Banyuwangi Kembangkan Ekonomi Sirkular, Ubah Sampah Rumah Tangga Jadi Bahan Bakar Industri

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sebuah pabrik di Kabupaten Banyuwangi mengolah sampah rumah tangga jadi bahan bakar industri. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Sebuah pabrik di Kabupaten Banyuwangi mengolah sampah rumah tangga jadi bahan bakar industri. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net - Banyuwangi tak lagi memandang sampah sebagai beban, melainkan sumber daya. Melalui pengembangan sistem pengolahan sampah sirkular, Pemkab Banyuwangi berhasil mengubah sampah rumah tangga menjadi energi alternatif dan peluang ekonomi, salah satunya lewat operasional Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Balak di Kecamatan Songgon.

Berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektare, TPS3R Balak menjadi salah satu fasilitas pengolahan sampah berbasis sirkular terbesar di Banyuwangi, dengan kapasitas pengolahan mencapai 84 ton sampah per hari. Sampah dari 64 desa di 10 kecamatan diolah dengan pendekatan modern, minim residu, dan ramah lingkungan.

“TPS3R Balak dirancang untuk mengelola sampah dari hulu ke hilir, dari rumah tangga hingga menjadi produk bernilai guna,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Dwi Handayani, Senin, 9 Februari 2026.

Berbeda dengan pola lama yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), sampah di TPS3R Balak dipilah menggunakan sistem konveyor berbasis teknologi. Sampah organik dan anorganik diproses secara terpisah untuk memastikan tidak ada potensi yang terbuang percuma.

Sampah anorganik bernilai ekonomi seperti botol dan gelas plastik, kertas, serta dupleks dipres dan disalurkan ke industri daur ulang. Sementara itu, sampah anorganik yang tidak memiliki nilai jual—seperti plastik sachet—diolah menjadi refuse derived fuel (RDF), bahan bakar alternatif ramah lingkungan.

“Puluhan ton RDF dari TPS3R Balak sudah dikirim ke Gresik untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar industri semen,” ujar Yani.

Untuk sampah organik, TPS3R Balak menerapkan metode windrow composting untuk menghasilkan kompos. Air lindi yang dihasilkan diolah melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar. “Pengelolaan sampah di sini hampir tanpa residu. Kalau pun ada sisa, langsung dibawa ke TPA dan tidak menginap di TPS3R,” jelasnya.

Selain dampak lingkungan, TPS3R Balak juga menciptakan dampak sosial dan ekonomi. Sebanyak 120 pekerja, mayoritas warga sekitar, terlibat langsung dalam operasional harian. Edukasi pemilahan sampah dari rumah pun mulai mengubah perilaku masyarakat.

Salah satu warga Desa Balak, Kikit, mengaku keberadaan TPS3R membawa perubahan besar. Warga kini terbiasa memilah sampah, menggantikan kebiasaan lama membakar sampah di pekarangan. “Iurannya juga terjangkau, hanya Rp10 ribu per bulan. Soal bau hampir tidak ada. Kalau ada keluhan, petugas cepat menangani. Bersih dan rapi,” ungkapnya.

Keberhasilan TPS3R Balak mendorong Pemkab Banyuwangi untuk memperluas konsep serupa. Tahun ini, TPS3R baru direncanakan dibangun di kawasan Sobo dengan luas lahan 1,8 hektare dan kapasitas pengolahan 45 ton per hari. “TPS3R Sobo difokuskan untuk Kecamatan Banyuwangi. Kapasitasnya memang lebih kecil, tapi lahannya lebih luas,” terang Yani.

Berita Terbaru

PKDI Gresik Libas Bangkalan 4-1 di PKDI Cup II, Modal Hadapi Sidoarjo

PKDI Gresik Libas Bangkalan 4-1 di PKDI Cup II, Modal Hadapi Sidoarjo

Senin, 10 Agu 2026 07:19 WIB

Senin, 10 Agu 2026 07:19 WIB

Jurnas.net – Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Gresik mengawali kiprahnya di Turnamen Sepak Bola PKDI Cup II 2026 dengan kemenangan m…

Sederet Muka Baru Skuad PSS Sleman, Ini Daftarnya

Sederet Muka Baru Skuad PSS Sleman, Ini Daftarnya

Minggu, 09 Agu 2026 10:06 WIB

Minggu, 09 Agu 2026 10:06 WIB

Jurnas.net - PSS Sleman memperkenalkan tim baru atay launching skuad untuk mengarungi kompetisi Super League musim 2026/2027 di Stadion Maguwoharjo Kabupaten Sl…

Polda Jatim Tangkap Pembunuh Nenek 79 Tahun di Pasuruan, Ternyata Kerabat Korban

Polda Jatim Tangkap Pembunuh Nenek 79 Tahun di Pasuruan, Ternyata Kerabat Korban

Jumat, 07 Agu 2026 18:46 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 18:46 WIB

Jurnas.net – Pelarian pria berinisial YA (35), tersangka pembunuhan terhadap Nurami (79), warga Dusun Talang Lor, Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, K…

Yusuf Ekodono dan Anang Maruf Gabung Soekarno Cup 2026, Siap Cari Bibit Baru Timnas Indonesia

Yusuf Ekodono dan Anang Maruf Gabung Soekarno Cup 2026, Siap Cari Bibit Baru Timnas Indonesia

Jumat, 07 Agu 2026 17:49 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:49 WIB

Jurnas.net – Turnamen sepak bola usia muda Soekarno Cup U-17 2026 mendapat suntikan semangat dari dua legenda Timnas Indonesia, Yusuf Ekodono dan Anang Maruf. K…

Polisi Usut Penyalahgunaan Ambulans untuk Mencuri Kursi Taman Milik Pemkot Surabaya

Polisi Usut Penyalahgunaan Ambulans untuk Mencuri Kursi Taman Milik Pemkot Surabaya

Jumat, 07 Agu 2026 16:04 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 16:04 WIB

Jurnas.net – Dugaan pencurian kursi taman milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengungkap modus yang tidak biasa. Terduga pelaku diduga memanfaatkan mobil a…

Guru Besar ITS Gagas Kendaraan Otonom Laut dan Udara, Perkuat Konektivitas Indonesia

Guru Besar ITS Gagas Kendaraan Otonom Laut dan Udara, Perkuat Konektivitas Indonesia

Jumat, 07 Agu 2026 14:10 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 14:10 WIB

Jurnas.net – Karakter Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau menghadirkan tantangan besar dalam menjaga konektivitas, keamanan, s…