Program RICH Pakal Jadi Primadona, Belajar Bahasa Inggris Gratis untuk Anak Disambut Antusias

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anak-anak di Surabaya antusias ikut belajar bahasa Inggris gratis merupakan program RICH Pakal. (Humas Pemkot Surabaya)
Anak-anak di Surabaya antusias ikut belajar bahasa Inggris gratis merupakan program RICH Pakal. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net – Upaya memperluas akses pendidikan berkualitas sejak usia dini terus dilakukan Pemerintah Kota Surabaya. Salah satunya melalui inovasi yang diluncurkan Kecamatan Pakal berupa program Rumah Inggris Ceria dan Hebat (RICH), sebuah kelas pembelajaran Bahasa Inggris gratis bagi anak-anak usia dini yang langsung mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

Program yang digagas Kecamatan Pakal bersama Bunda PAUD Kecamatan Pakal tersebut, menjadi salah satu terobosan pendidikan yang bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa asing anak sejak usia emas perkembangan mereka. Tak hanya gratis, program ini juga mengusung metode belajar yang menyenangkan sehingga mudah diterima anak-anak.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini bahkan melampaui ekspektasi penyelenggara. Seluruh kuota peserta yang disiapkan langsung terpenuhi dalam waktu singkat sejak pendaftaran dibuka.

Camat Pakal, Zainuddin Fanani, mengatakan penguasaan Bahasa Inggris saat ini menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dikenalkan sejak dini, seiring semakin terbukanya persaingan global dan pesatnya perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, masih banyak orang tua yang menganggap kursus Bahasa Inggris sebagai layanan pendidikan yang mahal sehingga tidak semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengaksesnya.

“Selama ini belajar Bahasa Inggris sering dianggap membutuhkan biaya besar sehingga belum menjadi prioritas bagi sebagian keluarga. Melalui program RICH, kami ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pembelajaran Bahasa Inggris yang berkualitas, gratis, dan menyenangkan,” kata Fanani, Senin, 1 Juni 2026.

Program RICH diperuntukkan bagi anak usia 4 hingga 9 tahun yang berdomisili di Kecamatan Pakal. Peserta berasal dari jenjang TK A, TK B, Raudhatul Athfal (RA), hingga siswa Sekolah Dasar kelas 1 dan 2. Setiap angkatan akan mengikuti pembelajaran selama satu tahun dengan komposisi sekitar 10 bulan kegiatan belajar aktif dan dua bulan masa libur.

Berbeda dengan kursus formal pada umumnya, metode pembelajaran yang diterapkan dalam RICH mengedepankan konsep fun learning atau belajar sambil bermain. Anak-anak diajak mengenal Bahasa Inggris melalui permainan edukatif, lagu, aktivitas interaktif, hingga praktik percakapan sederhana yang disesuaikan dengan usia mereka.

Materi yang diberikan berfokus pada penguasaan kosakata dasar, pelafalan, dan keberanian berbicara sehingga anak dapat lebih percaya diri dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. “Usia dini merupakan masa terbaik untuk mengenalkan bahasa baru. Pada fase ini anak lebih cepat menyerap kosakata, meniru pelafalan, dan berani berekspresi. Karena itu kami ingin memberikan fondasi yang kuat sejak awal,” jelas Fanani.

Untuk menjangkau lebih banyak peserta, kelas-kelas RICH tidak dipusatkan di satu lokasi. Program ini diselenggarakan di seluruh kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Pakal sehingga anak-anak dapat mengikuti pembelajaran lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal mereka.

Model pembelajaran berbasis wilayah tersebut dinilai efektif karena memudahkan akses masyarakat sekaligus meningkatkan partisipasi orang tua dalam mendukung proses belajar anak. Selain memperoleh pembelajaran gratis, peserta juga akan mendapatkan sertifikat kelulusan serta pendampingan dari mentor yang berpengalaman.

Kecamatan Pakal juga menggandeng berbagai pihak, termasuk akademisi dan mahasiswa dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), untuk mendukung kualitas pembelajaran.Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang terus membludak sejak program diperkenalkan.

Kecamatan Pakal menyiapkan sekitar 150 peserta di setiap kelurahan atau total sekitar 600 peserta untuk seluruh wilayah. Namun dalam waktu singkat, seluruh kuota tersebut langsung terpenuhi. Bahkan sejumlah orang tua masih terus mengajukan pendaftaran sehingga sebagian calon peserta harus masuk daftar tunggu.

