Jurnas.net - Menjelang Ramadan, Satgas Pangan Polda Jawa Timur tidak hanya turun ke pasar untuk mencatat angka harga, tetapi juga mengirim pesan tegas negara hadir lebih awal untuk menutup ruang permainan harga. Inspeksi mendadak (sidak) ini menjadi langkah pencegahan dini agar lonjakan harga tak berubah menjadi gejolak.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim Kombes Pol H.M. Sihombing menegaskan, pengawasan dilakukan sejak jauh hari agar ekspektasi pasar tetap terkendali dan pelaku usaha tidak memanfaatkan momentum Ramadan untuk menaikkan harga secara tidak wajar.
Baca juga: Banyuwangi Kunci Inflasi dari Hulu: Ipuk Gerakkan 4K dan 97 Toko Inflasi Jelang Ramadan
"“Komitmen kami di Satgas Pangan Polda Jatim adalah menjaga stabilisasi harga. Ada kenaikan tipis di beberapa komoditas, tapi masih dalam batas wajar dan tidak melampaui HET,” kata Sihombing di Pasar Pucang, Jumat, 6 Februari 2026.
Menurutnya, kehadiran aparat di pasar bukan semata-mata simbolik, melainkan instrumen deterrence untuk menekan spekulan dan praktik penimbunan. Polda Jatim menegaskan tidak akan tebang pilih jika menemukan pelanggaran. “Kami tidak pandang bulu. Jika ada oknum yang bermain harga atau menimbun, akan kami tindak,” tegasnya.
Pengawasan, lanjut Sihombing, tidak berhenti di Surabaya. Satgas Pangan akan melakukan pemantauan menyeluruh di berbagai daerah di Jawa Timur guna memastikan rantai distribusi berjalan normal dan harga terkendali hingga Ramadan tiba.
Baca juga: Harga Lebih Murah Jelang Puasa, Gerakan Pangan Murah Pemkot Surabaya Ludes Diserbu Warga
Hasil sementara sidak menunjukkan harga bahan pokok penting (bapokting) di Surabaya relatif stabil, meski terdapat kenaikan pada beberapa komoditas. Namun, kenaikan tersebut dinilai tidak signifikan dan masih dalam ambang kewajaran.
Pendekatan pencegahan ini juga mendapat apresiasi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto, menilai sinergi antara kepolisian dan otoritas pangan menjadi kunci menjaga daya beli masyarakat.
“Kami mengapresiasi Satgas Pangan Polda Jatim yang aktif turun ke lapangan. Ini penting untuk memberi rasa aman kepada masyarakat,” kata Andriko.
Baca juga: Pemkot Surabaya Perkuat Strategi Kendalikan Harga Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026
Namun, ia juga mengingatkan bahwa pendekatan persuasif harus diiringi penindakan tegas. Andriko meminta Ditreskrimsus Polda Jatim tidak ragu menindak pelaku usaha yang mencoba mengambil keuntungan berlebih dari kebutuhan pokok masyarakat.
“Menghadapi bulan suci Ramadan, kami mengimbau seluruh pengusaha untuk tidak menaikkan harga. Kepatuhan pelaku usaha sangat menentukan stabilitas pangan,” tandasnya.
Editor : Risfil Athon