Pemkab Banyuwangi Ubah Pola Bantu Nelayan: Aman Melaut dan Tetap Berpenghasilan Saat Cuaca Buruk

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyerahkan bantuan kepada sejumlah kelompok nelayan di Pantai Indah Kedunen (PIK), Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyerahkan bantuan kepada sejumlah kelompok nelayan di Pantai Indah Kedunen (PIK), Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mulai menggeser pendekatan pembangunan nelayan dari sekadar bantuan alat tangkap menuju upaya membangun ketahanan ekonomi dan keselamatan nelayan secara berkelanjutan. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui penyaluran mesin kapal, alat tangkap, hingga pelampung keselamatan bagi kelompok nelayan pesisir.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kepada sejumlah kelompok nelayan di Pantai Indah Kedunen (PIK), Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Jumat, 6 Februari 2026.

“Bantuan ini bukan hanya soal alat, tapi soal bagaimana nelayan bisa bekerja lebih aman, lebih jauh menjangkau ikan, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan keluarga,” kata Ipuk.

Total sebanyak 12 mesin kapal berbahan bakar bensin disalurkan kepada empat kelompok nelayan yang tersebar di Blimbingsari, Banyuwangi, dan Wongsorejo. Selain itu, Pemkab juga memberikan 10 unit jaring ikan serta 50 life jacket kepada tujuh Kelompok Usaha Bersama (KUB).

Menurut Ipuk, bantuan life jacket menjadi krusial, terutama bagi nelayan tradisional yang masih mengandalkan perahu kecil atau ban bekas tanpa mesin. Keselamatan kerja nelayan, kata dia, tidak bisa lagi dipandang sebagai urusan sampingan. “Nelayan ini bekerja di laut dengan risiko tinggi. Jaket pelampung bukan sekadar pelengkap, tapi alat penyelamat nyawa,” tegasnya.

Tak berhenti pada aspek keselamatan dan produksi, Pemkab Banyuwangi juga mendorong hilirisasi hasil perikanan agar nelayan tidak selalu bergantung pada hasil tangkapan harian. Ipuk menilai, ketika cuaca ekstrem memaksa nelayan tak melaut, keluarga nelayan tetap harus memiliki sumber penghasilan alternatif.

“Kalau ikan tidak bisa ditangkap, nilainya harus bisa ditambah. Bisa lewat olahan seperti abon, kerupuk ikan, atau produk lainnya. Ini yang sedang kami dorong,” kata Ipuk.

Untuk mendukung langkah tersebut, Ipuk meminta Dinas Perikanan Banyuwangi membuka pelatihan keterampilan bagi keluarga nelayan, mulai dari pengolahan hasil laut hingga pemasaran produk. Pendekatan ini diharapkan mampu menjadikan nelayan tidak hanya sebagai pencari ikan, tetapi juga pelaku usaha pesisir.

Langkah Pemkab ini disambut positif oleh nelayan. Misno, anggota Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Benteng Samudera Desa Bomo, mengatakan bantuan mesin kapal dan alat tangkap sangat membantu aktivitas melaut mereka. “Mesin kapal ini akan kami gunakan bergiliran karena beberapa mesin lama sudah rusak. Bantuan ini sangat berarti, apalagi untuk keselamatan dan hasil tangkapan,” tandasnya.

Berita Terbaru

Pemkab Jepara Raih Penghargaan Pengelola JDIH dengan Progres Terbaik

Pemkab Jepara Raih Penghargaan Pengelola JDIH dengan Progres Terbaik

Senin, 05 Okt 2026 16:24 WIB

Senin, 05 Okt 2026 16:24 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Jepara meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah sebagai Pengelola Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) K…

SIER Dorong UMKM Lokal Perluas Pasar melalui Jatim Fest 2026

SIER Dorong UMKM Lokal Perluas Pasar melalui Jatim Fest 2026

Minggu, 04 Okt 2026 10:27 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 10:27 WIB

Jurnas.net - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus mendorong pengembangan dan perluasan akses pasar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah …

SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026, Sinyal Kepercayaan Investor ke Kawasan Industri Jatim

SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026, Sinyal Kepercayaan Investor ke Kawasan Industri Jatim

Sabtu, 03 Okt 2026 14:10 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 14:10 WIB

Jurnas.net — PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) kembali mencatatkan komitmen investasi melalui penandatanganan dua Letter of Intent (LoI) dengan PT F…

Bahaya Eksploitasi Digital di Balik Konten Lucu Anak

Bahaya Eksploitasi Digital di Balik Konten Lucu Anak

Jumat, 02 Okt 2026 16:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 16:20 WIB

Jurnas.net - Maraknya konten lucu bersama anak di media sosial mendapat banyak perhatian warganet, namun konten tersebut memunculkan indikasi bentuk…

Kisah Biarawati Katholik Asal Timor Lester Beri Ceramah di Unisa Yogyakarta

Kisah Biarawati Katholik Asal Timor Lester Beri Ceramah di Unisa Yogyakarta

Jumat, 02 Okt 2026 09:10 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 09:10 WIB

Jurnas.net - Suster Dulce Maria Guterres, FDCC, seorang biarawati Katolik asal Timor-Leste berdiri pada mimbar saat Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-27 di…

Tumpeng Raksasa 3 Meter Jadi Ikon HUT ke-20 SMAN 1 Kebomas, Sarat Makna Tradisi dan Kebersamaan

Tumpeng Raksasa 3 Meter Jadi Ikon HUT ke-20 SMAN 1 Kebomas, Sarat Makna Tradisi dan Kebersamaan

Rabu, 30 Sep 2026 21:15 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 21:15 WIB

Jurnas.net – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 SMAN 1 Kebomas, Gresik, Jawa Timur, berlangsung meriah. Ribuan siswa larut dalam kemeriahan yang tidak hanya …