Fanani mengungkapkan bahwa antusiasme tersebut sudah terlihat sejak pelaksanaan trial class sepanjang Mei 2026. Banyak orang tua yang berharap anak mereka dapat segera mengikuti program reguler yang dijadwalkan dimulai pada tahun ajaran baru 2026–2027, sekitar Juli hingga Agustus mendatang.

“Minat masyarakat sangat tinggi. Saat kelas percobaan berlangsung, pendaftaran terus berdatangan. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap pendidikan Bahasa Inggris yang terjangkau dan berkualitas memang sangat besar,” ujarnya.

Fanani berharap program RICH tidak hanya menjadi sarana belajar Bahasa Inggris, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kepercayaan diri, kreativitas, dan kemampuan berkomunikasi sejak dini. Terlebih, muncul wacana bahwa Bahasa Inggris akan kembali menjadi mata pelajaran wajib di tingkat sekolah dasar mulai tahun 2027.K

Kehadiran program ini diharapkan dapat membantu anak-anak lebih siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. "Kami ingin anak-anak Pakal tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. RICH bukan sekadar tempat belajar Bahasa Inggris, tetapi wadah untuk membangun keberanian, karakter, dan mimpi mereka,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Investasi Triliunan Rupiah Masuk Jatim, SDM Konstruksi Bersertifikat Jadi Tantangan

Investasi Triliunan Rupiah Masuk Jatim, SDM Konstruksi Bersertifikat Jadi Tantangan

Minggu, 30 Agu 2026 21:40 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 21:40 WIB

Jurnas.net — Arus investasi dan pembangunan proyek berskala besar di Jawa Timur membuka peluang ekonomi sekaligus menghadirkan tantangan baru: memastikan t…

Kenalkan Skuat Anyar, PSIM Gandeng Apparel Asal Jerman

Kenalkan Skuat Anyar, PSIM Gandeng Apparel Asal Jerman

Minggu, 30 Agu 2026 13:48 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 13:48 WIB

Jurnas.net- PSIM Yogyakarta meluncurkan skuat baru untuk mengarungi kompetisi Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung Bantul pada Sabtu, 29 Agustus 2026.…

Sentil Cak Imin soal NU Terpuruk karena Alumni HMI, Arief Rosyid: NU Bukan Milik Muhaimin Iskandar

Sentil Cak Imin soal NU Terpuruk karena Alumni HMI, Arief Rosyid: NU Bukan Milik Muhaimin Iskandar

Minggu, 30 Agu 2026 12:42 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 12:42 WIB

Jurnas.net - Pernyataan Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, yang menyebut Nahdlatul Ulama (NU) terpuruk…

Kick Off Besok, 176 Tim Pelajar Ramaikan Turnamen Mini Soccer Golkar Jatim Berhadiah Rp 188,5 Juta

Kick Off Besok, 176 Tim Pelajar Ramaikan Turnamen Mini Soccer Golkar Jatim Berhadiah Rp 188,5 Juta

Minggu, 30 Agu 2026 10:27 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 10:27 WIB

Jurnas.net - DPD Partai Golkar Jawa Timur menggelar turnamen mini soccer antarpelajar SMA/sederajat yang melibatkan 176 tim dari berbagai daerah di Jawa Timur.…

AHWA Vs Voting Jadi Titik Krusial Muktamar NU, Tiga Tokoh Ingatkan Risiko Perebutan Kekuasaan PBNU

AHWA Vs Voting Jadi Titik Krusial Muktamar NU, Tiga Tokoh Ingatkan Risiko Perebutan Kekuasaan PBNU

Sabtu, 29 Agu 2026 20:39 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 20:39 WIB

Jurnas.net — Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 memasuki fase krusial. Para muktamirin kini dihadapkan pada pilihan mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus B…

Merdeka Carnival Jadi Panggung Warga Bawean Suarakan Krisis Transportasi Laut yang Lumpuh

Merdeka Carnival Jadi Panggung Warga Bawean Suarakan Krisis Transportasi Laut yang Lumpuh

Sabtu, 29 Agu 2026 19:31 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 19:31 WIB

Jurnas.net — Semarak Merdeka Carnival yang digelar Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik …