Jurnas.net - Antusiasme diaspora Bawean terhadap gelaran Halal Bihalal (HBH) Bawean Internasional 2026 di Yogyakarta membludak. Ribuan warga Bawean dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara berbondong-bondong mendaftarkan diri, membuat panitia terpaksa membatasi jumlah peserta maksimal 1.300 orang, menyesuaikan kapasitas lokasi acara.
HBH Bawean Internasional yang akan digelar selama dua hari, 11–12 April 2026, diproyeksikan menjadi salah satu agenda silaturahmi terbesar komunitas Bawean lintas negara. Lonjakan pendaftar yang melampaui ekspektasi awal panitia menandai besarnya kerinduan dan semangat kebersamaan warga Bawean di perantauan.
Baca juga: Satukan Diaspora Bawean se-Nusantara, HBH Bawean Internasional Akan Lantik PSB dan Deklarasikan PBN
Ketua Panitia Pelaksana HBH Bawean Internasional, M. Faisol, menegaskan bahwa Yogyakarta sebagai sahibul bait telah menyatakan kesiapan penuh untuk menyambut ribuan tamu yang datang dari berbagai penjuru dunia.
“Untuk kesiapan Yogyakarta sebagai tuan rumah, kami pastikan sudah 100 persen siap. Mulai dari gedung acara, akomodasi, hingga koordinasi teknis lainnya sudah kami siapkan secara matang,” kata Faisol, Kamis, 5 Februari 2026.
Ia menjelaskan, panitia awalnya memperkirakan jumlah peserta maksimal sekitar 800 orang, menyesuaikan dengan kapasitas ideal gedung. Namun, tingginya minat membuat angka pendaftar terus melonjak hingga menembus 1.300 orang.
Baca juga: Ragam Budaya Bawean Lintas Daerah Siap Manjakan Peserta HBH Internasional 2026
“Demi menghormati para tamu yang datang dari jauh, sekaligus menjaga kualitas pelayanan, kami akhirnya menetapkan batas maksimal 1.300 peserta. Kami ingin memastikan semua tamu mendapatkan kursi, konsumsi, dan pelayanan yang layak,” tegasnya.
Menurut Faisol, membeludaknya peserta tak lepas dari penyebaran informasi yang masif dan menjangkau komunitas Bawean secara luas, baik di dalam maupun luar negeri. “Informasi HBH ini tersampaikan secara luas dan cepat ke warga Bawean di berbagai daerah di Indonesia, bahkan ke luar negeri. Antusiasmenya luar biasa, jauh di atas perkiraan kami,” jelasnya.
Baca juga: Dhurung Bawean dalam Perspektif Ekokultural: Model Lumbung Pangan Berbasis Kearifan Lokal
Untuk mendukung kenyamanan peserta, panitia juga telah menyiapkan dan menginformasikan berbagai pilihan penginapan di sekitar lokasi acara. Tersedia hotel mulai dari kelas ekonomi hingga menengah, dengan kisaran harga Rp150 ribu hingga Rp800 ribu per malam, agar para peserta tidak mengalami kesulitan akomodasi.
Diberitakan sebelumnya, HBH Bawean Internasional 2026 akan digelar di Ruang Auditorium Gedung Perwacy, Jalan Ringroad Timur, Yogyakarta. Kegiatan berskala internasional ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat jejaring sosial, budaya, dan kebangsaan diaspora Bawean di tingkat nasional dan global.
Editor : Amal