Sri Sultan Perintahkan Pemerintah Kabupaten/Kota Siapkan SE Awasi TPA

author Rhobi Shani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bangunan Daycare Little Aresha.
Bangunan Daycare Little Aresha.

Jurnas.net - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengambil langkah tegas menyikapi maraknya kasus kekerasan anak di tempat penitipan anak (TPA) atau daycare tak berizin, seperti daycare Little Aresha. Sultan menginstruksikan jajarannya untuk segera merancang Surat Edaran (SE) guna menertibkan operasional daycare di wilayah kabupaten/kota se-DIY.

"Makanya saya minta cepat untuk desain untuk Surat Edaran. Harapan saya pemerintah kabupaten/kota melakukan operasi. Lihat ada yang ilegal, yang tidak memberikan pelayanan yang tidak baik seperti apa," ujar Sri Sultan di Yogyakarta pada Kamis, 30 April 2026.

Sultan menekankan bahwa payung hukum berupa SE ini mendesak diterbitkan agar pemerintah daerah memiliki mandat kuat untuk melakukan penyisiran dan evaluasi lapangan.

Melalui SE yang tengah didesain tersebut, Sri Sultan meminta jajaran pemerintah kabupaten/kota untuk bergerak aktif melakukan operasi pengawasan. Target utamanya adalah mendeteksi keberadaan lembaga yang beroperasi tanpa dokumen resmi maupun yang memiliki kualitas layanan di bawah standar.

Sultan telah memerintahkan penutupan daycare yang tidak memiliki izin resmi. Menurut beliau, legalitas adalah filter pertama untuk menjamin keamanan dan kualitas pengasuhan anak.

"Namanya ilegal itu mesti bermasalah. Kalau maunya baik-baik ya mesti legal. Jadi sebetulnya, kalau saya ya begitu ilegal tutup sementara. Supaya diproses legal. Selama tidak mau legal, jangan boleh dibuka, sehingga tidak terulang," kata dia.

Dalam perkembangannya, jumlah korban tindak kekerasan Daycare Little Aresha alami penambahan. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta menyebut sudah lebih dari 100 anak diadukan diduga jadi korban tindak kekerasan Daycare little Aresha. Ratusan anak tersebut tengah dalam proses asesmen kebutuhan pendampingan.

"Hingga saat ini terdapat 149 anak yang terdata melalui hotline pengaduan yang dibuka Pemkot Yogyakarta," kata Kepala DP3AP2KB Kota Yogyakarta, Retnaningtyas.

Jumlah tersebut terdapat penambahan karena data sebelumnya yang Polresta Yogyakarta dapatkan ada sekitar 103 anak dengan 53 di antaranya sudah dipastikan mendapat kekerasan. Retnaningtyas mengatakan jajarannya telah menindaklanjuti seluruh laporan dengan asesmen awal untuk memetakan kebutuhan masing-masing anak dan keluarga. Ia mengatakan kebutuhan pendampingan yang diberikan menyesuaikan kebutuhan korban.

"Hari pertama ada 37 anak (telah diasesmen), kemudian hari berikutnya 53 anak, dan sampai hari ini masih terus berjalan. Hasilnya beragam, sehingga membutuhkan penanganan yang berbeda-beda," kata dia.

Berita Terbaru

Bersama Bisa Bekerja Sama, Menuju Swasembada, Petani Sejahtera

Bersama Bisa Bekerja Sama, Menuju Swasembada, Petani Sejahtera

Senin, 12 Okt 2026 22:51 WIB

Senin, 12 Okt 2026 22:51 WIB

Oleh: Ahmad Ajib Ridlwan Wakil Dekan Bidang II Fakultas Ketahanan Pangan Unesa, serta Guru Besar Bidang Kewirausahaan Sosial Islam FEB Unesa Sekitar pukul…

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Jurnas.net - Tokoh masyarakat sekaligus kiai kampung Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, melontarkan dugaan adanya praktik…

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Jurnas.net - Kita sering melihat dalam kontestasi Pilkades, banyak calon kepala desa (cakades) membangun jalan dan membantu memasang lampu penerangan di…

Shin Tae-yong Mulai Ucapkan Peluang Juara Persija

Shin Tae-yong Mulai Ucapkan Peluang Juara Persija

Minggu, 11 Okt 2026 05:54 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 05:54 WIB

Jurnas.net - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong mulai melontarkan kans juara timnya usai menang atas PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung Kabupaten…

Tembus Rp 23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Tembus Rp 23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Jumat, 09 Okt 2026 18:37 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 18:37 WIB

Jurnas.net – Realisasi investasi di Kota Surabaya, Jawa Timur, mencapai Rp 23,608 triliun hingga semester I 2026. Capaian tersebut setara dengan sekitar 53 p…

Namanya Dikaitkan dengan Dugaan Pengondisian Muktamar NU, Dua Kiai Kalbar Tegaskan Tak Hadir

Namanya Dikaitkan dengan Dugaan Pengondisian Muktamar NU, Dua Kiai Kalbar Tegaskan Tak Hadir

Jumat, 09 Okt 2026 14:03 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 14:03 WIB

Jurnas.net – Dua pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di Kalimantan Barat memberikan klarifikasi setelah nama mereka dikaitkan dengan kegiatan di Jakarta yang disebut …