurnas.net - Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks mulai dari krisis moral generasi muda hingga tekanan sosial di era digital Al Irsyad Al Islamiyah Surabaya memilih pendekatan berbeda menyiapkan kader bukan hanya kuat secara ideologi, tetapi juga adaptif, produktif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Selama tiga hari, 1–3 Mei 2026, sebanyak 41 calon kader muda digembleng dalam program training intensif di Villa Mas Lawang, Malang. Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin kaderisasi, melainkan bagian dari upaya membangun fondasi kepemimpinan generasi baru yang mampu menjawab tantangan masa depan.

Ketua PC Al Irsyad Al Islamiyah Surabaya, Salim Syarif Basrewan, menegaskan bahwa program ini menjadi langkah strategis dalam memastikan keberlanjutan organisasi.

“Training ini bukan hanya regenerasi, tetapi juga penguatan arah gerak organisasi agar tetap berjalan sesuai amanat para pendiri,” ujarnya.

Lebih jauh, pendekatan kaderisasi yang diusung tidak hanya berfokus pada pemahaman keislaman, tetapi juga menekankan keseimbangan antara nilai, pengetahuan, dan keterampilan praktis. Hal ini terlihat dari ragam materi yang diberikan, mulai dari penguatan ideologi melalui Mabadi Al Irsyad, hingga pengembangan kapasitas kepemimpinan, kewirausahaan, dan pemahaman isu sosial seperti kenakalan remaja.

Ketua PW Al Irsyad Al Islamiyah Jawa Timur, M. Iqbal Qurusy, yang turut menjadi pemateri, menekankan pentingnya penguatan nilai dasar organisasi sebagai fondasi kader. “Mabadi Al Irsyad menjadi ruh dalam proses kaderisasi. Di dalamnya ada nilai persatuan, penguatan ilmu pengetahuan, serta komitmen menjaga tauhid dengan berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Ini yang harus menjadi pegangan kader ke depan,” jelasnya.

Menurutnya, kader yang disiapkan tidak hanya dituntut memahami organisasi, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Peserta training yang didominasi usia 18–20 tahun ini mengikuti berbagai sesi intensif, mulai dari diskusi kelompok (FGD), pembentukan karakter kepemimpinan, hingga pembiasaan ibadah seperti gerakan salat subuh berjamaah dan kultum. Pendekatan ini dirancang untuk membentuk karakter utuh tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial.

Ketua Lajnah Kaderisasi PC Al Irsyad Surabaya, Muhammad Barekat, menyebut bahwa proses ini menjadi investasi jangka panjang organisasi. “Kami ingin kader yang lahir dari proses ini benar-benar siap, tidak hanya melanjutkan organisasi, tetapi juga hadir memberi solusi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menariknya, training ini juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional lintas bidang sebagai pemateri, di antaranya Ahmad Riyadh, Gamal Albinsaid, Abd. Hafid Bajamal, Zakik Basalamah, serta M. Nabil. Kehadiran mereka memberikan perspektif luas, mulai dari kepemimpinan, kesehatan, hingga pengembangan potensi pemuda.

Dengan pendekatan yang lebih holistik ini, Al Irsyad Surabaya tampak tidak hanya membangun kader organisasi, tetapi juga sedang merancang generasi muda yang siap menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya berpegang pada nilai, tetapi juga mampu bergerak dan berdampak di tengah perubahan zaman.

Berita Terbaru

Strategi Golkar Jatim Menuju 2029: Bangun Mesin Politik Responsif, Bidik Pemilih Muda dan Perempuan

Strategi Golkar Jatim Menuju 2029: Bangun Mesin Politik Responsif, Bidik Pemilih Muda dan Perempuan

Sabtu, 02 Mei 2026 09:46 WIB

Sabtu, 02 Mei 2026 09:46 WIB

Jurnas.net – Di tengah lanskap politik yang semakin dinamis dan ekspektasi publik yang terus meningkat, DPD Partai Golkar Jawa Timur memilih mengubah p…

Sri Sultan Perintahkan Pemerintah Kabupaten/Kota Siapkan SE Awasi TPA

Sri Sultan Perintahkan Pemerintah Kabupaten/Kota Siapkan SE Awasi TPA

Kamis, 30 Apr 2026 19:15 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 19:15 WIB

Jurnas.net - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengambil langkah tegas menyikapi maraknya kasus kekerasan anak di TPA…

Daycare Little Aresha Diduga Telah Beroperasi Bertahun-tahun

Daycare Little Aresha Diduga Telah Beroperasi Bertahun-tahun

Kamis, 30 Apr 2026 16:32 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 16:32 WIB

Jurnas.net - Daycare Little Aresha yang berlokasi di Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta diduga beroperasi sebelum terjadi pandemi covid-19. Pandem…

Pansus DPRD Kuliti Bobrok BUMD Jatim: Ketergantungan Ekstrem, Aset Terbengkalai dan Kinerja Amburadul

Pansus DPRD Kuliti Bobrok BUMD Jatim: Ketergantungan Ekstrem, Aset Terbengkalai dan Kinerja Amburadul

Kamis, 30 Apr 2026 15:27 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 15:27 WIB

Jurnas.net - kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur terkuak dalam pembahasan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Jatim. Alih-alih menjadi mesin penggerak…

InJourney dan BTN Berkolaborasi Kembangkan Pariwisata Candi 

InJourney dan BTN Berkolaborasi Kembangkan Pariwisata Candi 

Kamis, 30 Apr 2026 14:50 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:50 WIB

Jurnas.net - InJourney Management dengan Bank Tabungan Negara (BTN) menjalin kerja sama pengembangan destinasi wisata candi. Ada sejumlah aspek yang dikembangka…

Pemulihan Psikologis Anak Korban Kekerasan Daycare Butuh Deteksi Dini dan Peran Aktif Orang Tua

Pemulihan Psikologis Anak Korban Kekerasan Daycare Butuh Deteksi Dini dan Peran Aktif Orang Tua

Kamis, 30 Apr 2026 13:48 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 13:48 WIB

Jurnas.net - Dampak kekerasan yang dialami anak-anak di daycare memerlukan penanganan serius. Bukan hanya penanganan, dampak kekerasan itu perlu deteksi dini pa…