Setwan DPRD Jatim Peringkat Dua Keterbukaan Informasi di Tengah WFH dan Efisiensi

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Diskusi Indrapura bertema Kinerja DPRD Jatim di Tengah Efisiensi. (Insani/Jurnas.net)
Diskusi Indrapura bertema Kinerja DPRD Jatim di Tengah Efisiensi. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net – Di saat banyak lembaga pemerintah menghadapi tekanan akibat efisiensi anggaran dan skema kerja fleksibel, Sekretariat DPRD Jawa Timur justru menunjukkan arah berbeda. Alih-alih melambat, performa birokrasi di lingkungan DPRD Jatim justru menguat, bahkan menembus papan atas dalam keterbukaan informasi publik.

Capaian terbaru menempatkan Setwan DPRD Jatim di peringkat kedua terbaik dengan nilai 98,78 persen dalam monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi publik, tepat di bawah Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur yang meraih 99,44 persen.

Prestasi ini menjadi menarik karena diraih di tengah kebijakan efisiensi fiskal dan penerapan Work From Home (WFH) yang berpotensi menghambat kinerja layanan publik.

Sekretaris DPRD Jawa Timur, Ali Kuncoro, menegaskan bahwa efisiensi tidak selalu identik dengan penurunan kinerja. Justru sebaliknya, kondisi tersebut mendorong lahirnya pola kerja yang lebih adaptif.

“Efisiensi bukan hambatan, tetapi momentum untuk memperbaiki cara kerja. Kami tetap aktif dan produktif, bahkan mampu meningkatkan kepercayaan publik melalui keterbukaan informasi,” kata Ali, dalam Diskusi Indrapura bertema Kinerja DPRD Jatim di Tengah Efisiensi 2026, Rabu, 29 April 2026.

Ali mengibaratkan Setwan DPRD Jatim sebagai kendaraan besar yang harus terus bergerak di tengah tekanan fiskal. Kuncinya, kata dia, bukan sekadar memangkas anggaran, melainkan melakukan penyesuaian strategi tanpa mengorbankan fungsi utama lembaga.

Ia menyebut ada tiga pendekatan utama yang diterapkan, yakni menjaga fungsi representatif DPRD, mendorong inovasi berbasis prioritas, serta menyelaraskan program dengan agenda pembangunan daerah seperti Nawa Bhakti Satya dan Asta Cita. “Yang penting bukan seberapa besar anggaran, tetapi bagaimana anggaran itu digunakan secara tepat sasaran,” tegasnya.

Dalam praktiknya, efisiensi juga berdampak pada perubahan pola kerja internal, termasuk peningkatan digitalisasi layanan serta penguatan kolaborasi antar unit.

Ali juga menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan kepada anggota dewan sebagai pengguna utama layanan sekretariat. Menurutnya, satu keluhan saja menjadi indikator bahwa sistem belum berjalan optimal.

“Kalau masih ada komplain, berarti kita belum selesai. Pelayanan harus paripurna, tidak boleh setengah-setengah,” katanya.

Pendekatan ini dinilai menjadi salah satu faktor yang menjaga stabilitas kinerja di tengah keterbatasan.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim, Budiono, mengapresiasi langkah Setwan dalam menyikapi efisiensi secara produktif. “Di tengah keterbatasan, semangat kerja tetap terjaga. Ini menunjukkan manajemen kinerja berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia juga mencontohkan perubahan perilaku yang muncul akibat efisiensi, seperti penggunaan transportasi umum oleh pejabat daerah. “Saya sekarang naik kereta dari Bojonegoro ke Surabaya. Penghematan BBM bisa signifikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Komisioner Komisi Informasi Publik Jawa Timur, Solahudin, menyebut capaian Setwan sebagai indikator kuat komitmen terhadap transparansi. Dari total 64 badan publik yang dievaluasi, hanya 18 yang meraih predikat informatif.

“Artinya, capaian ini bukan biasa. Setwan DPRD Jatim termasuk yang terbaik di Jawa Timur, apalagi bertepatan dengan momentum Hari Keterbukaan Informasi Nasional,” ujarnya.

Berita Terbaru

Kisah Wisudawan Fakultas Peternakan UGM Menembus Keterbatasan

Kisah Wisudawan Fakultas Peternakan UGM Menembus Keterbatasan

Rabu, 20 Mei 2026 17:45 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 17:45 WIB

Jurnas.net - Wisuda Program Sarjana di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu, 20 Mei 2026, terselip sejumlah cerita inspiratif. Di antara puluhan wisudawan…

Pohon Pisang Milik Petani di Gunungkidul Bisa Buah 4 Tandan Satu Pohon

Pohon Pisang Milik Petani di Gunungkidul Bisa Buah 4 Tandan Satu Pohon

Rabu, 20 Mei 2026 16:48 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 16:48 WIB

Jurnas.net - Sebuah pohon pisang di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tumbuh dengan unik karena menghasilkan hingga empa…

Kuota SMP Capai 42 Ribu Kursi, Pemkot Surabaya Pastikan Semua Siswa Tertampung

Kuota SMP Capai 42 Ribu Kursi, Pemkot Surabaya Pastikan Semua Siswa Tertampung

Rabu, 20 Mei 2026 15:03 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 15:03 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid …

Tiga Hari Dicari, Korban Tenggelam di Sungai Brantas Blitar Ditemukan Meninggal

Tiga Hari Dicari, Korban Tenggelam di Sungai Brantas Blitar Ditemukan Meninggal

Rabu, 20 Mei 2026 14:22 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 14:22 WIB

Jurnas.net – Upaya pencarian intensif yang dilakukan tim SAR gabungan terhadap Isnaini (50), warga Kabupaten Blitar yang tenggelam di Sungai Brantas, akhirnya m…

Gagas Gerakan ‘Parlemen Bawa Tumbler’, Ketua DPRD Kab. Bandung Tabuh Genderang Perlawanan Terhadap Sampah Plastik

Gagas Gerakan ‘Parlemen Bawa Tumbler’, Ketua DPRD Kab. Bandung Tabuh Genderang Perlawanan Terhadap Sampah Plastik

Rabu, 20 Mei 2026 13:01 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 13:01 WIB

Jurnas.net - Langkah konkret dan progresif diambil oleh Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Renie Rahayu fauzi, dalam merespons darurat kerusakan lingkungan akibat…

Keindahan Laut dan Pelajaran Tentang Keselamatan Diving, Disiplin, dan Kerendahan Hati

Keindahan Laut dan Pelajaran Tentang Keselamatan Diving, Disiplin, dan Kerendahan Hati

Rabu, 20 Mei 2026 12:43 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 12:43 WIB

Keindahan Laut dan Pelajaran Tentang Keselamatan Diving, Disiplin, dan Kerendahan Hati…