Jurnas.net - DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menarget memenangkan 15 kepala daerah dari 38 kabupaten/kota di wilayahnya pada Pilkada 2024. Target itu naik dari sebelumnya 13 kepala daerah pada Pilkada 2019 silam.
"Untuk wakil bupati/wali kota kita punya 15 wakil kepala daerah. Kita target mendapatkan 18 wakil kepala daerah pada Pilkada 2024 nanti," kata Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Said Abdullah, Sabtu, 25 Mei 2024.
Baca juga: Megawati di Usia 79 Tahun, Fuad Benardi: Pemimpin Tangguh yang Setia Menjaga Demokrasi
Untuk mencapai target itu, Said meminta kepada para calon kepala daerah, khusunya petahana agar melakukan kerja politik elektoral dan komunikasi politik seluas-luasnya. Terutama belusukan menyapa masyarakat di bawah.
"Saya tekankan kepada para calon kepala daerah, jangan sampai melakukan transaksional untuk mendapatkan dukungan partai. Misal transaksional kursi partai di DPRD setempat untuk mendapatkan dukungan," katanya.
Baca juga: PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD, Usulkan E-Voting Tekan Biaya Demokrasi Demi Jaga Kedaulatan Rakyat
Baca Juga : Said Abdullah Ingin Khofifah Gandeng Kader PDIP di Pilgub Jatim 2024
Said mengancam kader yang menjadi calon kepala daerah yang membangkang, akan ditindak tegas. "Jika terbukti melakukan politik transaksional, maka DPD tidak segan untuk memberikan sangsi. Karena hal ini bertentangan dengan semangat yang ditegaskan bu Mega di Rakernas, serta mencederai Demokrasi dan bunuh diri politik," jelasnya.
Baca juga: PDIP Tetapkan Tiga Fokus Politik 2026: Perkuat Basis Rakyat hingga Kerja Ideologis
Sementara terkait Pilgub Jatim 2024, Said mengaku pihaknya masih terus menjalin komunikasi dengan partai politik pemilik kursi di DPRD Jatim. Di antaranya Partai Golkar, Gerindra, NasDem, PKB, PKS, dan lainnya.
"Waktu kita masih panjang sampai Agustus. Yang pasti, kita akan terus mengajak semua potensi di Jatim termasuk Bu Khofufah untuk duduk bersama. Semoga dengan begitu bisa terwujud pasangan, yang bisa membawa kemaslahatan bagi masyarakat Jatim," pungkas pria yang juga Wakil Ketua DPP PDIP itu.
Editor : Redaksi