Pabrik Bioetanol 30 Ribu KL Dibangun di Banyuwangi, Tekan Impor BBM dan Emisi Karbon

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat groundbreaking pabrik bioetanol. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat groundbreaking pabrik bioetanol. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net - Kabupaten Banyuwangi segera mengambil peran strategis dalam pasokan bahan bakar ramah lingkungan nasional. Sebuah pabrik bioetanol berkapasitas produksi 30.000 kiloliter (KL) per tahun akan dibangun di kawasan Pabrik Gula Glenmore, Banyuwangi, sebagai bagian dari agenda besar transisi energi nasional.

Pabrik bioetanol ini akan mengolah molase atau tetes tebu menjadi bahan bakar bersih untuk mendukung bauran energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor BBM. Proyek tersebut dibangun oleh PT Pertamina bersinergi dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di atas lahan seluas 10 hektare.

Pembangunan pabrik ini merupakan fase pertama program hilirisasi energi yang dijalankan oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia. Proses pembangunan dijadwalkan dimulai Juni 2026, dengan masa pengerjaan sekitar 24 bulan, dan telah ditandai dengan groundbreaking pada Jumat (6/2/2026).

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan, keberadaan pabrik bioetanol ini tidak hanya mendukung target energi bersih nasional, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi perekonomian daerah dan petani.
“Bioetanol merupakan energi bersih yang lebih ramah lingkungan. Pabrik ini akan berkontribusi pada pasokan energi bersih nasional sekaligus memperkuat ekonomi daerah,” kata Ipuk, Minggu, 8 Februari 2026. 

Ipuk menambahkan, pembangunan pabrik ini akan memaksimalkan serapan tebu petani, khususnya di Banyuwangi dan wilayah sekitarnya. “Tebu petani tidak hanya diserap untuk produksi gula, tetapi juga menjadi bahan baku bioetanol. Ini memberi nilai tambah dan kepastian pasar bagi petani,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menjelaskan bahwa pabrik bioetanol terintegrasi ini diproyeksikan menghasilkan 30.000 kiloliter bioetanol per tahun berbasis tebu.

“Ini adalah transformasi produk sampingan gula menjadi energi bersih. Dengan pabrik bioetanol di Banyuwangi, kita mendorong swasembada energi yang bertumpu pada perekonomian rakyat,” kata Agung.

Dengan kapasitas tersebut, pabrik bioetanol ini diperkirakan mampu menekan impor BBM hingga USD 13,9 juta atau setara Rp 233,52 miliar per tahun, sekaligus mengurangi emisi karbon hingga 66.000 ton CO₂ ekuivalen per tahun. “Substitusi impor BBM ini memperkuat ketahanan energi nasional, sementara pengurangan emisi karbon mendukung keberlanjutan lingkungan,” katanya.

Agung juga menjelaskan, bioetanol hasil produksi pabrik Banyuwangi nantinya akan dikirim ke Terminal BBM Pertamina, sebelum disalurkan ke masyarakat melalui SPBU Pertamina.

Saat ini, Pertamina telah menyalurkan Pertamax Green 95 yang mengandung 5 persen etanol melalui 177 SPBU di Pulau Jawa. Ke depan, keberadaan pabrik bioetanol Banyuwangi akan memperluas wilayah distribusi sekaligus meningkatkan kandungan etanol dalam BBM. "Implementasi ini akan membawa Indonesia sejajar dengan negara-negara besar yang telah lebih dulu menggunakan etanol sebagai bahan bakar bersih,” terang Agung.

Dari sisi hulu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, memastikan ketersediaan bahan baku molase sangat mencukupi untuk mendukung operasional pabrik. “Untuk produksi sekitar 100 KLP bioetanol dibutuhkan kurang lebih 120 ribu ton molase per tahun. Sementara produksi molase SGN secara total hampir 700 ribu ton per tahun, dan masih akan disokong lima pabrik gula di sekitar Banyuwangi,” ungkap Mahmudi.

Berita Terbaru

PKDI Gresik Libas Bangkalan 4-1 di PKDI Cup II, Modal Hadapi Sidoarjo

PKDI Gresik Libas Bangkalan 4-1 di PKDI Cup II, Modal Hadapi Sidoarjo

Senin, 10 Agu 2026 07:19 WIB

Senin, 10 Agu 2026 07:19 WIB

Jurnas.net – Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Gresik mengawali kiprahnya di Turnamen Sepak Bola PKDI Cup II 2026 dengan kemenangan m…

Sederet Muka Baru Skuad PSS Sleman, Ini Daftarnya

Sederet Muka Baru Skuad PSS Sleman, Ini Daftarnya

Minggu, 09 Agu 2026 10:06 WIB

Minggu, 09 Agu 2026 10:06 WIB

Jurnas.net - PSS Sleman memperkenalkan tim baru atay launching skuad untuk mengarungi kompetisi Super League musim 2026/2027 di Stadion Maguwoharjo Kabupaten Sl…

Polda Jatim Tangkap Pembunuh Nenek 79 Tahun di Pasuruan, Ternyata Kerabat Korban

Polda Jatim Tangkap Pembunuh Nenek 79 Tahun di Pasuruan, Ternyata Kerabat Korban

Jumat, 07 Agu 2026 18:46 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 18:46 WIB

Jurnas.net – Pelarian pria berinisial YA (35), tersangka pembunuhan terhadap Nurami (79), warga Dusun Talang Lor, Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, K…

Yusuf Ekodono dan Anang Maruf Gabung Soekarno Cup 2026, Siap Cari Bibit Baru Timnas Indonesia

Yusuf Ekodono dan Anang Maruf Gabung Soekarno Cup 2026, Siap Cari Bibit Baru Timnas Indonesia

Jumat, 07 Agu 2026 17:49 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:49 WIB

Jurnas.net – Turnamen sepak bola usia muda Soekarno Cup U-17 2026 mendapat suntikan semangat dari dua legenda Timnas Indonesia, Yusuf Ekodono dan Anang Maruf. K…

Polisi Usut Penyalahgunaan Ambulans untuk Mencuri Kursi Taman Milik Pemkot Surabaya

Polisi Usut Penyalahgunaan Ambulans untuk Mencuri Kursi Taman Milik Pemkot Surabaya

Jumat, 07 Agu 2026 16:04 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 16:04 WIB

Jurnas.net – Dugaan pencurian kursi taman milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengungkap modus yang tidak biasa. Terduga pelaku diduga memanfaatkan mobil a…

Guru Besar ITS Gagas Kendaraan Otonom Laut dan Udara, Perkuat Konektivitas Indonesia

Guru Besar ITS Gagas Kendaraan Otonom Laut dan Udara, Perkuat Konektivitas Indonesia

Jumat, 07 Agu 2026 14:10 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 14:10 WIB

Jurnas.net – Karakter Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau menghadirkan tantangan besar dalam menjaga konektivitas, keamanan, s…