UGM Kerja Sama Program Dual Degree dengan Melbourne of University

Reporter : A. Mustaqim
Diskusi riset antara FTP UGM dengan akademisi Universitas Melbourne

Jurnas.net - Universitas Gadjah Mada (UGM) memulai kerja sama perkuliahan program berijazah dua atau dual degree dengan Universitas Melbourne, Australia. Kerja sama bakal dimulai tahun depan.

"Jadi kerja sama program dual degree ini antara Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM dengan Faculty of Science University of Melbourne, khususnya untuk program master," kata Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM, Eni Harmayani di Yogyakarta pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Baca juga: Pemain U-13 Mataram Utama Disanksi Ganda Akibat Tendangan Kungfu saat Piala Soeratin

Program yang dikerjasamakan dari FTP UGM yakni S2 Agro-teknologi Industri Pertanian, sedangkan Universitas Melbourne dengan prodi Agribusiness Food Ecosystem. Ia mengatakan kerja sama itu berupa one plus one, atau satu tahun perkuliahan di UGM dan satu tahunnya di Universitas Melbourne.

"Itu nanti (mahasiswa) mendapat dual degree, dua ijazah dari UGM dan Melbourne University. Kami juga sekaligus melakukan research talk tentang apa yang dilakukan di UGM dan juga yang dilakukan di Melbourne," kata dia.

Menurut dia, riset menjadi hal awal yang dibicarakan untuk berbagai pengetahuan antara dosen maupun mahasiswa. Nantinya, kata dia, riset itu potensial dikolaborasikan pada masa mendatang.

"Terutama bidang-bidang agroindustrial technology, kemudian juga sustainability, food safety itu yang saya kira saling melengkapi antara University of Melbourne. Dan UGM juga mempunyai riset-riset dan sistem pertanian yang berbeda dengan yang di Australia sehingga bisa saling melengkapi," ujarnya.

Baca juga: Semarak Merdeka, KAI Daop 6 Yogyakarta Ajak Penumpang Rayakan HUT ke-81 RI di Stasiun Yogyakarta

Mahasiswa yang bisa mengikuti program dual degree tersebut diselaraskan dengan daftar penerima beasiswa LPDP. Selain itu, program tersebut juga ditujukan bagi ASN-ASN yang lembaganya telah bekerja sama dengan pemerintah Australia.

"Targetnya itu bukan fresh graduate, tetapi ASN-ASN yang lembaganya itu sudah punya kemitraan dengan pemerintah Australia. Sebagian dari lembaga-lembaga tersebut sebenarnya sudah kami undang dan hadir pada saat launching di Jakarta pada 19 Agustus lalu, sehingga kemudian sudah dipertemukan juga dengan kontak person baik yang ada di Melbourne maupun yang ada di Jakarta," ucap Sekretaris Departemen Teknologi Pertanian UGM, Anggoro Cahyo Sukartiko.

Anggoro mengatakan program ini bisa dimulai pada tahun depan. Sementara, kapasitas pada angkatan pertama dibatasi sebanyak 15 mahasiswa.

Baca juga: KAI Hadirkan Diskon Tiket 17 Persen pada HUT Kemerdekaan RI

Director of Graduate Research, School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences, Faculty of Science, Universitas Melbourne, Dorin Gupta menambahkan momen ini menjadi kesempatan pembelajaran sekaligus memahami dua jenis sistem agrikultur berbeda dan teknologi yang telah diadopsi di dua negara. Nantinya, menurut dia, pengetahuan itu dibawa kembali ke negaranya dan menjadi warga negara global. 

"Di mana mereka nanti dapat berpikir lebih banyak dan dapat bekerja mengenai penyelesaian untuk memastikan kita memiliki masa depan yang lebih aman dengan perusahaan demi kesejahteraan di seluruh dunia dan di Indonesia," kata dia. 

 

Editor : A. Mustaqim

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru