Banyuwangi Kunci Inflasi dari Hulu: Ipuk Gerakkan 4K dan 97 Toko Inflasi Jelang Ramadan

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Ipuk Fiestiandani bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memilih melakukan pengamanan sejak hulu untuk kunci inflasi. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Bupati Ipuk Fiestiandani bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memilih melakukan pengamanan sejak hulu untuk kunci inflasi. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net - Menjelang Ramadan dan Idulfitri, banyak daerah fokus pada operasi pasar saat harga mulai melonjak. Namun di Banyuwangi, pendekatan yang ditempuh berbeda. Bupati Ipuk Fiestiandani bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memilih melakukan pengamanan sejak hulu, memastikan produksi, distribusi, hingga komunikasi publik berjalan selaras sebelum gejolak harga terjadi.

“Ramadan selalu identik dengan kenaikan permintaan. Kalau tidak diantisipasi dari awal, harga bisa terdorong naik. Maka langkahnya harus komprehensif: jaga stok, distribusi, daya beli, dan komunikasi,” kata Ipuk, Rabu, 11 Februari 2026.

Pemkab Banyuwangi bersama TPID mengedepankan strategi 4K:
Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.
Pada aspek keterjangkauan harga, Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan diminta menggencarkan Operasi Pasar Murah (OPM) secara masif dengan menggandeng Bulog, Perpadi, dan Bank Indonesia Jember. Langkah ini diperkuat dengan optimalisasi 97 Toko Pengendali Inflasi Banyuwangi (Top Si Wangi) yang tersebar di berbagai kecamatan.

“Dengan memangkas rantai distribusi dan mendatangkan barang langsung dari produsen atau Bulog, harga bisa lebih terkendali dan masyarakat mendapat akses lebih mudah,” jelas Ipuk.

Berbeda dari kebijakan yang hanya fokus pada hilir, Banyuwangi juga memperkuat pengawasan produksi di tingkat peternak dan petani. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertapang) diminta melakukan pemantauan ketat terhadap stok bahan pangan strategis, terutama daging dan telur ayam ras, komoditas yang kerap mengalami lonjakan harga saat Ramadan.

Ipuk menekankan pentingnya menjaga surplus produksi lokal sebagaimana tercatat dalam Neraca Pangan Banyuwangi, agar tidak terjadi kekosongan pasokan di tingkat peternak. “Kita harus memastikan pengamanan stok dan populasi di hulu. Jangan sampai data surplus ada, tapi di lapangan pasokan menipis,” tegasnya.

Untuk memastikan koordinasi berjalan efektif, Pemkab Banyuwangi telah menggelar High Level Meeting (HLM) bersama TPID pada 30 Januari 2026. Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati Mujiono, Kepala BI Jember Iqbal Reza Nugraha, Forkopimda, Kepala Bulog, BPS, KPPN, serta seluruh OPD teknis.

Forum tersebut menegaskan bahwa pengendalian inflasi bukan hanya tugas pemerintah daerah, tetapi kolaborasi lintas lembaga, termasuk sektor perbankan dan distribusi logistik.

Selain faktor pasokan, Pemkab Banyuwangi juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang efektif untuk mencegah kepanikan belanja (panic buying). Dengan informasi yang transparan mengenai stok dan harga, masyarakat diharapkan tetap rasional dalam berbelanja.

Langkah komprehensif ini diharapkan mampu menjaga inflasi Banyuwangi tetap terkendali selama Ramadan hingga Idulfitri, sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi awal 2026.

Berita Terbaru

Pelantikan Pengurus IMBAS Dirangkai Forum Strategis Bahas Masa Depan Pendidikan Pulau Bawean

Pelantikan Pengurus IMBAS Dirangkai Forum Strategis Bahas Masa Depan Pendidikan Pulau Bawean

Jumat, 26 Jun 2026 18:04 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 18:04 WIB

Jurnas.net – Ikatan Mahasiswa Bawean Surabaya (IMBAS) akan menggelar pelantikan pengurus baru di gedung Koperasi Pegawai Negeri (KPN), Kec. Sangkapura, Pulau B…

PLN Luncurkan Program BARUNA, Restorasi Terumbu Karang Bali untuk Selamatkan Laut dan Ekonomi Pesisir

PLN Luncurkan Program BARUNA, Restorasi Terumbu Karang Bali untuk Selamatkan Laut dan Ekonomi Pesisir

Jumat, 26 Jun 2026 17:16 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 17:16 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan m…

BRIDA Surabaya Sulap Sampah Plastik Mangrove Jadi BBM untuk Nelayan, Solusi Baru Atasi Pencemaran

BRIDA Surabaya Sulap Sampah Plastik Mangrove Jadi BBM untuk Nelayan, Solusi Baru Atasi Pencemaran

Jumat, 26 Jun 2026 16:04 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 16:04 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) terus mendorong lahirnya inovasi berbasis lingkungan. Salah satu t…

Pertalite dan Solar Langka, Pertamina Akui Penyaluran Biosolar Tembus 100 Persen Kuota Berjalan

Pertalite dan Solar Langka, Pertamina Akui Penyaluran Biosolar Tembus 100 Persen Kuota Berjalan

Jumat, 26 Jun 2026 14:32 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 14:32 WIB

Jurnas.net – Klaim PT Pertamina Patra Niaga bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di Jawa Timur dalam kondisi aman justru berbanding terbalik dengan k…

Eri Cahyadi Lantik 57 Pejabat Pemkot Surabaya, Target Kinerja 6 Bulan atau Siap Dicopot

Eri Cahyadi Lantik 57 Pejabat Pemkot Surabaya, Target Kinerja 6 Bulan atau Siap Dicopot

Jumat, 26 Jun 2026 13:19 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 13:19 WIB

Jurnas.net – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kembali melakukan penyegaran birokrasi dengan melantik dan mengambil sumpah jabatan 57 pejabat di lingkungan P…

DPRD Bongkar Borok BUMD Jatim, Dari Dividen Terutang hingga Rangkap Jabatan Direksi

DPRD Bongkar Borok BUMD Jatim, Dari Dividen Terutang hingga Rangkap Jabatan Direksi

Kamis, 25 Jun 2026 20:26 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:26 WIB

Jurnas.net – Kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur kembali menjadi sorotan tajam. Di tengah besarnya penyertaan modal yang telah digelontorkan P…