Jurnas.net - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) x Jogja Rupiah Festival (JRF) 2026 pada tanggal 4–5 Juli 2026. Kegiatan itu diselenggarakan guna memperkuat literasi sistem pembayaran digital, meningkatkan kecintaan dan pemahaman masyarakat terhadap Rupiah, serta mendorong pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif di DIY.
"Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi Bank Indonesia bersama pemerintah daerah, industri perbankan, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif sekaligus mengangkat potensi kuliner nusantara sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah," kata Kepala Perwakilan BI DIY Sri Darmadi Sudibyo.
Kick Off QJI x JRF 2026 diselenggarakan pada Sabtu, 4 Juli 2026, di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan puncak acara Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah Championship 2026 dan diikuti oleh sekitar 329 peserta Fun Walk JRF, ratusan peserta JRF Expo & Community Mentorship, serta 10 tim finalis QRIS Jelajah Kuliner Indonesia Wilayah DIY.
Sri Darmadi Sudibyo mengatakan QJI 2026 memasuki tahun penyelenggaraan ketiga. Jika pada 2025 QJI mengangkat tema budaya, tahun ini QJI bertransformasi menjadi QRIS Jelajah Kuliner Indonesia dengan mengusung tema kuliner nusantara.
Tercatat lebih dari 440 pendaftar di wilayah DIY mengikuti proses seleksi, hingga akhirnya terpilih 10 tim finalis dengan masing-masing tim beranggotakan tiga peserta untuk berkompetisi memperebutkan gelar juara QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 Wilayah DIY. Melalui kompetisi ini, Bank Indonesia mengajak masyarakat untuk semakin terbiasa memanfaatkan pembayaran nontunai sekaligus turut melestarikan kekayaan kuliner nusantara sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
Sejalan dengan hal tersebut, JRF diselenggarakan untuk menanamkan nilai-nilai CBP Rupiah kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai bagian dari edukasi kebanksentralan yang berkelanjutan. Sri Darmadi juga mengapresiasi para juara rangkaian CBP Rupiah Championship 2026, meliputi kategori Duta Muda, Duta Guru, Content Creator Hunt, Lomba Mendongeng, dan Public Relation CBP Rupiah, sebagai bentuk gerakan bersama menjaga dan menyebarluaskan kecintaan terhadap Rupiah dari berbagai segmen masyarakat. Kegiatan turut diwarnai dengan penyerahan donasi Gerakan Donasi Uang Logam “Koin Migunani” yang diinisiasi KPwBI DIY dan BMPD DIY.
Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Eling Priswanto mengatakan Koin Migunani merupakan wujud nyata falsafah Jawa Migunani Tumrap Liyan, yaitu semangat bahwa hidup menjadi bermakna ketika keberadaan seseorang membawa manfaat bagi sesama. Gerakan ini sekaligus menjadi upaya bersama untuk mengoptimalkan uang logam yang selama ini kurang termanfaatkan di masyarakat.
Rangkaian Hari Pertama, Sabtu 4 Juli 2026, diawali dengan Fun Walk JRF di kawasan GIK UGM, dilanjutkan dengan Tari Pembukaan “Tari Rupiah”, pembacaan doa, serta sambutan Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY dan Sekretaris Daerah DIY. Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan penyerahan apresiasi Koin Migunani dan awarding CBP Rupiah Championship, hingga flag off QRIS Jelajah Kuliner Indonesia - Yogyakarta 2026. Sepanjang hari, turut berlangsung JRF Expo & Community Mentorship berupa talkshow kebanksentralan serta rangkaian mentorship Identity & Impact Leaders, The Future Proof Builders, dan The Macro Strategist & Builders, serta Youth Expo Community yang diikuti lebih dari 450 peserta komunitas. Bersamaan dengan itu, 10 tim finalis QJI menjalani misi hari pertama yang terdiri atas Misi Transportasi, Misi Keamanan dan Ketahanan Siber, dan Misi QRIS, dilanjutkan kunjungan ke pabrik bakpia di Kampung Pathuk Ngampilan Kota Yogyakarta, sesi Mystery Mission Games, proses edit dan unggah konten, hingga pengumuman lima tim terbaik pada malam hari.
Adapun rangkaian QJI Hari Kedua akan dilaksanakan pada hari Minggu 5 Juli 2026, dimulai dengan flag off hari ke-2 dan Mystery Mission dari Pendopo Royal Ambarrukmo, dilanjutkan dengan penyelesaian misi di sejumlah lokasi meliputi Misi Elektronifikasi, Misi CBP Rupiah, dan Misi BI-FAST di kawasan Gembiraloka Zoo, serta misi lanjutan di kawasan Tugu Malioboro-Ketandan menggunakan andong dan Misi Konsumen di Nanggulan Kulon Progo. Rangkaian kegiatan ditutup dengan peserta kembali menuju Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY.
Melalui penyelenggaraan QJI x JRF 2026, diharapkan dapat memperluas literasi dan inklusi pembayaran digital, menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Rupiah, serta melestarikan kekayaan kuliner nusantara sebagai bagian dari identitas budaya. Kegiatan ini juga diharapkan semakin memperkuat sinergi lintas lembaga dalam mendukung stabilitas sistem pembayaran serta pertumbuhan ekonomi DIY yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan; Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi, jajaran pimpinan perbankan anggota BMPD DIY, pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) DIY, serta komunitas, pelaku UMKM, dan mahasiswa perguruan tinggi di Yogyakarta.
Editor : A. Mustaqim