PMI Surabaya Perluas Donor Darah hingga Kampung, Gandeng Program Kampung Pancasila

Reporter : Dadang
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, usai pelantikan pengurus PMI Surabaya. (Istimewa)

Jurnas.net - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya merespons tantangan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dengan menggeser pendekatan gerakan kemanusiaan dari sentralistik menuju berbasis kampung. Melalui kepengurusan baru periode 2026–2031, PMI Surabaya menyiapkan strategi menjadikan Kampung Pancasila sebagai basis gerakan donor darah dan solidaritas kemanusiaan.

Ketua Harian sekaligus Wakil Ketua PMI Surabaya, Taufik Rohman Hidayat, menyebut langkah awal yang akan dilakukan adalah menyatukan program PMI dengan Kampung Pancasila yang selama ini menjadi kanal pemberdayaan masyarakat Pemkot Surabaya.

Baca juga: Rayakan Hari Jadi Humas Polri ke-74: Polda Jatim Gelar Aksi Donor Darah untuk Sesama

“Kami melihat Kampung Pancasila bukan sekadar program sosial, tapi ekosistem yang hidup. Di situlah PMI harus masuk agar gerakan kemanusiaan benar-benar tumbuh dari bawah,” kata Taufik, usai pelantikan pengurus PMI Surabaya, Kamis, 15 Januari 2026.

Menurutnya, jika program PMI—terutama donor darah—menyatu dengan aktivitas warga kampung, maka partisipasi masyarakat akan meningkat secara alami. “Kalau PMI ikut di dalamnya, bukan sekadar datang saat butuh darah, maka produktivitas dan kesadaran donor akan jauh lebih kuat,” tegasnya.

PMI Surabaya telah menyiapkan strategi jemput bola dengan menggerakkan sekitar 800 relawan yang tersebar di berbagai wilayah. Relawan ini akan menjadi ujung tombak edukasi dan pelaksanaan donor darah di tingkat kampung.

“Kami punya kekuatan relawan. Ditambah dukungan Pemkot seperti ambulans cepat tanggap dan Command Center 112, gerakan ini bisa berjalan efektif,” jelas Taufik.

Baca juga: 109 Kantong Darah dari Kawasan Industri: SIER Satukan Bisnis dan Peduli Kemanusiaan

Sementara itu, Ketua Umum PMI Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menegaskan kepengurusan baru akan segera melakukan konsolidasi internal dan memperkuat kehadiran PMI di wilayah teritorial.
“PMI tidak boleh hanya kuat di kantor. Kami harus hadir di kecamatan, kelurahan, hingga kampung,” katanya.

Lilik mengakui hampir separuh pengurus PMI Surabaya merupakan wajah baru. Namun hal tersebut justru menjadi peluang regenerasi dalam gerakan kemanusiaan. “Pengurus baru membawa semangat baru. Tantangannya adalah adaptasi cepat dan kerja nyata agar pelayanan tetap optimal,” ujarnya.

Ia memastikan ke depan jaringan PMI akan diperluas hingga tingkat kecamatan dengan menambah unit layanan dan relawan agar kesiapsiagaan kemanusiaan semakin merata.
Pelantikan pengurus PMI Surabaya ini turut dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni, Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan, Ketua Komisi D DPRD Surabaya Akmarawita Kadir, serta seluruh camat se-Surabaya.

Baca juga: Jelang Peringatan Hari Relawan Sedunia, Pemkot Surabaya Kukuhkan Ribuan Anggota Palang Merah Remaja dan PMI

Dalam sambutannya, Eri Cahyadi menegaskan bahwa PMI Surabaya selama ini telah menjadi rujukan nasional, khususnya Unit Donor Darah (UDD) PMI Surabaya. “UDD PMI Surabaya adalah yang terbaik di Indonesia. Prestasi ini harus dipertahankan dan ditingkatkan oleh pengurus baru,” kata Eri.

Ia menekankan bahwa keberhasilan PMI lahir dari kolaborasi relawan, pemerintah, dan para pembina, serta pentingnya regenerasi agar semangat kemanusiaan tidak stagnan. “Harus ada orang-orang baru yang punya cinta pada sesama. Tapi juga harus ada keseimbangan, pengurus lama mentransfer pengetahuan agar PMI makin kuat,” tegasnya.

Pemkot Surabaya, lanjut Eri, berkomitmen mendukung PMI dari sisi sarana prasarana hingga penguatan kolaborasi Kampung Pancasila sebagai kanal baru gerakan donor darah. “Donor darah bukan sekadar kebutuhan medis, tapi gerakan solidaritas. Kampung Pancasila akan menjadi ruang membangun kepedulian itu,” pungkasnya.

Editor : Rahmat Fajar

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru