Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi sekaligus pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui pengembangan program Refuse Derived Fuel (RDF) Biomassa di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan bersama Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Probolinggo, PLN menyerahkan bantuan untuk mendukung proyek percontohan (pilot project) produksi RDF Biomassa yang mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif bernilai ekonomi.
Baca juga: PLN UIT JBM Luncurkan ELSINDUK GEMES di Gresik, Perkuat Ekonomi Sirkular Lewat Bank Sampah
Bantuan tersebut diserahkan Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UIT JBM, Andri Oktavian, kepada Ketua Yayasan Rijig Pradana Wetan, Bibit Suwiji, Rabu (22/7/2026). Penyerahan turut disaksikan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi serta Kepala Desa Olehsari sebagai bentuk kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, mengatakan program RDF Biomassa menjadi salah satu bentuk nyata dukungan PLN terhadap agenda transisi energi nasional menuju energi bersih sekaligus penguatan penerapan ekonomi sirkular. Menurutnya, pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif tidak hanya membantu mengurangi timbunan sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA), tetapi juga membuka peluang pemanfaatan limbah sebagai sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
"RDF Biomassa menjadi salah satu solusi yang mampu menjawab dua tantangan sekaligus, yakni pengelolaan sampah yang lebih efektif dan penyediaan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Program ini sejalan dengan komitmen PLN dalam mempercepat realisasi Green Energy secara nasional," kata Ika, Jumat, 24 Juli 2026.
Baca juga: PLN UIT JBM Tegaskan Komitmen Bangun Sistem Transmisi Andal demi Dukung Industri Jawa Timur
RDF Biomassa merupakan bahan bakar alternatif yang dihasilkan melalui proses pengolahan sampah sehingga memiliki nilai kalor tertentu dan dapat dimanfaatkan sebagai pengganti sebagian batu bara pada pembangkit listrik maupun industri, seperti industri semen dan pabrik gula. Selain mendukung pengurangan emisi karbon, pemanfaatan RDF juga diharapkan mampu menekan volume sampah yang selama ini menjadi persoalan di berbagai daerah.
Ketua Yayasan Rijig Pradana Wetan, Bibit Suwiji, mengapresiasi dukungan PLN melalui program TJSL tersebut. Menurutnya, bantuan itu menjadi langkah penting dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Berkat bantuan ini, kami mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir. Dengan kapasitas mesin mencapai 10 ton, kami berharap ke depan semakin banyak wilayah yang bergabung, seperti Kecamatan Glagah, Banyuwangi, dan Licin, sehingga kapasitas produksi dapat dimanfaatkan secara optimal. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru," kata Bibit.
Baca juga: PLN UIT JBM Luncurkan Program LARAS, Sulap Limbah Rumah Tangga Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Ke depan, produksi RDF Biomassa di Desa Olehsari ditargetkan memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan industri sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai bahan bakar alternatif. PLN UIT JBM juga menargetkan RDF Biomassa hasil pengolahan tersebut dapat dimanfaatkan oleh PLTU Paiton sebagai substitusi sebagian penggunaan batu bara.
"Kami memiliki cita-cita agar RDF Biomassa yang diproduksi di Desa Olehsari nantinya dapat dimanfaatkan oleh PLTU Paiton sebagai bahan bakar substitusi batu bara. Ini merupakan wujud kontribusi nyata PLN UIT JBM dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus pencapaian target pengurangan emisi karbon di Indonesia," tandas Ika.
Editor : Risfil Athon