Jurnas.net - Lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Kabupaten Banyuwangi diwarnai peringatan serius terkait potensi cuaca ekstrem. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan menyusul prediksi kenaikan curah hujan hingga 58 persen pada Januari 2026, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Imbauan tersebut disampaikan Khofifah saat mendampingi Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii serta Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto dalam pemantauan arus Nataru di Banyuwangi, Senin, 29 Desember 2025.
Baca juga: KAI Daop 8 Surabaya Catat Lonjakan Arus Balik Nataru Tembus 25 Ribu Penumpang
Rombongan meninjau Pelabuhan Ketapang Banyuwangi yang menjadi salah satu titik krusial pergerakan penumpang dan kendaraan selama libur akhir tahun. Selain menggelar rapat koordinasi lintas instansi, mereka juga mengecek kesiapan jalur masuk kendaraan, ruang tunggu penumpang, hingga Posko Pelayanan Terpadu Natal dan Tahun Baru.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dan provinsi terhadap kesiapsiagaan daerahnya. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi sangat penting untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan wisatawan di tengah tingginya mobilitas serta dinamika cuaca.
“Koordinasi yang kuat ini membantu meningkatkan kualitas pelayanan dan pengamanan selama libur Nataru, khususnya saat Banyuwangi menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan,” ujar Ipuk.
Kepala Basarnas RI Mohammad Syafii menegaskan, pemantauan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapsiagaan seluruh unsur, tidak hanya dari sisi transportasi, tetapi juga mitigasi risiko bencana hidrometeorologi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. Perubahan cuaca sangat berpengaruh terhadap keselamatan aktivitas perjalanan,” kata Syafii.
Baca juga: Banyuwangi Jadi Favorit Wisatawan Saat Libur Nataru, Hotel dan Homestay Penuh 100 Persen
Gubernur Khofifah menjelaskan, berdasarkan analisis BMKG Juanda, distribusi curah hujan di Jawa Timur menunjukkan tren peningkatan signifikan. Sekitar 20 persen curah hujan terjadi pada Desember, meningkat tajam menjadi 58 persen pada Januari, dan sisanya diperkirakan turun pada Februari.
“Ini menjadi perhatian serius kami. Karena itu, Pemprov Jawa Timur telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 5 hingga 31 Desember 2025 sebagai langkah antisipatif,” terang Khofifah.
Ia menekankan bahwa kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat dan wisatawan, terutama yang beraktivitas di kawasan rawan bencana dan jalur penyeberangan.
Baca juga: Daop 8 Surabaya Tebar Diskon 25 Persen, Strategi Urai Lonjakan Penumpang Nataru
Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menyatakan bahwa pengamanan Nataru difokuskan pada pendekatan pelayanan. Seluruh unsur TNI, Polri, dan instansi terkait disatukan dalam satu tujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Tren wisata di Jawa Timur cukup tinggi, termasuk Banyuwangi. Kesiapsiagaan personel terus kami tingkatkan, terutama untuk mengantisipasi lonjakan arus balik dan potensi gangguan akibat cuaca,” ujarnya.
Dua hari menjelang pergantian tahun, arus penumpang di Pelabuhan Ketapang didominasi pergerakan dari Bali menuju Banyuwangi. Berdasarkan data operasional Minggu (28/12/2025), tercatat 29.150 penumpang menyeberang dengan total 7.526 unit kendaraan, yang terdiri dari sepeda motor, kendaraan pribadi, truk, hingga bus.
Editor : Rahmat Fajar