Jurnas.net — Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menegaskan komitmen partainya untuk membuka ruang politik bagi seluruh elemen masyarakat, tanpa membedakan latar belakang agama maupun kelompok kepercayaan.
Hal itu disampaikan Ali saat bersilaturahmi dengan jajaran Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jawa Timur di Kabupaten Gresik. Dalam pertemuan tersebut, Ali diterima langsung Ketua PHDI Jawa Timur I Gusti Putu Raka, Minggu, 6 September 2026.
Baca juga: Gus Kikin Jadi Ketum PBNU, Golkar Jatim Gelar Tasyakuran dan Dorong NU Perkuat Peran Kebangsaan
Ali datang didampingi anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Lamongan-Gresik Ahmad Labib serta sejumlah pengurus DPD Partai Golkar Jawa Timur. Menurut Ali, komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan politik yang inklusif.
Ia menilai partai politik tidak seharusnya hanya menjadi ruang bagi kelompok tertentu. “Golkar adalah rumah besar bagi semua elemen masyarakat. Sebagai ketua, kita happy dan menjadikan Golkar menjadi tempat yang nyaman bagi semua elemen,” kata Ali.
Dalam pertemuan tersebut, Ali bahkan secara terbuka mengajak PHDI mengirimkan kader atau tokohnya untuk bergabung menjadi fungsionaris Partai Golkar. Ali mengatakan kesempatan tersebut terbuka di berbagai tingkatan, mulai dari DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi hingga tingkat yang lebih tinggi.
“Di Golkar berbagai elemen tergabung di dalamnya, ada muslim, Nasrani, Hindu, Buddha dan kelompok kepercayaan lainnya,” ujarnya.
Ali berharap keterlibatan tokoh dan masyarakat Hindu dalam politik tidak hanya sebatas dukungan elektoral. Menurut dia, kelompok masyarakat juga perlu memiliki representasi dan ruang untuk ikut menentukan arah kebijakan publik.
Karena itu, Golkar Jatim membuka peluang bagi kader maupun tokoh PHDI yang memiliki kapasitas dan keinginan untuk terjun ke dunia politik melalui Partai Golkar. Ajakan tersebut sekaligus menjadi upaya memperluas basis kaderisasi partai di Jawa Timur dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat.
Dalam pertemuan itu terungkap bahwa komunitas Hindu memiliki basis yang cukup besar di Jawa Timur. PHDI Jawa Timur saat ini memiliki 32 cabang dengan jumlah anggota yang disebut mencapai sekitar 325.000 orang.
Baca juga: Muktamar NU ke-35 di Jombang, Golkar Jatim Dirikan Posko untuk Sambut dan 'Memuliakan' Muktamirin
Komunitas Hindu di Jawa Timur juga memiliki karakter yang beragam. Mayoritas penganut Hindu di wilayah ini berasal dari berbagai latar belakang etnis, termasuk Jawa, Tengger dan Madura.
Selain itu, terdapat sekitar 556 pura yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur. Pura-pura tersebut berada di sejumlah lokasi, mulai dari kawasan permukiman, desa, hutan hingga pegunungan.
Keberadaan komunitas Hindu yang tersebar luas tersebut menunjukkan bahwa kehidupan keberagaman di Jawa Timur tidak hanya berlangsung di kawasan perkotaan, tetapi juga tumbuh di berbagai pelosok daerah.
Ketua PHDI Jawa Timur, I Gusti Putu Raka, menyampaikan bahwa umat Hindu selama ini merasa nyaman menjalankan kehidupan sosial dan keagamaannya di Jawa Timur. Kondisi tersebut juga didukung perhatian pemerintah daerah terhadap kehidupan umat beragama, termasuk melalui sejumlah bantuan hibah yang diterima PHDI.
Pertemuan dengan jajaran Golkar Jatim dan Golkar Gresik berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Komunikasi kedua pihak membahas berbagai persoalan masyarakat, sekaligus membuka ruang kolaborasi ke depan.
Baca juga: Golkar Jatim Bentuk Bakumham di Daerah, Siapkan Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat
Bagi Ali, silaturahmi dengan PHDI menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi lintas kelompok secara berkelanjutan. Ia menilai keberagaman masyarakat Jawa Timur justru menjadi kekuatan yang perlu dirawat, termasuk melalui ruang politik.
Ali menegaskan bahwa politik tidak seharusnya menjadi ruang eksklusif yang hanya bisa diisi kelompok tertentu. Menurut dia, keberadaan berbagai komunitas agama, etnis dan kelompok kepercayaan di dalam partai politik justru dapat memperkaya perspektif dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Karena itu, Golkar Jatim ingin memastikan partai tetap menjadi ruang yang terbuka bagi siapa pun yang ingin berkontribusi melalui jalur politik. Silaturahmi dengan PHDI tersebut pun tidak hanya menjadi agenda perkenalan antarlembaga. Pertemuan itu sekaligus menjadi pintu untuk memperluas komunikasi politik dan mendorong keterlibatan masyarakat Hindu dalam proses politik di Jawa Timur.
Menurut Ali, keterlibatan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam politik penting untuk memastikan kebijakan publik benar-benar mencerminkan kebutuhan seluruh masyarakat Jawa Timur. “Golkar adalah rumah besar bagi semua elemen masyarakat,” pungkas Ali.
Editor : Amal