Jurnas.net — PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat kesiapan sistem kelistrikan untuk mendukung pelaksanaan Launching & Groundbreaking Program PLTS 100 GWp yang menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam mempercepat pengembangan energi bersih di Indonesia. Penguatan kesiapan dilakukan melalui Giat Keandalan dan Siaga secara serentak di seluruh unit kerja PLN UIT JBM yang memasok tenaga listrik menuju Pulau Bali.
Kegiatan tersebut berpusat di Gilimanuk, Bali, bersamaan dengan peluncuran dan groundbreaking 14 proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang tersebar di enam provinsi dengan total kapasitas mencapai 5,3 GWp.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hadir secara langsung dalam seremoni peluncuran dan groundbreaking tersebut. Program tersebut diproyeksikan tidak hanya mempercepat bauran energi bersih, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui penciptaan sekitar 5,52 juta lapangan kerja.
Bagi PLN UIT JBM, keberhasilan agenda tersebut tidak terlepas dari kesiapan sistem kelistrikan yang menopang wilayah Bali dan sekitarnya. Karena itu, PLN memperkuat pengawasan terhadap infrastruktur transmisi, gardu induk, sistem proteksi, hingga jalur pasokan listrik menuju Pulau Dewata.
Kesiapsiagaan dilakukan secara serentak di sejumlah titik wilayah kerja PLN UIT JBM. Pemeriksaan mencakup kondisi peralatan utama, gardu induk, sistem proteksi, jaringan transmisi, serta jalur-jalur transmisi yang menjadi bagian penting dari sistem pasokan listrik menuju Bali.
Sejumlah kegiatan dilakukan di berbagai lokasi, antara lain inspeksi peralatan di GI Situbondo, pengecekan keandalan gardu induk dan sistem proteksi di GIS Bandar Udara Bali Selatan dan GIS Pesanggaran. Pemeriksaan juga dilakukan di GI Sanur, GI Gilimanuk, GI Pemecutan Kelod, dan GI Banyuwangi.
Selain pemeriksaan infrastruktur, PLN UIT JBM menempatkan personel teknik di sejumlah lokasi strategis untuk memastikan kesiapan teknis selama agenda nasional tersebut berlangsung. Penguatan kesiapan jalur pasokan listrik menuju Bali juga dilakukan di GISTET Paiton–ULTG Probolinggo. Tim melakukan inspeksi peralatan, pemeriksaan sistem proteksi, serta pemantauan kondisi jaringan transmisi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada gangguan pada sistem transmisi yang dapat mengganggu keandalan pasokan listrik selama kegiatan berlangsung. PLN UIT JBM memastikan kesiapan personel, peralatan, dan infrastruktur di seluruh unit kerja sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.
Kesiapan tersebut juga diperkuat melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.
General Manager PLN UIT JBM Ika Sudarmaja turut hadir secara langsung di lokasi peluncuran. Ia mengatakan, kesiapsiagaan personel PLN menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus mendukung agenda strategis pemerintah. "Kesiapsiagaan seluruh insan PLN UIT JBM, yang diperkuat dengan sinergi bersama pemerintah daerah dan seluruh stakeholder, merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memastikan keandalan sistem kelistrikan," ujar Ika.
Ia menegaskan, PLN memastikan jaringan transmisi dan gardu induk berada dalam kondisi aman dan andal untuk mendukung berbagai agenda nasional, termasuk peluncuran dan groundbreaking Program PLTS 100 GWp. "Kami memastikan jaringan transmisi dan gardu induk dalam kondisi aman, andal, dan siap mendukung berbagai agenda strategis nasional, termasuk Launching & Groundbreaking Program PLTS 100 GWp," katanya.
Menurut Ika, keandalan sistem transmisi menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan pasokan listrik. Hal itu semakin penting seiring dengan percepatan pembangunan pembangkit berbasis energi terbarukan yang membutuhkan sistem transmisi yang mampu mengintegrasikan sumber energi baru ke dalam jaringan listrik.
Karena itu, kesiapan infrastruktur tidak hanya dilakukan ketika terdapat agenda nasional. PLN UIT JBM terus memperkuat kesiapan personel, sistem proteksi, peralatan, serta jaringan transmisi untuk menghadapi berbagai kondisi yang berpotensi memengaruhi sistem kelistrikan.
"Kami berkomitmen memberikan dukungan terbaik melalui kesiapan personel dan infrastruktur di seluruh wilayah kerja UIT JBM. Hal ini sekaligus menjadi wujud dukungan PLN terhadap percepatan pengembangan energi bersih dan berkelanjutan di Indonesia," kata Ika.
Bagi PLN UIT JBM, penguatan sistem transmisi menjadi bagian penting dari transformasi sektor ketenagalistrikan nasional. Jaringan transmisi yang semakin andal dan fleksibel dibutuhkan agar pembangkit energi terbarukan dapat terintegrasi secara optimal sekaligus mampu mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik di masa mendatang.
Melalui kesiapsiagaan di berbagai titik strategis, PLN UIT JBM menegaskan perannya tidak hanya menjaga pasokan listrik tetap andal, tetapi juga menyiapkan infrastruktur transmisi untuk mendukung pergeseran sistem ketenagalistrikan Indonesia menuju pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Editor : Andi Setiawan