Sejarah Baru Golkar Dimulai dari Jatim, Bahlil Apresiasi Inovasi Pelantikan Serentak DPD 

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyampaikan sambutan di sela Pelantikan DPD II Partai Golkar se- Jatim. (Insani/Jurnas.net)
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyampaikan sambutan di sela Pelantikan DPD II Partai Golkar se- Jatim. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Sejarah baru politik nasional tercatat dari Jawa Timur. Untuk pertama kalinya di Indonesia, 38 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar tingkat kabupaten/kota dilantik secara serentak dalam satu momentum besar. Pelantikan bersejarah ini digelar di Jatim Expo, Minggu, 15 Februari 2026.

Pelantikan tersebut dihadiri langsung Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang secara tegas menyebut agenda ini sebagai sejarah baru yang belum pernah terjadi sebelumnya di tubuh Partai Golkar maupun partai politik lain di Indonesia.

“Ini proses sejarah. Pelantikan ketua DPD kabupaten/kota yang dilakukan serentak dan dihadiri langsung oleh ketua umum, ini baru pertama kali terjadi,” kata Bahlil, di hadapan ribuan kader Golkar se- Jatim.

Menurut Bahlil, lahirnya sejarah baru ini tidak terlepas dari inovasi kepemimpinan Ketua DPD Golkar Jawa Timur, yang berani menghadirkan pola konsolidasi organisasi secara serentak, terstruktur, dan masif.

Menjawab pertanyaan apakah pola pelantikan serentak akan diterapkan di seluruh Indonesia, Bahlil menegaskan bahwa kebijakan tersebut bersifat kondisional dan sangat bergantung pada kreativitas serta kesiapan masing-masing daerah. “Ini kondisional. Pelantikan serentak ini terjadi karena ketua DPD Golkar Jawa Timur inovatif. Jadi tidak harus sama di semua daerah,” tegasnya.

Ia menilai, terobosan yang dilakukan Golkar Jawa Timur mencerminkan kematangan organisasi dan kemampuan partai beradaptasi secara modern tanpa meninggalkan nilai dasar perjuangan Golkar.

Jawa Timur, Barometer Sejarah Politik Nasional
Dalam pidatonya, Bahlil juga menekankan bahwa Jawa Timur memiliki posisi strategis dan historis dalam perjalanan politik nasional. Menurutnya, Jawa Timur kerap menjadi barometer sekaligus “ujian utama” bagi kekuatan politik nasional, termasuk Partai Golkar.

“Jawa Timur ini penuh sejarah. Siapa yang ingin membuat sejarah besar di Indonesia, harus berangkat dari Jawa Timur. Surabaya adalah Kota Pahlawan, dan Golkar lahir dengan cita-cita perjuangan besar untuk bangsa,” katanya.

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, jumpa pers usai Pelantikan DPD II Partai Golkar se- Jatim. (Insani/Jurnas.net)Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, jumpa pers usai Pelantikan DPD II Partai Golkar se- Jatim. (Insani/Jurnas.net)

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil mengulas kembali akar ideologis Golkar yang lahir dari semangat kebangsaan untuk menjaga Pancasila di tengah dinamika politik nasional pasca-1965. Ia menegaskan, Golkar bukan milik elite atau kelompok tertentu, melainkan rumah besar rakyat dengan doktrin kekaryaan.

“Golkar ini milik rakyat. Kita lahir dari semangat kebersamaan, aspirasi perjuangan, dan pengabdian. Golkar harus menjadi rumah bersama,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Jawa Timur pernah menjadi medan ujian terberat bagi Golkar pada awal era reformasi, ketika sejumlah kantor partai dibakar dan tekanan politik begitu kuat. Namun, kader Golkar Jawa Timur tetap bertahan dan bangkit, hingga kini menjadi salah satu kekuatan politik paling solid secara nasional.

Lebih jauh, Bahlil menegaskan bahwa pelantikan serentak ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari konsolidasi besar partai menjelang agenda-agenda politik nasional ke depan. Ia menginstruksikan seluruh jajaran Golkar Jawa Timur, dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, untuk segera menggerakkan konsolidasi sampai ke tingkat kecamatan dan desa.

“Rakyat itu ada di desa-desa. Konsolidasi adalah kata kunci. Kalau kita rapi, solid, dan bekerja nyata, rakyat akan memilih Golkar,” pungkasnya.

Berita Terbaru

SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026, Sinyal Kepercayaan Investor ke Kawasan Industri Jatim

SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026, Sinyal Kepercayaan Investor ke Kawasan Industri Jatim

Sabtu, 03 Okt 2026 14:10 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 14:10 WIB

Jurnas.net — PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) kembali mencatatkan komitmen investasi melalui penandatanganan dua Letter of Intent (LoI) dengan PT F…

Bahaya Eksploitasi Digital di Balik Konten Lucu Anak

Bahaya Eksploitasi Digital di Balik Konten Lucu Anak

Jumat, 02 Okt 2026 16:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 16:20 WIB

Jurnas.net - Maraknya konten lucu bersama anak di media sosial mendapat banyak perhatian warganet, namun konten tersebut memunculkan indikasi bentuk…

Kisah Biarawati Katholik Asal Timor Lester Beri Ceramah di Unisa Yogyakarta

Kisah Biarawati Katholik Asal Timor Lester Beri Ceramah di Unisa Yogyakarta

Jumat, 02 Okt 2026 09:10 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 09:10 WIB

Jurnas.net - Suster Dulce Maria Guterres, FDCC, seorang biarawati Katolik asal Timor-Leste berdiri pada mimbar saat Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-27 di…

Tumpeng Raksasa 3 Meter Jadi Ikon HUT ke-20 SMAN 1 Kebomas, Sarat Makna Tradisi dan Kebersamaan

Tumpeng Raksasa 3 Meter Jadi Ikon HUT ke-20 SMAN 1 Kebomas, Sarat Makna Tradisi dan Kebersamaan

Rabu, 30 Sep 2026 21:15 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 21:15 WIB

Jurnas.net – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 SMAN 1 Kebomas, Gresik, Jawa Timur, berlangsung meriah. Ribuan siswa larut dalam kemeriahan yang tidak hanya …

Gus Lilur: Saya Siap Perang Pidana, Tapi Ada 3 Syarat untuk Menepi dari Polemik NU

Gus Lilur: Saya Siap Perang Pidana, Tapi Ada 3 Syarat untuk Menepi dari Polemik NU

Selasa, 29 Sep 2026 13:18 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 13:18 WIB

Jurnas.net - Polemik pasca-Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, belum sepenuhnya mereda. Warga…

MBG dan KDMP yang Gerus Ruang Fiskal Dinilai Bebani Kesejahteraan Masyarakat 

MBG dan KDMP yang Gerus Ruang Fiskal Dinilai Bebani Kesejahteraan Masyarakat 

Selasa, 29 Sep 2026 08:39 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 08:39 WIB

Jurnas.net - Persoalan kesejahteraan masyarakat masih menjadi perhatian di tengah berbagai dinamika perekonomian nasional. Setahun setelah tujuh Desakan…