Jurnas.net - Di tengah kepungan banjir dan keterbatasan fasilitas akibat bencana alam, sebuah momen kemanusiaan mengharukan terjadi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Seorang dokter Puskesmas Stabat Lama berjibaku menyelamatkan seorang ibu hamil yang akhirnya melahirkan dua bayi kembar perempuan di dalam ambulans saat proses evakuasi.
Rajula (38), warga Langkat yang tengah hamil besar, harus dievakuasi dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Pura pada 29 November 2025. Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut membuat rumah sakit tidak dapat memberikan pelayanan persalinan secara optimal. Bahkan, ambulans milik RSUD Tanjung Pura tak bisa beroperasi karena terdampak banjir.
Baca juga: Seragam Pinjam dan Sepatu Hanyut: Kisah Haru Siswa Aceh Tamiang Saat Kembali Masuk Sekolah
Dalam kondisi darurat itu, pihak RSUD Tanjung Pura menghubungi Puskesmas Stabat Lama untuk meminta bantuan evakuasi menuju rumah sakit lain yang masih beroperasi.
“Pada saat bencana banjir kemarin, ada ibu hamil di RSUD Tanjung Pura. Karena rumah sakit terdampak banjir dan ambulans tidak bisa digunakan, mereka menghubungi kami untuk membantu mengevakuasi pasien,” kata dokter umum Puskesmas Stabat Lama, Afriza Amelia, Selasa, 23 Desember 2025.
Baca juga: Demi Anak Bisa Sekolah Lagi, TNI Percepat Bersihkan Ratusan Sekolah Pascabencana Aceh
Afriza bersama tim puskesmas segera merespons panggilan darurat tersebut. Rajula kemudian dibawa menggunakan ambulans Puskesmas Stabat Lama menuju Rumah Sakit Putri Bidadari yang diketahui tidak terdampak banjir dan masih beroperasi normal. “Kebetulan RS Putri Bidadari tidak terdampak banjir, jadi pelayanan masih berjalan seperti biasa,” kata Afriza.
Namun, situasi berubah dramatis di tengah perjalanan. Kontraksi Rajula semakin kuat dan intens. Ia tak lagi mampu menahan rasa sakit, hingga akhirnya proses persalinan terjadi sebelum ambulans tiba di rumah sakit tujuan.
Baca juga: Setelah Sebulan Sunyi, Azan Kembali Menggema di Aceh Usai Listrik 15 Masjid Pulih
“Di jalan, kontraksinya sudah sangat kuat. Ibunya tidak bisa menahan lagi, akhirnya melahirkan di dalam ambulans. Saat itu saya berada di dalam dan langsung membantu proses persalinannya,” ungkap Afriza.
Momen darurat itu berakhir bahagia. Rajula melahirkan dua bayi kembar perempuan dengan selamat dan sehat. Bayi pertama diberi nama Hana, dengan berat lahir 2,3 kilogram, disusul bayi kedua Hani dengan berat 2,1 kilogram.
“Anaknya kembar, dua-duanya perempuan. Alhamdulillah ibu dan bayinya sehat,” pungkas Afriza.
Editor : Amal