Patoman Banyuwangi Jadi Kampung Harmoni, Seni Tradisi dan Ekonomi Kreatif Tumbuh Bersama

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, saat mengunjungi Dusun Patoman Tengah, Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari. (Humas Pemkab banyuwangi)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, saat mengunjungi Dusun Patoman Tengah, Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari. (Humas Pemkab banyuwangi)

Jurnas.net - Di tengah pesatnya perkembangan kawasan wisata Banyuwangi, tersimpan sebuah dusun yang tak hanya kaya akan budaya, tetapi juga menjadi simbol toleransi dan kreativitas masyarakat lintas agama. Dusun Patoman Tengah, Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, atau yang lebih dikenal sebagai Dusun Balian, kini berkembang sebagai kampung seni dan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Julukan Dusun Balian melekat karena mayoritas penduduknya merupakan umat Hindu. Nuansa khas Bali begitu terasa saat memasuki kawasan ini. Deretan rumah dengan arsitektur bernuansa Bali, keberadaan pura, hingga aktivitas budaya masyarakat menghadirkan atmosfer berbeda di wilayah ujung timur Pulau Jawa tersebut.

Namun, kekuatan utama Dusun Balian bukan hanya terletak pada identitas budayanya, melainkan juga pada kehidupan sosial masyarakat yang harmonis dan penuh toleransi.

Kepala Dusun Patoman Tengah, I Gede Yuda Permana, mengatakan kehidupan antarumat beragama di wilayahnya telah terjalin harmonis sejak lama. Warga dari berbagai latar belakang agama hidup berdampingan dan saling membantu dalam berbagai kegiatan sosial maupun keagamaan.

“Selama ini tidak pernah ada masalah. Kalau umat Hindu ada kegiatan, umat lain ikut membantu. Begitu juga sebaliknya, jadi saling mengisi,” kata Yuda, saat mendampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Minggu, 10 Mei 2026.

Kondisi tersebut membuat Dusun Patoman dikenal sebagai salah satu Kampung Pancasila di Banyuwangi, di mana nilai gotong royong dan toleransi masih terjaga kuat di tengah keberagaman masyarakat.

Tidak hanya itu, Dusun Balian juga menjadi ruang tumbuh bagi seni budaya lokal. Di kawasan tersebut berdiri Pura Desa yang tak sekadar difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran seni dan budaya bagi generasi muda.

Anak-anak dan remaja di dusun tersebut rutin belajar tari tradisional, gamelan, hingga pendidikan agama Hindu. Aktivitas itu menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya sekaligus membangun ruang kreatif bagi anak muda Banyuwangi.

Suasana seni tradisional yang hidup membuat Dusun Balian perlahan berkembang menjadi salah satu pusat pelestarian budaya lokal berbasis masyarakat. Selain seni budaya, geliat ekonomi kreatif masyarakat juga mulai tumbuh pesat. Salah satu pelaku UMKM yang cukup dikenal adalah Kayan Suartana, seniman sekaligus pengrajin ukir kayu dan pasir.

Kayan merintis usahanya sejak tahun 2000 sambil aktif berkesenian di bidang tari dan musik tradisional. Ketekunannya melestarikan budaya melalui karya seni membuatnya pernah menerima penghargaan tali kasih dari mantan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pada 2015.

Kini, usahanya berkembang dengan memproduksi berbagai ornamen rumah, patung artistik, hingga kerajinan berbahan pasir pantai dan kayu yang dipasarkan ke berbagai daerah seperti Bali, Nganjuk, hingga Jawa Tengah. “Awalnya hanya kecil-kecilan, sekarang sudah banyak pesanan dari luar daerah,” ujar Kayan.

Potensi ekonomi Dusun Patoman juga mulai diperkuat dari sektor pertanian bernilai ekspor. Salah satunya melalui budidaya Cabe Jawa atau Cabe Puyang yang kini diminati pasar internasional.

