Promosikan UMKM, KAI Services Sajikan Kuliner Legendaris Khas Banyuwangi di Kereta Api

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat meninjau kereta api di wilayahnya. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat meninjau kereta api di wilayahnya. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net – Penumpang kereta api yang melintasi Banyuwangi kini dapat menikmati cita rasa khas ujung timur Pulau Jawa tanpa harus turun dari perjalanan. Melalui kerja sama dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal, KAI Services menghadirkan berbagai menu kuliner khas Banyuwangi di layanan restorasi kereta api.

Inisiatif tersebut tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi para penumpang, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan UMKM dan promosi kuliner daerah ke pasar yang lebih luas.

Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, mengatakan terdapat dua UMKM Banyuwangi yang saat ini menjadi mitra penyedia menu, yakni Warung Mbok Wah dan Srengenge Wetan.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman kuliner yang autentik bagi pelanggan sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi UMKM lokal untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat dari berbagai daerah,” kata Nyoman, Senin, 1 Juni 2026.

Salah satu menu yang paling menarik perhatian adalah Nasi Tempong, kuliner legendaris Banyuwangi yang dikenal dengan cita rasa pedas khasnya. Menu tersebut diproduksi oleh Warung Mbok Wah yang telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi kuliner favorit di Banyuwangi.

Nasi Tempong memiliki keunikan pada sambalnya yang dibuat menggunakan tomat ranti, menghasilkan rasa pedas segar yang berbeda dari sambal pada umumnya. Melalui kerja sama ini, penumpang dapat memilih beberapa varian menu, seperti Nasi Tempong Ayam, Nasi Tempong Udang, dan Nasi Tempong Telur.

Selain itu, UMKM Srengenge Wetan turut menghadirkan sejumlah menu khas lainnya, seperti Ayam Lodho, Nasi Bakar, Plencing Ayam, serta Nasi Tempong Ayam yang menjadi favorit para pelanggan.

Berbagai menu khas Banyuwangi tersebut kini tersedia di kereta api yang memiliki relasi menuju atau dari Banyuwangi, seperti KA Sancaka Utara (Bandung–Ketapang), KA Blambangan Ekspres (Pasar Senen–Ketapang), KA Wijaya Kusuma (Cilacap–Ketapang), dan KA Logawa (Purwokerto–Banyuwangi).

Dengan hadirnya menu lokal tersebut, perjalanan panjang para penumpang kini tidak hanya menawarkan kenyamanan transportasi, tetapi juga pengalaman menikmati kekayaan kuliner Nusantara.

Region Head Regional 9 Jember KAI Services, Yullyandra Mursyal, menjelaskan bahwa program penyediaan menu khas Banyuwangi telah mulai diterapkan sejak Mei 2026. Meski baru berjalan dalam waktu singkat, respons pelanggan dinilai sangat positif. Setiap keberangkatan kereta rata-rata mampu menjual antara 10 hingga 20 porsi menu khas Banyuwangi.

“Antusiasme pelanggan cukup tinggi. Banyak penumpang yang penasaran dan ingin mencoba makanan khas Banyuwangi. Bahkan dalam satu perjalanan, sejumlah menu bisa habis terjual,” kata Yullyandra.

Ia menjelaskan, seluruh makanan diproduksi langsung oleh mitra UMKM sehingga kualitas rasa dan keasliannya tetap terjaga. Setelah dimasak, makanan dikirim dari Banyuwangi ke titik distribusi yang telah ditentukan sebelum kemudian dijual melalui layanan restorasi kereta api.

“Karena dimasak langsung oleh mitra UMKM, cita rasanya tetap autentik. Penumpang bisa menikmati kuliner khas Banyuwangi dengan kualitas yang sama seperti saat membeli langsung di daerah asalnya,” ujarnya.

Program kolaborasi ini menjadi salah satu strategi KAI Services dalam memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada masyarakat Indonesia. Tidak hanya meningkatkan pengalaman pelanggan, langkah tersebut juga membuka akses pasar baru bagi pelaku UMKM lokal.

Melalui jaringan perjalanan kereta api yang menjangkau berbagai kota di Pulau Jawa, kuliner khas Banyuwangi berpotensi semakin dikenal oleh wisatawan maupun masyarakat dari berbagai daerah. KAI Services berharap kehadiran menu-menu lokal ini dapat menjadi sarana promosi budaya dan kuliner Nusantara sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM.

“Kereta api bukan hanya alat transportasi, tetapi juga media untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia. Kami berharap semakin banyak kuliner daerah yang bisa dikenal dan dinikmati masyarakat luas melalui layanan kereta api,” pungkas Yullyandra.

Berita Terbaru

Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai: Disebut Terima Rp21 Miliar di Sidang KPK Bikin Malu Presiden

Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai: Disebut Terima Rp21 Miliar di Sidang KPK Bikin Malu Presiden

Minggu, 14 Jun 2026 13:36 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 13:36 WIB

Jurnas.net – Polemik di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali menjadi sorotan publik setelah nama Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, …

Harga BBM Naik, Supermarket Berjejaring Tetap Jual Barang Sesuai HET

Harga BBM Naik, Supermarket Berjejaring Tetap Jual Barang Sesuai HET

Sabtu, 13 Jun 2026 16:13 WIB

Sabtu, 13 Jun 2026 16:13 WIB

Jurnas.net - Swalayan berjejaring tetap menjual berbagai barang kebutuhan pokok sesuai harga eceran tertinggi atau HET, di tengah lonjakan harga BBM non subsidi…

DPP PKB Ganti Musyafak Rouf dari Kursi Ketua DPC PKB Surabaya di Tengah Sorotan Korupsi MBG

DPP PKB Ganti Musyafak Rouf dari Kursi Ketua DPC PKB Surabaya di Tengah Sorotan Korupsi MBG

Jumat, 12 Jun 2026 18:36 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 18:36 WIB

Jurnas.net – Karier politik Musyafak Rouf di internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Surabaya memasuki babak baru. Di tengah namanya yang terus dikaitkan d…

Pemkot Surabaya Perketat Verifikasi Data SPMB SMP 2026, Pastikan Seleksi Transparan dan Tepat Sasaran

Pemkot Surabaya Perketat Verifikasi Data SPMB SMP 2026, Pastikan Seleksi Transparan dan Tepat Sasaran

Jumat, 12 Jun 2026 15:39 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 15:39 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang Sekolah Menengah …

Surabaya Bidik Piala Presiden di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Wali Kota Siapkan Bonus Rp100 Juta

Surabaya Bidik Piala Presiden di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Wali Kota Siapkan Bonus Rp100 Juta

Jumat, 12 Jun 2026 13:26 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 13:26 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya bangsa dengan mengirimkan kontingen terbaik untuk b…

Kasus TBC Mengganas di Surabaya Sepanjang 2026, DPRD Jatim Minta Pemerintah Bergerak Lebih Agresif

Kasus TBC Mengganas di Surabaya Sepanjang 2026, DPRD Jatim Minta Pemerintah Bergerak Lebih Agresif

Jumat, 12 Jun 2026 11:08 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 11:08 WIB

Jurnas.net – Tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Kota Surabaya. Dalam kurun lima bulan pertama tahun 2026, sebanyak 4.191 …