Jurnas.net - PSIM Yogyakarta dipastikan masih menggunakan Stadion Sultan Agung di Kabupaten Bantul untuk kompetisi Super League 2026/2027. Pihak manajemen bersama Match Organizing Committee (MOC) PSIM, Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda DIY telah menyelesaikan proses penilaian risiko ulang sistem manajemen pengamanan tingkat stadion (re-risk assessment).
Manajer operasional PSIM, Wendy Umar Seno Aji mengatakan pelaksanaan penilaian tersebut mencakup pengecekan ketat seluruh aspek infrastruktur fisik. Penilaian risiko ini bertujuan sebagai bentuk persiapan kompetisi musim 2026/27.
"Hasil audit infrastruktur beserta evaluasi Stadion Sultan Agung ini mencatatkan nilai kelayakan total sebesar 74,92 persen. Angka tersebut masuk dalam kategori baik dengan beberapa rekomendasi perbaikan minor sebelum seluruh laga resmi bergulir kembali," kata Wendy Umar pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Ia mengatakan pihak Ditpamobvit sudah memeriksa detail beberapa aspek, seperti tribune penonton, pintu darurat, serta alur jalur evakuasi. Kemudian juga memastikan kelayakan ragam fasilitas keselamatan untuk kelompok penyandang disabilitas saat pertandingan.
"Selain itu, ada pula beberapa rekomendasi terkait fasilitas medis dan kesehatan yang diperuntukkan untuk seluruh pihak terkait," ujarnya.
Wendy Umar mengatakan panitia penyelenggara pertandingan langsung bergerak cepat menindaklanjuti seluruh catatan dari tim penilai sebelum jadwal kompetisi resmi musim 2026/27 dimulai. Salah satu fokus utama perbaikan mencakup penguatan skema pengamanan tiga lapis beserta rekayasa lalu lintas area luar stadion.
"Manajemen sedang menata ulang seluruh area kantong parkir sekaligus mempertegas pola pemisahan jalur akses masuk kendaraan roda dua maupun roda empat pada hari pertandingan," ucapnya.
Sementara itu, Ketua MOC PSIM Ermantino Handokomulyo menyebutkan bahwa salah satu rekomendasi dari tim auditor risk assessment juga berkaitan dengan kesiapan pihak-pihak terkait yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan pada saat kondisi darurat. Pasalnya, situasi darurat potensial terjadi, baik bagi penonton di stadion maupun pemain di lapangan.
"Rekomendasi ini tentunya sangat bermanfaat bagi MOC sebelum kompetisi bergulir, sehingga bisa menjadi pedoman dan petunjuk dalam melakukan mitigasi serta tepat dalam mengambil keputusan pada saat kondisi darurat," katanya.
Editor : A. Mustaqim