Jurnas.net - Kasus pencurian dompet di kawasan wisata religi Sunan Ampel, Surabaya, kembali membuktikan pentingnya sistem pengawasan dan kepedulian jamaah dalam menjaga keamanan tempat ibadah. Seorang pria berinisial MDF (28), warga Bulak Banteng Wetan, Surabaya, ditangkap setelah aksinya terekam jelas kamera CCTV dan dibantu laporan pengunjung.
Peristiwa itu terjadi saat suasana kawasan masih ramai dengan aktivitas peziarah. Korban berinisial R tengah berbincang di depan Masjid Sunan Ampel sekitar pukul 05.00 WIB. Tanpa disadari, pelaku mendekat dan mengambil dompet dari dalam tas korban, lalu pergi begitu saja.
Baca juga: Pemkot Surabaya: Program Makanan Bergizi Gratis Jadi Model Pengelolaan Pangan Terpadu
Korban baru menyadari dompetnya hilang ketika membuka tas. Dompet tersebut berisi uang tunai Rp424 ribu. Ia kemudian melapor kepada petugas keamanan dan bersama-sama mengecek rekaman CCTV.
Dari rekaman itu terlihat jelas sosok pelaku dan pola aksinya. Petugas bersama sejumlah pengunjung kemudian melakukan pencarian hingga pelaku berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian. MDF akhirnya diamankan dan dibawa ke Polsek Semampir jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Baca juga: Pemkot Surabaya Bangun Sistem Lawan Narkoba: Dari Kampung hingga Sekolah
Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, mengatakan kasus ini menjadi bukti bahwa pengawasan berbasis CCTV dan respons cepat masyarakat sangat membantu penegakan hukum di kawasan wisata religi. “Pelaku sudah kami amankan dan saat ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut,” kata Suroto, Senin, 12 Januari 2026.
Ia juga mengimbau masyarakat tetap waspada saat berada di tempat ramai, termasuk area ziarah dan wisata religi, dengan selalu memastikan barang berharga tersimpan aman. Tak hanya soal penangkapan pelaku, kejadian ini menunjukkan bahwa kolaborasi pengunjung, petugas keamanan, dan teknologi CCTV mampu menciptakan rasa aman tanpa mengganggu kegiatan ibadah dan wisata religi.
Baca juga: Pemkot Surabaya Sasar Perumahan Elite untuk Tuntaskan DTSEN, Libatkan REI dan Apersi
Kawasan Sunan Ampel merupakan salah satu pusat wisata religi terbesar di Surabaya yang setiap hari dipadati peziarah. Aktivitas tinggi membuat potensi kejahatan konvensional seperti pencopetan dan pencurian barang pribadi tetap perlu diantisipasi.
Dalam beberapa tahun terakhir pemasangan CCTV semakin diperbanyak, petugas keamanan ditingkatkan, dan masyarakat didorong untuk melapor cepat. Kasus ini menjadi contoh bagaimana teknologi pengawasan dan partisipasi jamaah sama-sama berperan mencegah kejahatan di lingkungan keagamaan yang seharusnya menjadi zona nyaman bagi pengunjung.
Editor : Andi Setiawan