Jurnas.net - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Golkar, H. Ali Mufthi, kembali menyapa masyarakat akar rumput melalui agenda bertajuk “Sambang Dulur, Sambung Roso” di Balai Desa Salamwates, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Jumat, 8 Mei 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Ali Mufthi tidak hanya membawa kabar mengenai percepatan program pembangunan untuk wilayah pedesaan, tetapi juga melontarkan pandangan strategis terkait wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD yang belakangan kembali menjadi perbincangan nasional. Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh dialog itu dihadiri perwakilan desa se-Kecamatan Dongko, tokoh masyarakat, serta jajaran Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Trenggalek.
Di hadapan warga, Ali menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program-program pemerintah pusat agar benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat desa, khususnya di wilayah selatan Jawa Timur yang masih membutuhkan penguatan infrastruktur dasar. Menurutnya, pembangunan di daerah tidak boleh hanya berpusat di kota besar, melainkan harus menjangkau kawasan pedesaan agar kesejahteraan masyarakat tumbuh merata.
“Program-program ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses infrastruktur yang layak, air bersih, sanitasi sehat, hingga rumah yang lebih manusiawi,” kata Ali.
Sejumlah program strategis yang telah dan akan dikawal Ali Mufthi di wilayah Dongko meliputi, Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS), Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI), hingga Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah.
Program-program tersebut dinilai sangat dibutuhkan masyarakat pedesaan karena menyasar kebutuhan dasar, mulai akses jalan lingkungan, saluran irigasi pertanian, air bersih, sanitasi, hingga perbaikan rumah tidak layak huni.
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Golkar, Ali Mufthi, menyapa masyarakat di Balai Desa Salamwates, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek. (Dok: Jurnas.net)
Selain terkait agenda pembangunan, Ali juga menyoroti isu politik nasional terkait peluang Pilkada dipilih melalui DPRD. Politisi senior Golkar itu menilai skema tersebut, tetap dapat diterapkan sepanjang tidak menghilangkan keterlibatan publik dalam proses demokrasi.
Ali menekankan bahwa masyarakat tetap harus diberi ruang untuk mengenal para kandidat kepala daerah secara terbuka, termasuk melalui debat publik dan kampanye langsung kepada warga. “Kandidat yang dipilih DPRD tetap harus turun ke masyarakat, menyampaikan visi-misi, berdialog dengan rakyat, dan mengikuti debat terbuka. Jangan sampai rakyat justru ditinggalkan dalam proses demokrasi,” tegasnya.
Menurut Ali, partisipasi publik menjadi elemen penting untuk menjaga legitimasi moral seorang kepala daerah, sekaligus memastikan pemimpin yang lahir benar-benar memahami kebutuhan masyarakat.
Ia menyebut Partai Golkar terbuka terhadap berbagai desain sistem Pilkada, namun prinsip transparansi dan keterlibatan rakyat tidak boleh dikurangi. "Rakyat harus tetap menjadi bagian utama dalam proses penjaringan pemimpin daerah. Demokrasi tidak boleh kehilangan substansinya,” ucapnya.
Acara “Sambang Dulur, Sambung Roso” kemudian ditutup dengan sesi dialog interaktif. Dalam forum tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari pembangunan infrastruktur desa, perbaikan irigasi pertanian, bantuan rumah layak huni, hingga penguatan layanan dasar masyarakat.
"Tentu, seluruh aspirasi itu akan kami bawa dan diperjuangkan di tingkat pusat, agar pembangunan di Trenggalek, khususnya Kecamatan Dongko, dapat terus berjalan berkelanjutan dan merata," pungkasnya.
Editor : Amal