Jurnas.net – Kabupaten Banyuwangi kembali mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah forum internasional. Kali ini, daerah di ujung timur Pulau Jawa itu akan menjadi lokasi penyelenggaraan ASEAN-ID Blue 2026, forum yang mempertemukan negara-negara ASEAN dan mitra internasional untuk membahas pengembangan ekonomi biru (blue economy) yang berkelanjutan.
Forum yang digelar pada 17–18 Juli 2026 itu akan dihadiri delegasi dari negara anggota ASEAN, negara-negara East Asia Summit (EAS), anggota Pacific Islands Forum (PIF), termasuk Selandia Baru. Kegiatan tersebut diinisiasi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru (Ministry of Foreign Affairs and Trade/MFAT).
Kementerian Luar Negeri, Adhyanti Sardanarini Wirajuda, mengatakan ASEAN-ID Blue menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antarnegara dalam mengembangkan ekonomi berbasis kelautan yang berkelanjutan.
Menurut dia, konsep ekonomi biru tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan pemanfaatan sumber daya laut dan pesisir dilakukan secara bertanggung jawab agar tetap menjaga kelestarian ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Forum ini akan menjadi wadah berbagi pengalaman antara negara-negara ASEAN dan negara mitra. Para peserta bisa saling berbagi praktik terbaik dari masing-masing negara untuk memperkaya pengembangan ekonomi biru. Karena itu, kami juga menghadirkan pelaku usaha sektor kelautan dan nelayan yang terlibat langsung," kata Adhyanti, Selasa, 14 Juli 2026.
Dalam forum tersebut, para peserta akan membahas berbagai isu strategis, mulai dari konservasi laut, pengelolaan sumber daya kelautan, penguatan rantai nilai sektor perikanan, pemberdayaan nelayan, pengembangan UMKM dan koperasi, hingga peluang kerja sama ekonomi antara negara-negara ASEAN dan mitra.
Adhyanti menjelaskan Banyuwangi dipilih sebagai tuan rumah karena dinilai berhasil menunjukkan bahwa upaya konservasi laut dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, berbagai program yang dikembangkan Banyuwangi memperlihatkan sinergi antara sektor perikanan, pariwisata, UMKM, dan pemberdayaan masyarakat pesisir dalam membangun ekonomi daerah yang berkelanjutan.
"Praktik inilah yang ingin dibagikan Indonesia kepada negara-negara ASEAN dan mitra. Banyuwangi juga konsisten menggerakkan ekonomi daerah melalui berbagai kegiatan budaya dan pariwisata. Peserta dari berbagai negara akan melihat langsung bagaimana pengembangan ekonomi daerah dapat berjalan seiring dengan pelestarian laut, budaya, dan pariwisata," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, menyambut penyelenggaraan ASEAN-ID Blue sebagai kesempatan strategis untuk memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus menyerap berbagai praktik terbaik dari negara-negara peserta. Menurut Ipuk, kehadiran delegasi dari berbagai negara akan menjadi peluang bagi Banyuwangi untuk memperkenalkan potensi kelautan, perikanan, pariwisata, serta pemberdayaan masyarakat yang selama ini dikembangkan.
"Akan banyak pengalaman berharga dari negara-negara ASEAN dan mitra yang dapat kami pelajari. Kami juga berharap forum ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi Banyuwangi dengan negara-negara ASEAN, khususnya di bidang ekonomi dan pemberdayaan masyarakat pesisir," pungkas Ipuk.
Editor : Rahmat Fajar