Ragam Budaya Bawean Lintas Daerah Siap Manjakan Peserta HBH Internasional 2026

Reporter : Insani
Kercengan adalah salah satu budaya khas Bawean. (Disparekrafbudpora Gresik)

Jurnas.net – Ribuan peserta Halal Bihalal (HBH) Bawean Internasional 2026 dipastikan tidak hanya disatukan dalam momentum silaturahmi, tetapi juga akan dimanjakan suguhan budaya Bawean yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Gelaran yang akan berlangsung selama dua hari, 11–12 April 2026, di Gedung  UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (sebelumnya di Auditorium Gedung Perwacy), ini disiapkan sebagai panggung besar perayaan identitas dan kebudayaan Bawean lintas generasi dan lintas negara.

Baca juga: Satukan Diaspora Bawean se-Nusantara, HBH Bawean Internasional Akan Lantik PSB dan Deklarasikan PBN

Ketua Panitia Pelaksana HBH Bawean Internasional, M. Faisol, menegaskan bahwa keberhasilan warga Bawean di berbagai daerah dan negara harus tetap berpijak pada identitas budaya leluhur. Oleh karena itu, HBH Bawean Internasional dirancang bukan sekadar seremoni halal bihalal pasca Ramadan, melainkan ruang strategis untuk menjaga jati diri kultural warga Bawean, khususnya generasi muda yang lahir dan tumbuh di perantauan.

Kata Faisol, panitia ingin memastikan bahwa arus globalisasi dan mobilitas diaspora tidak mengikis akar budaya Bawean yang telah diwariskan turun-temurun.

“Bagaimanapun suksesnya warga Bawean di manapun berada, identitas sebagai orang Bawean tidak boleh hilang. HBH ini kami rancang sebagai ruang pelestarian budaya, sekaligus penguat identitas Bawean di tengah diaspora global,” ujar Faisol, Jumat, 6 Februari 2026.

Menurutnya, penguatan unsur kebudayaan menjadi pembeda utama HBH Bawean Internasional 2026 dibandingkan kegiatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya. Dalam rangkaian acara, panitia secara khusus menghadirkan berbagai kesenian khas Bawean yang dibawa langsung oleh komunitas Bawean dari lintas daerah.

Tak kurang dari lima kelompok seni Bawean telah mengonfirmasi keikutsertaannya. Di antaranya Saman Bawean dari Tulungagung, Zamroh Al-Bawayani dari Solo, Samroh Bawean Gresik, Mandiling Bawean, serta sejumlah kesenian khas lainnya yang merepresentasikan kekayaan ekspresi budaya Bawean di perantauan.

“Kesenian-kesenian ini bukan sekadar hiburan. Ini adalah simbol jati diri. Kami ingin generasi Bawean, terutama yang lahir dan besar di luar Pulau Bawean, tetap mengenal dan bangga dengan budayanya sendiri,” jelasnya.

Baca juga: Antusiasme Membeludak, HBH Bawean Internasional 2026 di Yogyakarta Batasi Peserta 1.300 Orang

Flayer Halal Bihalal (HBH) Bawean Internasional 2026 di Yogyakarta. (Dok: Jurnas.net)

Faisol mengatakan bahwa HBH Bawean Internasional juga menjadi bukti bahwa budaya Bawean tetap hidup, berkembang, dan beradaptasi di berbagai daerah. Setiap kelompok seni membawa ciri khas lokal, namun tetap berpijak pada akar budaya Bawean.

“HBH ini adalah ruang kebudayaan. Kami berterima kasih kepada komunitas Bawean di berbagai daerah yang telah berkontribusi menghadirkan kesenian Bawean untuk ditampilkan di Yogyakarta,” katanya.

Selain kaya secara kultural, HBH Bawean Internasional 2026 juga mencatat lonjakan antusiasme peserta. Panitia mencatat jumlah pendaftar telah mencapai 1.300 orang, jauh melampaui prediksi awal yang hanya sekitar 800 peserta. Peserta berasal dari berbagai wilayah di Indonesia hingga diaspora Bawean dari luar negeri.

Baca juga: Dhurung Bawean dalam Perspektif Ekokultural: Model Lumbung Pangan Berbasis Kearifan Lokal

Faisol menjelaskan, membludaknya pendaftar tak lepas dari penyebaran informasi yang masif dan menjangkau komunitas Bawean secara luas. “Informasi HBH ini tersampaikan secara luas dan cepat ke warga Bawean di seluruh Indonesia, bahkan luar negeri. Antusiasmenya luar biasa dan di luar perkiraan kami,” ucapnya.

Demi menjaga kenyamanan dan kualitas layanan, panitia akhirnya membatasi jumlah peserta maksimal 1.300 orang, menyesuaikan dengan kapasitas gedung. “Kami ingin semua tamu mendapatkan kursi, konsumsi, dan pelayanan yang layak. Jangan sampai ada yang datang jauh-jauh tetapi tidak terlayani dengan baik,” tegas Faisol.

Diberitakan sebelumnya, HBH Bawean Internasional 2026 diproyeksikan menjadi salah satu agenda silaturahmi terbesar diaspora Bawean. Selain memperkuat jejaring sosial, kegiatan ini diharapkan menjadi etalase budaya Bawean di tingkat nasional sekaligus memperkokoh ikatan identitas diaspora Bawean di tengah dinamika global.

Editor : Amal

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru