Jurnas.net - Di usia ketika banyak orang memilih beristirahat, ratusan pengemudi becak lansia di Banyuwangi masih bertahan mengayuh roda demi dapur tetap mengepul. Kini, kayuhan berat itu perlahan digantikan oleh aliran listrik. Sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto resmi diserahkan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Nanik S Deyang kepada para pengemudi becak lanjut usia—kelompok pekerja informal yang selama puluhan tahun menopang ekonomi keluarga dengan kekuatan fisik yang kian menurun.
Baca juga: Bupati Ipuk Libatkan ASN Pantau Kemiskinan, Program Berbagi Dorong Penurunan Angka Miskin
Salah satunya Misdi (88), warga Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari. Selama 25 tahun, ia mengantar sayur dan hasil kebun warga, lalu berkeliling mencari penumpang hingga wilayah Rogojampi. Di usia senja, tubuhnya tak lagi sekuat dulu. Ia bahkan sempat terserang stroke ringan.
Namun kebutuhan hidup memaksanya tetap bekerja. “Sekarang terasa ringan. Kalau jalannya berat pakai listrik, kalau landai saya kayuh. Lumayan buat menggerakkan kaki,” ujar Misdi dengan mata berkaca-kaca, Minggu, 25 Januari 2026.
Kisah serupa dialami Mislani (79), pengemudi becak asal Kelurahan Dadapan, Kecamatan Kabat. Sejak 1964, ia setia menarik becak dan mangkal di sekitar Jalan A. Yani, Banyuwangi. Ia mengaku tak pernah membayangkan akan mengendarai becak listrik di sisa usianya.
“Saya ikut didata saja, tidak berharap apa-apa. Alhamdulillah ternyata dapat. Terima kasih Bapak Presiden Prabowo. Sekarang nariknya lebih enteng,” ucapnya penuh syukur.
Bupati Ipuk Fiestiandani menilai, bantuan becak listrik ini bukan hanya meringankan beban fisik para tukang becak lansia, tetapi juga menjaga martabat kerja mereka agar tetap produktif dan mandiri. “Ini bukan sekadar alat transportasi. Ini alat penghidupan. Ke depan, becak listrik akan kami libatkan dalam sektor pariwisata sebagai bagian dari layanan ramah lingkungan,” ujar Ipuk.
Baca juga: Bansos Digital Banyuwangi Segera Diumumkan, Data Penerima Bisa Disanggah Publik
Ipuk juga menyebut, Pemkab Banyuwangi selama ini memiliki kebijakan setiap Jumat yang mewajibkan ASN menggunakan transportasi umum atau ojek online. Kehadiran becak listrik diharapkan menjadi salah satu moda pilihan yang menggerakkan ekonomi rakyat kecil sekaligus mengurangi emisi.
“Saya minta becak ini dirawat dengan baik, digunakan dengan bahagia, agar manfaatnya bisa dirasakan lama,” pesannya.
Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan GSN Nanik S Deyang menegaskan, bantuan becak listrik ini merupakan inisiatif pribadi Presiden Prabowo Subianto yang lahir dari kepedulian terhadap nasib pengemudi becak, khususnya lansia.
Baca juga: 200 Becak Listrik dari Prabowo untuk Pekerja Lansia Surabaya, Dorong Wisata Hijau dan Ekonomi Rakyat
Ia menyebut, nilai satu unit becak listrik mencapai Rp22 juta. Karena itu, ia menekankan agar bantuan tidak diperjualbelikan dan dikelola secara bertanggung jawab.
“Saya minta Ibu Bupati menyiapkan regulasi pengelolaannya. Ke depan, bantuan ini akan kami tambah. Harapannya, becak listrik menjadi angkutan andalan sekaligus sarana pengentasan kemiskinan di Banyuwangi,” ujarnya.
Usai penyerahan, Bupati Ipuk bersama Wakil Ketua Yayasan GSN dan jajaran Forkopimda turut merasakan langsung menjadi penumpang becak listrik, berkeliling di kawasan Taman Sritanjung—sebuah simbol bahwa perubahan kecil di jalanan kota bisa bermakna besar bagi kehidupan rakyat kecil.
Editor : Risfil Athon