Pemain U-13 Mataram Utama Disanksi Ganda Akibat Tendangan Kungfu saat Piala Soeratin

Reporter : Ahmad M.
Ilustrasi, sepak bola. Dok. Istimewa

Jurnas.net - Pemain Mataram Utama, Firmansyah Purbo Wicaksono diganjar hukuman ganda usai melakukan tendangan membahayakan saat laga babak 6 besar Piala Soeratin U-13 regional DIY. Panitia Disiplin Asprov PSSI DIY menjatuhkan sanksi larangan bermain kepada Firmansyah dan masih diberi sanksi tambahan. 

"Sanksi kepada pemain Mataram Utama tersebut sebagaimana merujuk pada Kode Disiplin Tahun 2025 pasal 48 jo pasal 49 dan pasal 78," kata Sekretaris Umum Asprov PSSI DIY, Wendy Umar Seno Aji dihubungi pada Selasa, 25 Agustus 2026. 

Baca juga: PSIM Kembali Berkandang di Stadion Sultan Agung Bantul

Hukuman yang Firmansyah terima imbas tendangannya ke pemain Baturetno FC pada babak 6 besar Piala Soeratin U-13 regional DIY di Lapangan Dwi Windu, Bantul, Kamis, 20 Agustus 2026. Dalam pertandingan itu Firmansyah mengangkat kaki tinggi hingga mengenai kepala salah seorang pemain Baturetno, Adskhan Jarrar Fauzy. 

Akibat tendangan itu, Adskhan Jarrar kemudian tersungkur di tengah lapangan. Kemudian wasit mengganjar pemain Mataram Utama dengan kartu kuning sehingga menimbulkan protes dari tim Baturetno FC. 

Dengan sanksi itu, Firmansyah dipastikan tidak bisa membela Mataram Utama apabila klubnya itu lolos ke putaran nasional mendatang. Mengacu pasal 117 Kode Disiplin Tahun 2025, tim maupun pemain tak bisa mengajukan banding terkait dengan hukuman itu. Di sisi lain, pengulangan terhadap pelanggaran serupa akan berakibat terhadap sanksi yang lebih berat.

Baca juga: Semarak Merdeka, KAI Daop 6 Yogyakarta Ajak Penumpang Rayakan HUT ke-81 RI di Stasiun Yogyakarta

Firmansyah tak hanya disanksi larangan bermain hingga akhir turnamen Piala Soeratin U-13. Wendy menyatakan Firmansyah juga didenda Rp10 juta. 

Wendy menyebut pemain dan manajemen kedua tim telah melakukan mediasi beberapa saat usai pertandingan. Ia menyebut mereka sepakat saling memaafkan. 

Baca juga: PSIM Yogyakarta Pinjamkan Reva Adi ke Borneo FC Samarinda

"Kedua belah pihak sudah menemukan kata mufakat untuk bisa saling memaafkan dan membangun sepak bola yang positif ke depannya," ujar Wendy. 

Wendy menambahkan, penanganan peristiwa pada kelompok umur itu sekaligus memperhatikan aspek pembinaan. Ia menyebut asosiasi dan pihak klub akan terus melakukan pendampingan pada pembinaan kelompok umur itu. 

Editor : A. Mustaqim

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru