Jurnas.net - Halal Bihalal (HBH) Bawean Internasional 2026 yang akan digelar di Yogyakarta pada 11–12 April 2026 dipastikan menjadi perhelatan silaturahmi akbar masyarakat Bawean lintas negara. Tak hanya dihadiri warga dan tokoh Bawean dari berbagai penjuru dunia, kegiatan berskala internasional ini juga akan mendapat kehormatan dengan kehadiran Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Ketua Panitia Pelaksana HBH Bawean Internasional, M. Faisol, menyampaikan bahwa kehadiran Sri Sultan HB X menjadi simbol kuat keterbukaan Yogyakarta sebagai rumah budaya dan ruang persatuan bagi diaspora Bawean Nusantara dan dunia.
Baca juga: Rapat Perdana Pasca Kongres: PSB Fokus Cetak Pengusaha Baru Bawean Lewat Pelatihan Bisnis
“HBH ini bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga peristiwa budaya dan kebangsaan. Kehadiran Sri Sultan HB X menjadi kehormatan sekaligus penguat bahwa Yogyakarta adalah titik temu kebudayaan dan persaudaraan,” kata Faisol, Senin, 29 Desember 2025.
HBH itu akan digelar selama dua hari di Auditorium Gedung Perwacy, Ringroad Timur Yogyakarta, dengan mengusung tema sukses pendidikan, sukses ekonomi, dan sukses kepemimpinan. Rangkaian acara utama meliputi tausiyah, sesi inspiratif berisi kisah sukses tokoh Bawean, serta diskusi panel yang membahas strategi pengembangan sumber daya manusia dan ekonomi komunitas Bawean di era global.
Selain itu, acara juga dirangkai dengan pameran dan bazaar produk ekonomi kreatif Bawean, yang menampilkan potensi usaha masyarakat Bawean dari berbagai daerah dan negara. Pada malam sebelum hari H, panitia menggelar sarasehan dan talk show bisnis yang akan mempertemukan pengusaha Bawean senior dengan pengusaha pemula dan startup, sebagai ruang berbagi pengalaman dan memperkuat jejaring usaha global.
Yang menjadi daya tarik utama HBH Bawean Internasional 2026 adalah panggung seni dan budaya Bawean yang ditampilkan secara kolaboratif. Faisol menegaskan bahwa pelestarian budaya menjadi ruh utama acara ini.
Baca juga: Bawean Mendunia: Diaspora Asia Hingga Eropa Siap Meriahkan HBH Internasional 2026
“Bagaimanapun suksesnya warga Bawean di manapun berada, identitas sebagai orang Bawean harus tetap terjaga. Karena itu, kami tampilkan berbagai kesenian khas Bawean sebagai simbol jati diri,” jelasnya.
Sejumlah penampilan budaya telah dijadwalkan, antara lain Paduan Suara Bawean Yogyakarta, Samman Bawean dari Tulungagung, Mandiling Bawean dari Gresik, kesenian Bawean dari Malang, Hadroh Al Baweani dari Solo, Samroh Bawean dari Gresik, Tari Zapin dari Yogyakarta, Tari Bawean dari IPMABAYO, hingga Perform Tari Padang Pasir. Acara juga akan dimeriahkan dengan kolaborasi budaya Yogyakarta dan Bawean, sebagai simbol harmonisasi budaya lokal dan perantauan.
HBH Bawean Internasional 2026 juga akan dihadiri tokoh-tokoh Bawean internasional, di antaranya Ketua Bawean Malaysia, Presiden Bawean Singapura, serta perwakilan Bawean dari Australia, Inggris (UK), dan sejumlah negara lain. Dari Malaysia diperkirakan hadir minimal 30 orang, Singapura 20 orang, Australia sekitar 20 orang, serta diaspora Bawean dari Eropa.
Baca juga: HBH Bawean Internasional 2026: Menyatukan Diaspora Global lewat Sarasehan Bisnis dan Budaya
Selain rangkaian budaya dan silaturahmi, agenda penting lain adalah pengukuhan Pengurus Baru Paguyuban Sosial Bawean (PSB) masa bakti 2025–2030, yang diharapkan mampu memperkuat peran organisasi Bawean di tingkat nasional dan internasional.
Faisol berharap HBH Bawean Internasional 2026 menjadi momentum jangka panjang untuk mempererat silaturahmi diaspora Bawean, menanamkan kebanggaan budaya kepada generasi muda perantauan, serta membangun kemajuan kolektif berlandaskan nilai-nilai Islami dan akhlak mulia.
“Harapannya, generasi Bawean di mana pun berada tidak lupa asal-usulnya, tetap mencintai budayanya, dan silaturahmi antar-saudara Bawean terus terjaga,” pungkas Faisol.
Editor : Amal