Jurnas.net – Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPP Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin, menegaskan bahwa kaderisasi menjadi kunci utama dalam menentukan arah dan masa depan Partai Golkar. Ia menekankan prinsip tegas bahwa tidak ada promosi jabatan tanpa melalui proses kaderisasi.
Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Teknis Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan serta Bidang Pemuda dan Olahraga DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota se-Jawa Timur yang digelar di Kantor DPD Partai Golkar Jawa Timur, Surabaya, Rabu (15/4/2026).
Menurut Zulfikar, kaderisasi merupakan “darah” organisasi yang menentukan hidup dan matinya sebuah partai politik. Tanpa kaderisasi yang kuat dan berkelanjutan, partai akan kehilangan arah serta kesulitan melahirkan pemimpin yang berkualitas.
“Kaderisasi itu darahnya organisasi. Kalau kita ingin Partai Golkar terus punya fungsi dan peran yang lebih baik, maka tidak boleh melupakan kaderisasi,” tegasnya.
Ia menjelaskan, saat ini Partai Golkar tengah memasuki fase penting, yakni peralihan generasi atau shifting generasi. Generasi lama secara alami mulai bergeser, sementara generasi baru bermunculan dan harus dipersiapkan secara matang untuk melanjutkan perjuangan partai.
Menurutnya, proses regenerasi ini tidak boleh berjalan secara instan, melainkan harus ditopang oleh sistem kaderisasi yang terstruktur, sistematis, dan berjenjang. Dengan begitu, kesinambungan nilai dan perjuangan partai tetap terjaga.
Dalam konteks tersebut, Zulfikar menegaskan bahwa sistem meritokrasi harus menjadi dasar dalam setiap penempatan jabatan di partai, baik di tingkat struktural, pemerintahan, maupun di akar rumput.
“Tidak ada promosi tanpa kaderisasi. Kita ingin memastikan bahwa siapa pun yang diberi amanah adalah mereka yang sudah melalui proses pembinaan yang jelas,” ujarnya.
Ia menilai, penerapan meritokrasi berbasis kaderisasi justru menjadi langkah strategis untuk menyongsong perubahan zaman, khususnya dalam menghadapi dominasi pemilih muda pada Pemilu mendatang.
Zulfikar juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menentukan arah politik ke depan. Menurutnya, Generasi Z hingga Generasi Alpha akan menjadi pemilih dominan pada Pemilu 2029, sehingga Partai Golkar harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan dan aspirasi mereka.
“Ke depan, arah politik kita banyak ditentukan oleh anak-anak muda. Karena itu, kita harus memperbanyak kader muda dan menghadirkan program-program yang sesuai dengan aspirasi mereka,” jelasnya.
Ia pun mendorong seluruh jajaran DPD Partai Golkar di Jawa Timur untuk lebih aktif membuka ruang bagi generasi muda, baik dalam kepengurusan maupun dalam kegiatan kepartaian yang relevan dengan minat mereka.
Dengan pengalaman Jawa Timur yang sebelumnya dinilai berhasil menarik partisipasi anak muda, Zulfikar optimistis upaya penguatan kaderisasi berbasis generasi muda dapat semakin meningkatkan elektabilitas partai.
“Kalau kaderisasi kita kuat dan terbuka bagi anak muda, maka partai ini akan terus hidup dan berkembang. Tapi saya tegaskan, semua harus melalui proses. Tidak ada promosi tanpa kaderisasi, karena di situlah kualitas dan masa depan partai ditentukan,” pungkas Zulfikar Arse Sadikin.
Editor : Amal