Salah seorang petani, Made Ardana, mengembangkan sekitar seribu pohon Cabe Jawa di lahan seluas 3.000 meter persegi. Tanaman tersebut dinilai lebih mudah dirawat dibanding cabai biasa dan memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. “Perawatannya lebih simpel dibanding cabai biasa. Setelah dipanen tinggal direbus lalu dijemur sekitar tiga hari,” jelas Made.

Dari satu kilogram Cabe Jawa basah, petani bisa menghasilkan sekitar tiga ons produk kering dengan harga jual mencapai Rp85 ribu per kilogram. Permintaan pasar terhadap komoditas tersebut disebut terus meningkat. Bahkan hasil panen warga telah dipasarkan hingga Jepang dan China untuk kebutuhan industri kosmetik dan herbal.

Perpaduan antara toleransi, pelestarian budaya, kreativitas masyarakat, serta potensi ekonomi membuat Dusun Balian bukan sekadar kampung adat biasa. Dusun ini menjelma menjadi wajah lain Banyuwangi yang menunjukkan bahwa budaya lokal dapat tumbuh berdampingan dengan pembangunan ekonomi masyarakat.

Berita Terbaru

Run'n Shine, Lari Berhadiah Umrah dan Trip ke Luar Negeri

Run'n Shine, Lari Berhadiah Umrah dan Trip ke Luar Negeri

Jumat, 10 Jul 2026 19:32 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:32 WIB

Jurnas.net - Even Run and Shine 2026 bakal digelar pada 18-20 September 2026. Agenda olahraga ini bukan sekadar menghadirkan lari secara fun, namun juga menyaji…

Komisi D DPRD Jatim Soroti Kinerja Dinas PU Bina Marga, Serapan Anggaran Rendah dan Banyak Jalan Belum Standar

Komisi D DPRD Jatim Soroti Kinerja Dinas PU Bina Marga, Serapan Anggaran Rendah dan Banyak Jalan Belum Standar

Jumat, 10 Jul 2026 14:36 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 14:36 WIB

Jurnas.net - Komisi D DPRD Jawa Timur memberikan sejumlah catatan kritis terhadap kinerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur dalam…

Eri Cahyadi Serahkan Bantuan Pendidikan bagi 7.380 Siswa, Tegaskan Tak Boleh Ada Pungutan di Sekolah

Eri Cahyadi Serahkan Bantuan Pendidikan bagi 7.380 Siswa, Tegaskan Tak Boleh Ada Pungutan di Sekolah

Jumat, 10 Jul 2026 13:06 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 13:06 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyalurkan bantuan pendidikan kepada 7.380 siswa SMA, SMK, dan MA sederajat pada tahun 2026. Program ini d…

Komisi E DPRD Jatim Dorong APBD Berbasis Dampak, Pendidikan hingga Kemiskinan Jadi Prioritas

Komisi E DPRD Jatim Dorong APBD Berbasis Dampak, Pendidikan hingga Kemiskinan Jadi Prioritas

Jumat, 10 Jul 2026 12:26 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 12:26 WIB

Jurnas.net – Komisi E DPRD Jawa Timur menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak dapat diukur hanya dari t…

AHY Luncurkan Gerakan Nasional Langit Biru dari Pacitan, Ajak Masyarakat Jaga Pantai dan Lingkungan

AHY Luncurkan Gerakan Nasional Langit Biru dari Pacitan, Ajak Masyarakat Jaga Pantai dan Lingkungan

Jumat, 10 Jul 2026 11:39 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 11:39 WIB

Jurnas.net – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meluncurkan Gerakan Nasional Langit Biru Indonesia Asri, sebuah gerakan gotong royong y…

DPRD Jatim Dorong Kurikulum SMK Selaras dengan Kebutuhan Industri agar Lulusan Mudah Terserap Kerja

DPRD Jatim Dorong Kurikulum SMK Selaras dengan Kebutuhan Industri agar Lulusan Mudah Terserap Kerja

Jumat, 10 Jul 2026 10:18 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 10:18 WIB

Jurnas.net - Besarnya jumlah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) setiap tahun, dinilai harus diimbangi dengan kesiapan dunia usaha dan dunia industri…